Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kalau kita membahas kepercayaan & agama di dunia ini sangat banyak sekali, untuk agama import saja yg diakui di Indonesia ada Islam, Kristen, Hindu, Budha, & Konghucu.
Sedangkan untuk agama lokal pun jumlahnya cukup banyak walau tidak familiar di telinga, namun di 3 akbar agama di dunia adalah Kristen, Islam kemudian Hindu.
Yang menarik seiman tetapi tak seamin, bayangkan dari agama kristen saja banyak disparitas pendapat, hingga menciptakan jamaah baru yg biasa disebut denominasi.
Hal ini berasal dari bahasa latindenominareyang berarti memberi nama. Nah di dalam kristen terkadang ada disparitas nama, organisasi, kepemimpinan, serta doktrin. Contohnya seperti Saksi Yehuwa atau Mormon & sebagainya.
Bahkan di dalam kristen terjadi perpecahan yg sangat krusial, Martin Luther mengeluarkan 95 dalil pada tanggal 31 Oktober 1517 hingga terbagi dua jadi Katolik Roma & Protestan.
Kemudian se iman tidak se amin juga terjadi di dalam Islam, dimana banyak terjadi perpecahan mahzab. Menarik terkadang beda mahzab dapat saling ribut, dapat dibilang disparitas dalam madzhab disebabkan oleh terjadinya disparitas pendapat oleh para ulama, sehingga disparitas pendapat inilah yg kemudian hari melahirkan banyak madzhab-madzhab Islam yg hingga kini masih jadi pegangan orang hingga sekarang. Bagi orang awam yg baru mengenal Islam tentu akan bertanya kenapa harus ada mahzab? Bukannya petunjuk Tuhan cuma ada di kitabNya & nabi? Lantas kenapa yg diikuti jejak ulama, yg rentang jaraknya jauh dari nabinya itu sendiri?
Jadi hal ini sebenarnya sama dengan apa yg dilakukan oleh Marthin Luther, dengan berpedoman pada pendapatnya hingga melahirkan Protestan & Katolik di Islam melahirkan Syiah & Sunni yg sama sekali berbeda pandangan.
Menariknya di Sunni ada mahzab lagi yg berbeda pendapat dari ulama Hanafi, Maliki, Sha'fii & Hambali.Sedangkan Syiah ada mahzab dari ulama Jafariah & Imamiyah.
Berbeda pendapat akan melahirkan tata cara ibadah yg berbeda juga, maka tak heran di Indonesia sendiri banyak sekali disparitas yg terjadi hingga terkadang ada yg ekstreem me.berikan hujjah takfiri.
Kemudian selanjutnya ada disparitas yg mendasar pada tata cara ibadah Hindu antara di Bali & India, karena pada dasarnya Hindu di India mengambil filsafat dari Weda sedangkan untuk Hindu di Bali terjadi asimiliasi filsafat Weda & Buddha dengan upacara sertakultur khas masyarakat Bali.
Namun menariknya walau se iman tetapi tidak se amin ini tidak ada yg saling menjatuhkan hingga terjadi peperangan diantara mereka, kalau senggol-senggolan dikit wajar namanya juga beda pemahaman.
Tapi tidak ada perpecahan yg mengakibatkan perang yg saling menghancurkan, itulah dinamika keyakinan jadi semua opsi tergantung pada diri anda ya guys.
Sampai disini reaksi & pembahasan saya tentang se iman tidak se amin semoga ada manfaatnya & terima kasih.
Nona,
Sumber klik, klik, klik