Blog Sakinah
IndoForum Newbie D
- No. Urut
- 176628
- Sejak
- 6 Jul 2012
- Pesan
- 90
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 6
“ Sebaik- baik manusia di antara kamu adalah mereka yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain “
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa di sisi Allah (QS al-Hujurat [49]:13).
Hidup ini bagaikan air sungai yang terus mengalir, menelusuri terjalnya lereng, tak peduli apa yang sedang ia lintasi, batu, tanah, pohon atau mungkin bunga-bunga indah di permukaannya. Namun, meskipun air sungai itu melaluinya dengan acuh, setidaknya ia telah mengikis batu tersebut walau secuil. Ia telah meninggalkan mineral yang dibutuhkan oleh tanah yang ia jamah. Air itu juga tidak luput membasahi akar-akar pohon yang ia lewati. Ia pun sempat menikmati harumnya bunga-bunga yang menghias wajah sungai tersebut dengan syahdu. Hingga akhirnya, aliran sungai akan menyatu dengan laut di hilir sana. Itulah penghujungnya.
Namun perkara yang menjadi pertanyaan besar adalah: Apakah kita juga mampu memberikan setidaknya sepercik kebaikan untuk sekitar kita tanpa mengabaikan betapa indahnya dunia? Hal ini kembali kepada diri kita dalam memanfaatkan waktu yang telah di berikan. Namun, cepat atau lambat kita juga akan mengakhiri pengembaraan hidup ini. Jika sungai menyisakan sebuah delta, kita akan bersemayam di pusara kita masing-masing.
Yang membedakan diantara kita adalah: tingkat keimanan dan ketaqwaan. Lantas, siapa yang paling baik di antara orang-orang beriman dan bertaqwa tersebut? Adalah mereka yang dapat memberi manfaat untuk orang lain. Dengan demikian, apa yang membuat kita enggan untuk melakukan kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita? Atau, kita malah merasa bahwa orang lain tidak membutuhkan kita?
Ketahuilah Saudaraku, bahwa Allah SWT menciptakan kita di atas dunia untuk tujuan tertentu, bukan untuk sebuah kesia-siaan. Kita di desain berbeda satu sama lain untuk saling melengkapi, bukan untuk saling menjatuhkan. Oleh karena itu, berusahalah untuk memberikan kebaikan sebanyak mungkin untuk mereka yang berada di sekitar kita. Semakin besar pengaruh yang kita berikan pada lingkungan, semakin besar peluang kita untuk menjadi hamba Allah SWT yang paling baik.
Hendaklah kita banyak memberi untuk hal-hal yang di redhai Allah di dalam hidup ini. Seorang dermawan memberi harta, dan dia hidup dengan bahagia dan berkecukupan. Sedangkan orang kikir menghimpun harta dan dia hidup dengan susah dan merugi. Salah satu kemalangan orang kikir adalah dia mengumpulkan harta bukan untuk dirinya melainkan untuk orang lain setelah matinya.
Kesempatan berbuat kebaikan terbuka luas, seluas bumi ini. Semua langkah yang kita ayunkan di jalan Allah dan semua amal yang kita lakukan untuk mencari keridhaan-Nya merupakan kebaikan yang akan mendapatkan ganjaran. Berbuatlah kebaikan sebagaimana Allah telah berbuat kebaikan kepada kita.
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa di sisi Allah (QS al-Hujurat [49]:13).
Hidup ini bagaikan air sungai yang terus mengalir, menelusuri terjalnya lereng, tak peduli apa yang sedang ia lintasi, batu, tanah, pohon atau mungkin bunga-bunga indah di permukaannya. Namun, meskipun air sungai itu melaluinya dengan acuh, setidaknya ia telah mengikis batu tersebut walau secuil. Ia telah meninggalkan mineral yang dibutuhkan oleh tanah yang ia jamah. Air itu juga tidak luput membasahi akar-akar pohon yang ia lewati. Ia pun sempat menikmati harumnya bunga-bunga yang menghias wajah sungai tersebut dengan syahdu. Hingga akhirnya, aliran sungai akan menyatu dengan laut di hilir sana. Itulah penghujungnya.
Namun perkara yang menjadi pertanyaan besar adalah: Apakah kita juga mampu memberikan setidaknya sepercik kebaikan untuk sekitar kita tanpa mengabaikan betapa indahnya dunia? Hal ini kembali kepada diri kita dalam memanfaatkan waktu yang telah di berikan. Namun, cepat atau lambat kita juga akan mengakhiri pengembaraan hidup ini. Jika sungai menyisakan sebuah delta, kita akan bersemayam di pusara kita masing-masing.
Yang membedakan diantara kita adalah: tingkat keimanan dan ketaqwaan. Lantas, siapa yang paling baik di antara orang-orang beriman dan bertaqwa tersebut? Adalah mereka yang dapat memberi manfaat untuk orang lain. Dengan demikian, apa yang membuat kita enggan untuk melakukan kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita? Atau, kita malah merasa bahwa orang lain tidak membutuhkan kita?
Ketahuilah Saudaraku, bahwa Allah SWT menciptakan kita di atas dunia untuk tujuan tertentu, bukan untuk sebuah kesia-siaan. Kita di desain berbeda satu sama lain untuk saling melengkapi, bukan untuk saling menjatuhkan. Oleh karena itu, berusahalah untuk memberikan kebaikan sebanyak mungkin untuk mereka yang berada di sekitar kita. Semakin besar pengaruh yang kita berikan pada lingkungan, semakin besar peluang kita untuk menjadi hamba Allah SWT yang paling baik.
Hendaklah kita banyak memberi untuk hal-hal yang di redhai Allah di dalam hidup ini. Seorang dermawan memberi harta, dan dia hidup dengan bahagia dan berkecukupan. Sedangkan orang kikir menghimpun harta dan dia hidup dengan susah dan merugi. Salah satu kemalangan orang kikir adalah dia mengumpulkan harta bukan untuk dirinya melainkan untuk orang lain setelah matinya.
Kesempatan berbuat kebaikan terbuka luas, seluas bumi ini. Semua langkah yang kita ayunkan di jalan Allah dan semua amal yang kita lakukan untuk mencari keridhaan-Nya merupakan kebaikan yang akan mendapatkan ganjaran. Berbuatlah kebaikan sebagaimana Allah telah berbuat kebaikan kepada kita.