Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.195
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Scott Parker enggan kambing hitamkan Ivan Cavaleiro.
Pemain Fulham Ivan Cavaleiro gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo tendangan penalti saat menghadapi Everton di Craven Cottage, London, Inggris, 22 November 2020. (Pool via REUTERS/JOHN SIBLEY)
Jakarta (ANTARA) - Manajer Fulham Scott Parker menyatakan timnya memang bermasalah dalam mengeksekusi tendangan penalti tetapi dia menolak mengambinghitamkan pemain sayap Ivan Cavaleiro atas kekalahan 2-3 melawan Everton dalam pertandingan Liga Premier, Minggu.
Cavaleiro (27) yg jadi algojo tendangan penalti setelah Ademola Lookman tampil buruk saat kalah melawan West Ham United beberapa hari sebelumnya & absennya Aleksandar Mitrovic awal musim ini, tergelincir sehingga bola hasil tendangannya melebar dari gawang.
Fulham gagal pada lima dari delapan tendangan penalti terakhirnya dalam pertandingan liga & Parker sudah mengisyaratkan bakal ada algojo baru yg bertanggung jawab melepaskan tendangan penalti.
"Anda tak dapat menuliskannya manakala dia tergelincir & luput," mengatakan Parker kepada wartawan seperti dikutip Reuters. "Tak terbantahkan kami memang bermasalah dalam penalti. Kami akan terus bekerja & berlatih guna melihat siapa yg paling tepat mengambil penalti."
Baca juga: Everton kembali ke jalur kemenangan setelah tundukkan Fulham
"Yang dapat saya katakan adalah selama 10 hari terakhir, kami sudah mengerjakan segalanya. Ivan adalah pengambil penalti yg luar biasa. Terakhir kali saya marah adalah hari ini, hal-hal seperti dapat saja terjadi."
Parker bahagia menyaksikan penampilan timnya pada babak kedua di mana pemain pengganti Ruben Loftus-Cheek mengubah kedudukan 2-3 setelah Cavaleiro gagal mengeksekusi penalti.
Atas alasan ini dia yakin timnya masih punya ruang sekalipun terpuruk di empat terbawah setelah cuma memetik empat poin dari sembilan laga.
"Kami dapat menciptakan tim-tim lain bermasalah & dapat berhasil tetapi kami memang memiliki kekurangan," mengatakan pelatih berusia 40 tahun itu. "Ini regu muda. Kami sudah membangun ikatan & kami tengah mengerjakan segalanya dalam kuasa kami untuk terus meningkat."
Baca juga: West Ham perpanjang catatan buruk Sheffield United
Baca juga: Wilder pompa semangat Sheffield yg terus-terusan kalah
Berita diatas dikutip dari internet, jika Scott Parker enggan kambing hitamkan Ivan Cavaleiro adalah spam, mohon beritahu kami.
Pemain Fulham Ivan Cavaleiro gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo tendangan penalti saat menghadapi Everton di Craven Cottage, London, Inggris, 22 November 2020. (Pool via REUTERS/JOHN SIBLEY)
Jakarta (ANTARA) - Manajer Fulham Scott Parker menyatakan timnya memang bermasalah dalam mengeksekusi tendangan penalti tetapi dia menolak mengambinghitamkan pemain sayap Ivan Cavaleiro atas kekalahan 2-3 melawan Everton dalam pertandingan Liga Premier, Minggu.
Cavaleiro (27) yg jadi algojo tendangan penalti setelah Ademola Lookman tampil buruk saat kalah melawan West Ham United beberapa hari sebelumnya & absennya Aleksandar Mitrovic awal musim ini, tergelincir sehingga bola hasil tendangannya melebar dari gawang.
Fulham gagal pada lima dari delapan tendangan penalti terakhirnya dalam pertandingan liga & Parker sudah mengisyaratkan bakal ada algojo baru yg bertanggung jawab melepaskan tendangan penalti.
"Anda tak dapat menuliskannya manakala dia tergelincir & luput," mengatakan Parker kepada wartawan seperti dikutip Reuters. "Tak terbantahkan kami memang bermasalah dalam penalti. Kami akan terus bekerja & berlatih guna melihat siapa yg paling tepat mengambil penalti."
Baca juga: Everton kembali ke jalur kemenangan setelah tundukkan Fulham
"Yang dapat saya katakan adalah selama 10 hari terakhir, kami sudah mengerjakan segalanya. Ivan adalah pengambil penalti yg luar biasa. Terakhir kali saya marah adalah hari ini, hal-hal seperti dapat saja terjadi."
Parker bahagia menyaksikan penampilan timnya pada babak kedua di mana pemain pengganti Ruben Loftus-Cheek mengubah kedudukan 2-3 setelah Cavaleiro gagal mengeksekusi penalti.
Atas alasan ini dia yakin timnya masih punya ruang sekalipun terpuruk di empat terbawah setelah cuma memetik empat poin dari sembilan laga.
"Kami dapat menciptakan tim-tim lain bermasalah & dapat berhasil tetapi kami memang memiliki kekurangan," mengatakan pelatih berusia 40 tahun itu. "Ini regu muda. Kami sudah membangun ikatan & kami tengah mengerjakan segalanya dalam kuasa kami untuk terus meningkat."
Baca juga: West Ham perpanjang catatan buruk Sheffield United
Baca juga: Wilder pompa semangat Sheffield yg terus-terusan kalah
Berita diatas dikutip dari internet, jika Scott Parker enggan kambing hitamkan Ivan Cavaleiro adalah spam, mohon beritahu kami.