Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kalau di kampung Ane adalah kebiasan memberikan makanan bernama Punjungan. Punjung ini niatnya buat ngundang tamu, tetapi pakai makanan Gansist. Jadinya pas acara nikahan ada tamunya. Muehehehe
Seiring dengan virus covid-19 yg mulai mereda & pandemi yg kian berlalu, maka tentu saja kegiatan masyarakat mulai dilakukan kembali. Berbagai aktivitas masayarakat bahkan mulai digalakkan secara besar-besaran, hmm. Di mana masih tetap mengpakai protokol kesehatan & insya Allah aman. Seperti sekolah-sekolah yg mulai masuk & orang-orang hajatan yg mulai menjamur dimana-mana.
Dua tahun berlalu sejak akhir 2019 yg lalu, orang hajatan bahkan nyaris tidak ada ya Gansist. Hingga tidak ada pula orang yg biasanya memberi makanan untuk mengundang tamu, selain daripada undangan yg berupa kertas. Hmmm ... terasa seperti mati lampu ya Sayang!
Well, karena di kampung Ane ternyata hal tersebut merupakan hal yg lumrah, di mana yg namanya adalah punjungan atau mengundang dengan memberikan makanan kepada para calon tamu. Hingga yg diharapkan kehadirannya untuk memberi doa & restu kepada kedua mempelai pengantin & nantinya pada saat walimatul urus atau seremoni pesta perkawinan yg juga diharapkan mau memberikan sokongan berupa uang juga, hahhaha.
Sebenarnya Gansist seberapa penting sih memberikan punjungan atau mengundang tamu dengan makanan untuk acara pernikahan?
Karena punjungan ini sifatnya adalah berupa benda, alias makanan yg dapat dimakan & tentu orang yg makannya merasa harus mengembalikan biaya pembuatan makanan tersebut. Istilahnya ya daripada pencerahan kalau ini bukan makanan gratis, karena kita harus memberikan berupa & asri atau amplop tempel kepada mempelai.
Kadang amplop tempel diberikan kepada orang tua mempelai sih.
Hal ini karena pada perkembangannya yg namanya undangan memakai kertas sudah tidak berlaku atau hampir tidak diperpakai lagi. Alasannya adalah kebanyakan orang-orang enggan untuk hadir dalam pesta atau tamu-tamu undangan untuk datang kepada pesta perkawinan kalau cuma diberikan undangan berupa kertas. Nah loh!
Menilik dari simpelnya mengpakai punjungan atau undangan berupa makanan adalah sebagai berikut :
1. Mengundang dengan makanan dinilai lebih excited, sehingga para tamu mau tidak mau harus datang dalam pesta perkawinan dengan mengpakai tentu saja membawa amplop yg berisi uang.
2. Mengundang dengan makanan atau punjungan terkadang diibaratkan sebagai sedekah makanan. Hal ini karena belum tentu orang yg punya hajat tersebut kalau tidak ada acara tidak mungkin memberi makanan hahaha.
3. Mengundang dengan makanan atau punjungan seperti sudah meneruskan tradisi yg sudah terjadi secara turun-temurun & secara tidak langsung meniadakan undangan kertas tadi.
Jadi itulah kesimpulan Ane mengenai punjungan atau cara mengundang tamu dengan makanan dalam acara pesta perkawinan atau pesta-pesta yg lainnya. Bagaimana pendapat Gansist tentang hal ini? Oke Selamat Pagi. Selamat beraktivitas and see you next thread!
Tread suka-suka ala @qoni77
Opoini pribadi penulis & gambar dokpri & terlampir