Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Lisan itu Tajam & Berbahaya
Gambar Sensitif
Buka
pict.link
Bismillah
Semua orang dikaruniai lisan. Kita tahu bahwa lisan itu posisinya cukup dalam, ada di dalam rongga mulut, dipagari gigi-gigi & dilapisi dengan dua bibir.
Jika kita telisik & coba pahami semua kondisi itu, maka kita harusnya paham pesan apa yg tersirat dari penciptaan sebuah lisan.
Begitu berbahayanya lisan, maka oleh sang pencipta posisinya tidak cuma tersembunyi, tetapi juga tertutup rapat.
Berikut ini beberapa pertimbangan supaya engkau lebih dahulu memikirkan apa akibat dari lisan yg terucap:
1. Apakah yg Keluar dari Lisan tidak Menyakiti?
Kita tidak pungkiri, bahwa setiap kita akan dipertemukan dengan orang-orang yg sejatinya jadi alat penguji kita.
Untuk itu, supaya lisan kita tidak jadi penyebab luka atau sakit hati, maka pilih-pilih kalimat & mengatakan yg sekiranya tidak menyakitkan.
2. Jangan Sampai yg Keluar dari Lisan itu Berita Bohong
Cukup dikatakan seorang pembohong kalau apapun yg diketahuinya diceritakan kembali.
Ada beberapa akbar orang hari ini yg gemar bercerita, apapun diceritakan. Ia tidak memfilter atau mengecek dahulu apa yg diketahui. Sehingga berita atau kabar dusta pun kerap diceritakan kembali.
3. Berbicara Jangan Sampai Mengadu Domba
Untuk yg keempat ini cukup berbahaya, kalau apa yg keluar dari lisan adalah hal-hal yg bersifat adu domba.
Meski terkadang yg dihinggakan itu perkataan benar, tetapi kalau berniat untuk mengadu domba antar dua pihak, maka sangat tidak dibenarkan.
Begitulah buruknya orang yg gemar adu domba & akibat yg akan didapatnya kelak.
4. Kata-katanya Kerap Menuduh & Memfitnah
Kata-kata yg keluar dari lisan juga jangan hingga perkataan yg menuduh, atau perkataan yg memfitnah. Menuduh itu menyakitkan & mencelakai hati & perasaan orang lain. Apalagi kalau tuduhan itu kemudian mengarah kepada firnah.
5. Perkataannya Seringkali Suudzan
Kita juga sering temui orang-orang yg kerap suudzan. Kita ketahui bahwa orang-orang yg suudzan itu akan mendapat ganjarannya sendiri dari yg maha kuasa.
Kita tidak perlu kecewa & sakit hati, cukup kita ingat saja beberapa firman Allah subhanahu wa ta'ala dengan janji & peringatan-Nya.
Semoga kita dapat mengontrol diri, tidak jadi orang-orang yg tidak sanggup mengontrol lisan kita.
Wassalamu'alaikum warahmatullah
Tulisan: nibrasulhaq
Narasi: oppri
Hari ini 14:49Gambar Sensitif
Buka
pict.link
Bismillah
Semua orang dikaruniai lisan. Kita tahu bahwa lisan itu posisinya cukup dalam, ada di dalam rongga mulut, dipagari gigi-gigi & dilapisi dengan dua bibir.
Jika kita telisik & coba pahami semua kondisi itu, maka kita harusnya paham pesan apa yg tersirat dari penciptaan sebuah lisan.
Begitu berbahayanya lisan, maka oleh sang pencipta posisinya tidak cuma tersembunyi, tetapi juga tertutup rapat.
Berikut ini beberapa pertimbangan supaya engkau lebih dahulu memikirkan apa akibat dari lisan yg terucap:
1. Apakah yg Keluar dari Lisan tidak Menyakiti?
Kita tidak pungkiri, bahwa setiap kita akan dipertemukan dengan orang-orang yg sejatinya jadi alat penguji kita.
Untuk itu, supaya lisan kita tidak jadi penyebab luka atau sakit hati, maka pilih-pilih kalimat & mengatakan yg sekiranya tidak menyakitkan.
Quote:
Di dalam Al Quran pada surat Al Baqarah ayat 82 dijelaskan:
Orang yg beriman & beramal soleh maka akan diletakkan di surga. Siapakah mereka? Salah satunya
Orang yg berkata-kata baik kepada setiap orang.
Berarti ayat ini menyatakan, siapa yg ucapannya paling baik, dialah yg terbaik akhlaknya. Dan dialah yg dimuliakan oleh Allah SWT.
Bahkan dalam satu hadis, pendek tetapi maknanya tajam.
Orang yg beriman kepada Allah di hari kiamat berkatalah yg baik. Atau kalau tak sanggup berkata yg baik, lebih baik diam.
Di dalam Al Quran pada surat Al Baqarah ayat 82 dijelaskan:
Orang yg beriman & beramal soleh maka akan diletakkan di surga. Siapakah mereka? Salah satunya
Orang yg berkata-kata baik kepada setiap orang.
Berarti ayat ini menyatakan, siapa yg ucapannya paling baik, dialah yg terbaik akhlaknya. Dan dialah yg dimuliakan oleh Allah SWT.
Bahkan dalam satu hadis, pendek tetapi maknanya tajam.
Orang yg beriman kepada Allah di hari kiamat berkatalah yg baik. Atau kalau tak sanggup berkata yg baik, lebih baik diam.
2. Jangan Sampai yg Keluar dari Lisan itu Berita Bohong
Cukup dikatakan seorang pembohong kalau apapun yg diketahuinya diceritakan kembali.
Ada beberapa akbar orang hari ini yg gemar bercerita, apapun diceritakan. Ia tidak memfilter atau mengecek dahulu apa yg diketahui. Sehingga berita atau kabar dusta pun kerap diceritakan kembali.
Quote:
Rasulullah SAW bersabda, "Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, & keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, kalau seseorang berbohong & terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong."
"Dan hendaklah kalian jujur, sebab jujur menggiring kepada kebaikan, & kebaikan akan menggiring kepada surga. Dan sungguh, kalau seseorang berlaku jujur & terbiasa dalam kejujuran hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai orang yg jujur." (HR Abu Dawud).
Rasulullah SAW bersabda, "Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, & keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, kalau seseorang berbohong & terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong."
"Dan hendaklah kalian jujur, sebab jujur menggiring kepada kebaikan, & kebaikan akan menggiring kepada surga. Dan sungguh, kalau seseorang berlaku jujur & terbiasa dalam kejujuran hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai orang yg jujur." (HR Abu Dawud).
3. Berbicara Jangan Sampai Mengadu Domba
Untuk yg keempat ini cukup berbahaya, kalau apa yg keluar dari lisan adalah hal-hal yg bersifat adu domba.
Meski terkadang yg dihinggakan itu perkataan benar, tetapi kalau berniat untuk mengadu domba antar dua pihak, maka sangat tidak dibenarkan.
Quote:
Pengertian namimah sebagaimana dijelaskan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits berikut,
.
Dari Abdullah bin Masud, sesungguhnya Muhammad berkata, Maukah kuberitahukan kepada kalian apa itu aladhhu ? Itulah namimah, perbuatan menyebarkan berita untuk merusak hubungan di antara sesama manusia[1]
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa namimah bertujuan merusak hubungan manusia. Beliau berkata,
: .
Para ulama menjelaskan namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.[2]
Quote:
Dari Hudzaifah, beliau mendapatkan laporan tentang adanya seseorang yg suka mengerjakan adudomba maka beliau mengatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah bersabda, Pelaku adu domba tidak akan masuk surga (HR Muslim no. 303).
Pengertian namimah sebagaimana dijelaskan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits berikut,
.
Dari Abdullah bin Masud, sesungguhnya Muhammad berkata, Maukah kuberitahukan kepada kalian apa itu aladhhu ? Itulah namimah, perbuatan menyebarkan berita untuk merusak hubungan di antara sesama manusia[1]
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa namimah bertujuan merusak hubungan manusia. Beliau berkata,
: .
Para ulama menjelaskan namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.[2]
Quote:
Dari Hudzaifah, beliau mendapatkan laporan tentang adanya seseorang yg suka mengerjakan adudomba maka beliau mengatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah bersabda, Pelaku adu domba tidak akan masuk surga (HR Muslim no. 303).
Begitulah buruknya orang yg gemar adu domba & akibat yg akan didapatnya kelak.
4. Kata-katanya Kerap Menuduh & Memfitnah
Kata-kata yg keluar dari lisan juga jangan hingga perkataan yg menuduh, atau perkataan yg memfitnah. Menuduh itu menyakitkan & mencelakai hati & perasaan orang lain. Apalagi kalau tuduhan itu kemudian mengarah kepada firnah.
Quote:
Al Baqarah 191 Tentang Fitnah
Arab-Latin: waqtulhum aiu aqiftumhum wa akhrijhum min aiu akhrajkum wal-fitnatu asyaddu minal-qatl, wa l tuqtilhum 'indal-masjidil-armi att yuqtilkum fh, fa ing qtalkum faqtulhum, kalika jaz`ul-kfirn
Artinya: Dan bunuhlah mereka di mana saja anda jumpai mereka, & usirlah mereka dari tempat mereka sudah mengusir anda (Mekah); & fitnah itu lebih akbar bahayanya dari pembunuhan, & janganlah anda memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali kalau mereka memerangi anda di tempat itu. Jika mereka memerangi anda (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
Al Baqarah 191 Tentang Fitnah
Arab-Latin: waqtulhum aiu aqiftumhum wa akhrijhum min aiu akhrajkum wal-fitnatu asyaddu minal-qatl, wa l tuqtilhum 'indal-masjidil-armi att yuqtilkum fh, fa ing qtalkum faqtulhum, kalika jaz`ul-kfirn
Artinya: Dan bunuhlah mereka di mana saja anda jumpai mereka, & usirlah mereka dari tempat mereka sudah mengusir anda (Mekah); & fitnah itu lebih akbar bahayanya dari pembunuhan, & janganlah anda memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali kalau mereka memerangi anda di tempat itu. Jika mereka memerangi anda (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
5. Perkataannya Seringkali Suudzan
Kita juga sering temui orang-orang yg kerap suudzan. Kita ketahui bahwa orang-orang yg suudzan itu akan mendapat ganjarannya sendiri dari yg maha kuasa.
Kita tidak perlu kecewa & sakit hati, cukup kita ingat saja beberapa firman Allah subhanahu wa ta'ala dengan janji & peringatan-Nya.
Quote:
Allah Taala berfirman.
Hai orang-orang yg beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya beberapa tindakan berprasangka adalah dosa & janganlah anda mencari-car kesalahan orang lain [Al-Hujurat/49 : 12]
Allah Taala berfirman.
Hai orang-orang yg beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya beberapa tindakan berprasangka adalah dosa & janganlah anda mencari-car kesalahan orang lain [Al-Hujurat/49 : 12]
Semoga kita dapat mengontrol diri, tidak jadi orang-orang yg tidak sanggup mengontrol lisan kita.
Wassalamu'alaikum warahmatullah
Tulisan: nibrasulhaq
Narasi: oppri