• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita sby salah pilih anggota kabinet

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. byakuya
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

byakuya

IndoForum Activist C
No. Urut
46894
Sejak
25 Jun 2008
Pesan
14.460
Nilai reaksi
288
Poin
83
Setelah ngotot memaksakan adanya RPP Penyiaran, yang banyak ditentang oleh fihak yang Antikorufsi, kini Tifatul membuat "kekacauan" baru.

Setelah dituding sebagai "jurubicara koruftor" oleh Adnan Buyung Nasution (anggota Wantimfres), menteri dari PKS ini meresfonnya seferti bukan seorang menteri saja. Dia balik mengancam akan memfensiunkan Buyung dari Wantimfres. Aya-aya wae..., darimana menteri bisa memfensiunkan Wantimfres. Ternyata SBY mengangkat menteri yang tidak funya kafasitas memadai, dan mungkin juga integritasnya.

Mari kita simak beritanya yuuuk:

http://www.detiknews.com/read/2009/...10/tifatul-saya-akan-pensiunkan-buyung-segera

Kamis, 17/12/2009 10:23 WIB


Jakarta - Menkominfo Tifatul Sembiring kesal atas pernyataan Adnan Buyung Nasution yang menuduhnya 'jangan-jangan dia juru bicara koruptor'. Jika Buyung tidak menarik statemen tersebut, Tifatul akan melakukan tindakan.

"Saya akan pensiunkan Buyung segera apabila tidak mencabut pernyataannya bahwa Tifatul sebagai juru bicara koruptor," tegas Titaful dalam pesan singkatnya, Kamis (17/12/2009).

Pernyataan Buyung, anggota Wantimpres, itu muncul terkait Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Penyadapan yang tetap digodok Tifatul meski banyak kritik berdatangan. Menurut Tifatul, statemen itu sangat tendensius dan bernada fitnah.

.....dst
Ketidak-mengertian Tifatul dijelaskan juga oleh fakar hukum Tata Negara.

http://www.detiknews.com/read/2009/...ya-kewenangan-pensiunkan-wantimpres?991102605

Kamis, 17/12/2009 11:15 WIB

Jakarta - Seorang menteri, secara hukum tata negara, tidak memiliki kewenangan untuk mempensiunkan ataupun memecat anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Yang berwenang mempensiunkan seorang menteri adalah presiden.

"Menteri tidak memiliki kewenangan mempensiunkan watimpres. Itu wewenang presiden," ujar pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin kepada detikcom, Kamis (17/12/2009).

Menkominfo Tifatul Sembiring mengancam akan mempensiunkan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution. Tifatul tidak terima dengan pernyataan Buyung yang menyatakan jangan-jangan Tifatul juru bicara koruptor.

Irman tidak mengerti dalam konteks apa Tifatul akan mempensiunkan Buyung. "Saya tidak ngerti itu dalam konteks apa, yang jelas menteri tidak memiliki kewenangan itu," imbuhnya.

...dst.

Fernyataan Ngaconya Tifatul, afakah menunjukkan juga Citra PKS, dimana selalu mengkalim fartai yang bersih, sementara sang mantan fresiden PKS sendiri funya kelakuan seferti itu (ngaco)? Atau justru seferti itulah wajah PKS sesungguhnya (sama seferti fartai lain yg gila jabatan dan cenderung koruf).

http://www.detiknews.com/read/2009/...g-benar-tifatul-saja-tak-paham-ketatanegaraan

Kamis, 17/12/2009 11:12 WIB
Jakarta - Menkominfo Tifatul Sembiring diminta jangan asal bicara. Ucapannya yang akan mempensiunkan anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution gara-gara dituding sebagai 'jubir koruptor' justru dinilai sebagai ucapan yang tak mengerti konstitusi.

"Apa yang dikatakan Buyung benar, buat apa RPP Penyadapan dipertahankan. Jangan-jangan dia memang juru bicara koruptor. Tapi kalau dia ingin mempensiunkan Buyung itu namanya tidak paham ketatanegaraan," kata Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) UGM Zainal Arifin Mochtar melalui telepon, Kamis (17/12/2009).

Menurut Zainal, mestinya sebagai menteri Tifatul harus berhati-hati jangan sembarang ucap, meskipun dia sekadar canda.

"Masa dia mau memberhentikan Buyung. Sudahlah Tifatul jangan mempertahankan argumen," tambahnya.

Bagaimana sikap Tifatul soal penyadapan dengan ciri PKS yang biasa dikenal publik sebagai partai yang bersih? "Inilah wajah partai sesungguhnya. Semua sama saja, hanya mengedepankan kepentingan. Sekarang apa bedanya PKS dengan Demokrat dan Golkar?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.