Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Seberapa Sering Wanita & Pria Memikirkan Seks?
pexels.com
Bagi pria, seks adalah dialog yg menarik & paling sering diperbincangkan dengan teman - temannya.
Berbeda dengan wanita yg masih malu - malu membahas soal seks dengan teman - teman perempuannya.
Pria cenderung lebih terbuka & frontal dalam membahas urusan seks saat sedang berteman dengan teman satu gender mereka.
Bahkan menonton film biru bersama - sama dengan teman - teman mereka juga dianggapnya sebagai hal yg lumrah.
Sangat berbeda dengan wanita yg mungkin akan lebih tertutup soal hal itu.
Lalu sebenarnya apa sih yg mendasari disparitas intensitas pria & wanita dalam membahas & memikirkan seks?
Ternyata semua ada penjelasan ilmiahnya lho! Pria & wanita memiliki siklus pembentukan sel kelamin (pria = sperma) & (wanita = ovum / sel telur) yg berbeda.
Pada setiap siklus pembentukan sel kelamin tersebut terdapat hormon seks yg mendorong pria & wanita jadi lebih bergairah.
Di masa itulah mereka lebih banyak memikirkan tentang seks. Nah, lalu berapa lama siklus pria membentuk sel sperma hingga jadi sperma yg matang?
Dilansir dari alodokter.com, sperma pria terus menerus diproduksi sepanjang hidup si pria & waktu yg dibutuhkan untuk memperoleh sperma yg matang adalah 15 hari.
Sedangkan wanita mengalami siklus pembentukan sel telur yg jauh lebih lama dibandingkan pembentukan sperma pada laki - laki.
Menurut halodoc.com, wanita mengalami masa ovulasi (pelepasan sel telur yg sudah matang) di hari ke 12 - 14 sebelum siklus menstruasi berikutnya.
Dalam 28 hari sekali, wanita normal baru akan mematangkan sel telur mereka yg itu berarti mereka cuma akan merasakan gairah sebulan sekali namun dengan durasi yg lebih panjang.
Pada saat wanita berada pada masa ovulasi (masa matangnya sel telur) mereka merasakan gairah seks yg luar biasa akbar dibandingkan pada hari - hari biasa.
Di saat itulah, para wanita banyak memikirkan soal seks akibat hormon estrogen yg banyak berada pada aliran darah di dalam tubuh mereka.
Sehingga dapat dilihat dari penjelasan ilmiah tersebut bahwa pria memang lebih sering memikirkan seks & merasa bergairah dibandingkan dengan wanita akibat disparitas siklus pembentukan sel kelamin mereka.
Pernahkah gansist merasakan secara tiba - tiba bergairah tanpa adanya rangsangan atau pemicunya? Nah, dapat jadi pada saat itu di dalam tubuh gansist sedang beredar hormon - hormon pemicu kematangan sel kelamin gansist yg tidak terlihat.
Referensi:
alodokter & halodoc.com Hari ini 09:33
pexels.com
Bagi pria, seks adalah dialog yg menarik & paling sering diperbincangkan dengan teman - temannya.
Berbeda dengan wanita yg masih malu - malu membahas soal seks dengan teman - teman perempuannya.
Pria cenderung lebih terbuka & frontal dalam membahas urusan seks saat sedang berteman dengan teman satu gender mereka.
Bahkan menonton film biru bersama - sama dengan teman - teman mereka juga dianggapnya sebagai hal yg lumrah.
Sangat berbeda dengan wanita yg mungkin akan lebih tertutup soal hal itu.
Lalu sebenarnya apa sih yg mendasari disparitas intensitas pria & wanita dalam membahas & memikirkan seks?
Ternyata semua ada penjelasan ilmiahnya lho! Pria & wanita memiliki siklus pembentukan sel kelamin (pria = sperma) & (wanita = ovum / sel telur) yg berbeda.
Pada setiap siklus pembentukan sel kelamin tersebut terdapat hormon seks yg mendorong pria & wanita jadi lebih bergairah.
Di masa itulah mereka lebih banyak memikirkan tentang seks. Nah, lalu berapa lama siklus pria membentuk sel sperma hingga jadi sperma yg matang?
Dilansir dari alodokter.com, sperma pria terus menerus diproduksi sepanjang hidup si pria & waktu yg dibutuhkan untuk memperoleh sperma yg matang adalah 15 hari.
Sedangkan wanita mengalami siklus pembentukan sel telur yg jauh lebih lama dibandingkan pembentukan sperma pada laki - laki.
Menurut halodoc.com, wanita mengalami masa ovulasi (pelepasan sel telur yg sudah matang) di hari ke 12 - 14 sebelum siklus menstruasi berikutnya.
Dalam 28 hari sekali, wanita normal baru akan mematangkan sel telur mereka yg itu berarti mereka cuma akan merasakan gairah sebulan sekali namun dengan durasi yg lebih panjang.
Pada saat wanita berada pada masa ovulasi (masa matangnya sel telur) mereka merasakan gairah seks yg luar biasa akbar dibandingkan pada hari - hari biasa.
Di saat itulah, para wanita banyak memikirkan soal seks akibat hormon estrogen yg banyak berada pada aliran darah di dalam tubuh mereka.
Sehingga dapat dilihat dari penjelasan ilmiah tersebut bahwa pria memang lebih sering memikirkan seks & merasa bergairah dibandingkan dengan wanita akibat disparitas siklus pembentukan sel kelamin mereka.
Pernahkah gansist merasakan secara tiba - tiba bergairah tanpa adanya rangsangan atau pemicunya? Nah, dapat jadi pada saat itu di dalam tubuh gansist sedang beredar hormon - hormon pemicu kematangan sel kelamin gansist yg tidak terlihat.
Referensi:
alodokter & halodoc.com Hari ini 09:33