ism4il
IndoForum Newbie C
- No. Urut
- 106696
- Sejak
- 12 Okt 2010
- Pesan
- 128
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 16
TEMPO Interaktif, Semarang - Dari 306 orang pengungsi letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah yang dirawat di rumah sakit umum, sebanyak 27 di antaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Kota Magelang karena mengalami trauma berat. Sebanyak 27 orang tersebut harus mendapat perawatan khusus karena sudah menjurus ke kondisi stres sehingga terpaksa dirujuk ke rumah sakit khusus.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Priyantono Jarot Nugroho mengatakan 27 korban letusan Gunung Merapi itu terpaksa dirujuk karena sudah tidak bisa ditangani trauma healing yang ada di rumah sakit umum maupun tempat-tempat pengungsian.
"Trauma berat itu rata-rata akibat kehilangan kerabat yang sudah meninggal dunia akibat terkena awan panas Merapi," kata Jarot di Kantor Gubernuran Provinsi Jawa Tengah, Senin (8/11). Selain itu, trauma berat itu timbul akibat hilangnya rumah dan seluruh harta yang dimiliki sehingga memicu perasaan takut menghadapi masa depan.
Sedangkan 279 korban lain di Jawa Tengah yang dirawat di rumah sakit kebanyakan menderita sakit pernapasan dan infeksi mata.
Jarot memperkirakan jumlah pengungsi letusan Merapi yang trauma berat bisa saja bertambah. Sebab, hingga kini belum ada yang bisa memastikan sampai kapan Gunung Merapi akan aman. Makin panjang masa di pengungsian maka jumlah warga yang trauma akan bisa bertambah banyak.
Jumlah pengungsi letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah sekitar 224 ribu orang. Bahkan warga yang berlokasi di luar radius 30 kilometer dari Gunung Merapi seperti di Kota Magelang, Wonosobo dan Purworejo juga ikut mengungsi. Mereka takut jika sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus dengan daya besar.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Priyantono Jarot Nugroho mengatakan 27 korban letusan Gunung Merapi itu terpaksa dirujuk karena sudah tidak bisa ditangani trauma healing yang ada di rumah sakit umum maupun tempat-tempat pengungsian.
"Trauma berat itu rata-rata akibat kehilangan kerabat yang sudah meninggal dunia akibat terkena awan panas Merapi," kata Jarot di Kantor Gubernuran Provinsi Jawa Tengah, Senin (8/11). Selain itu, trauma berat itu timbul akibat hilangnya rumah dan seluruh harta yang dimiliki sehingga memicu perasaan takut menghadapi masa depan.
Sedangkan 279 korban lain di Jawa Tengah yang dirawat di rumah sakit kebanyakan menderita sakit pernapasan dan infeksi mata.
Jarot memperkirakan jumlah pengungsi letusan Merapi yang trauma berat bisa saja bertambah. Sebab, hingga kini belum ada yang bisa memastikan sampai kapan Gunung Merapi akan aman. Makin panjang masa di pengungsian maka jumlah warga yang trauma akan bisa bertambah banyak.
Jumlah pengungsi letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah sekitar 224 ribu orang. Bahkan warga yang berlokasi di luar radius 30 kilometer dari Gunung Merapi seperti di Kota Magelang, Wonosobo dan Purworejo juga ikut mengungsi. Mereka takut jika sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus dengan daya besar.

