Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Mungkin banyak dari kita yg lupa. Ketika pandemi Covid-19 baru bermula di Indonesia, di pertengahan Maret tahun ini, di antara sikap beberapa pemuka agama yg kurang bijak, Habib Rizieq Shihab memberikan nasehat-nasehat yg menguatkan sekaligus sejalan dengan protokol pencegahan penalaran virus Covid-19.
Ketika itu relatif banyak pemuka agama yg belum menyadari bahaya covid-19 & mengadakan ibadah dengan kerumunan yg menimbulkan kluster-kluster covid-19.
Sehingga apa yg dihinggakan Habib Rizieq Shihab, dapat dikatakan beberapa langkah lebih maju dibandingkan beberapa akbar orang di Indonesia.
Bisa dibaca di CNN Indonesia (17/3/2020), saat itu Habib Rizieq Shihab belum berada di Indonesia, dihinggakan melalui kuasa hukumnya, Damai Hari Lubis, bahwa untuk mencegah meluasnya Corona, beliau melarang jemaahnya menciptakan kerumunan masa.
Namun beberapa bulan kemudian, di bulan November, masih di tahun yg sama, dalam keadaan di mana pertambahan jumlah kasus covid baru, berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan bulan Maret, seakan beliau lupa.
Mungkin terlena dalam euforia, atau karena rasa bahagia yg meluap tak terbendung.
Habib Rizieq Shihab tak dapat menghentikan jemaah & mereka yg memandang beliau sebagai panutan, untuk tidak menciptakan kerumunan.
Ribuan, atau bahkan mungkin puluhan ribu orang, tumpah ruah, berdesak-desakan, memadati jalan & bandara, menyambut kembali Habib Rizieq Shihab.
Masih di bulan yg sama, setidaknya ada dua acara lain yg diadakan beliau, yg menyebabkan terjadinya kerumunan orang dalam jumlah besar, berkumpul, tanpa jarak yg memadai antara satu orang dengan yg lain.
Entah apa yg ada dalam benak beliau saat itu.
Kerumunan demi kerumunan ini pun, akhirnya disusul dengan berita tentang kasus positif covid-19, yg korbannya masih memiliki kaitan dan/atau jadi peserta dalam salah satu dari tiga acara akbar yg melanggar protokol pencegahan penyebaran covid-19 tersebut.
Bahkan ada dugaan (yang belum dapat dibuktikan kebenaran-nya) bahwa Habib Rizieq Shihab sendiri, dapat jadi terpapar pula oleh virus jahanam tersebut.
Lepas dari apakah Habib Rizieq Shihab saat ini jadi salah satu korban covid-19, sangat disayangkan bahwa Habib Rizieq Shihab hingga lupa pada nasehatnya sendiri.
Oh... Habib.... seandainya kau tak lupa dengan kata-katamu sendiri....
Bagi semua yg positif, Bapak Anies Baswedan, Bapak Riza Patria, & yg lainnya, yg saat ini sedang beristirahat untuk memulihkan diri, semoga segera sembuh & pulih kembali.
Kiranya lewat kejadian ini dapat diambil hikmahnya.
Janda memang menggoda, tetapi standart ganda sering membawa bencana.
Salam......
Sumber berita & referensi :
1. https://m.cnnindonesia.com/nasional/...m-cegah-corona
2. https://jogja.suara.com/read/2020/11...sitif-covid-19 Kemarin 23:48
Gbr diambil dr CNN Indonesia
Ketika itu relatif banyak pemuka agama yg belum menyadari bahaya covid-19 & mengadakan ibadah dengan kerumunan yg menimbulkan kluster-kluster covid-19.
Sehingga apa yg dihinggakan Habib Rizieq Shihab, dapat dikatakan beberapa langkah lebih maju dibandingkan beberapa akbar orang di Indonesia.
Bisa dibaca di CNN Indonesia (17/3/2020), saat itu Habib Rizieq Shihab belum berada di Indonesia, dihinggakan melalui kuasa hukumnya, Damai Hari Lubis, bahwa untuk mencegah meluasnya Corona, beliau melarang jemaahnya menciptakan kerumunan masa.
Namun beberapa bulan kemudian, di bulan November, masih di tahun yg sama, dalam keadaan di mana pertambahan jumlah kasus covid baru, berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan bulan Maret, seakan beliau lupa.
Mungkin terlena dalam euforia, atau karena rasa bahagia yg meluap tak terbendung.
Habib Rizieq Shihab tak dapat menghentikan jemaah & mereka yg memandang beliau sebagai panutan, untuk tidak menciptakan kerumunan.
Ribuan, atau bahkan mungkin puluhan ribu orang, tumpah ruah, berdesak-desakan, memadati jalan & bandara, menyambut kembali Habib Rizieq Shihab.
Gbr diambil dr jogja.suara.com
Masih di bulan yg sama, setidaknya ada dua acara lain yg diadakan beliau, yg menyebabkan terjadinya kerumunan orang dalam jumlah besar, berkumpul, tanpa jarak yg memadai antara satu orang dengan yg lain.
Entah apa yg ada dalam benak beliau saat itu.
Kerumunan demi kerumunan ini pun, akhirnya disusul dengan berita tentang kasus positif covid-19, yg korbannya masih memiliki kaitan dan/atau jadi peserta dalam salah satu dari tiga acara akbar yg melanggar protokol pencegahan penyebaran covid-19 tersebut.
Bahkan ada dugaan (yang belum dapat dibuktikan kebenaran-nya) bahwa Habib Rizieq Shihab sendiri, dapat jadi terpapar pula oleh virus jahanam tersebut.
Lepas dari apakah Habib Rizieq Shihab saat ini jadi salah satu korban covid-19, sangat disayangkan bahwa Habib Rizieq Shihab hingga lupa pada nasehatnya sendiri.
Gbr diambil dr kaskus, hasil upload agan panoeroto
Oh... Habib.... seandainya kau tak lupa dengan kata-katamu sendiri....
Bagi semua yg positif, Bapak Anies Baswedan, Bapak Riza Patria, & yg lainnya, yg saat ini sedang beristirahat untuk memulihkan diri, semoga segera sembuh & pulih kembali.
Kiranya lewat kejadian ini dapat diambil hikmahnya.
Janda memang menggoda, tetapi standart ganda sering membawa bencana.
Salam......
Sumber berita & referensi :
1. https://m.cnnindonesia.com/nasional/...m-cegah-corona
2. https://jogja.suara.com/read/2020/11...sitif-covid-19 Kemarin 23:48