• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita SBY: PKB Konsisten

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. ArRay
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

ArRay

IndoForum Senior C
No. Urut
98490
Sejak
1 Jun 2010
Pesan
5.107
Nilai reaksi
142
Poin
63
pkb8-sby.jpg




Rabu, 16 Maret 2011 09:09
Jakarta-HARIAN BANGSA
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi kesetiaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam mendukung koalisi pemerintah.

"Saya ucapkan terima kasih atas kebersamaan (PKB) bersama saya. Kalau bicara koalisi, PKB amat konsisten," kata Presiden Yudhoyono saat membuka Musyawarah Kerja Nasional dan Forum Kerja Sama Program Legislatif-Eksekutif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tahun 2011 PKB, di Jakarta, Selasa (15/3).

Menurut Kepala Negara, PKB mencerminkan partai yang berakhlak dan berbudi pekerti. Presiden menilai dalam berbagai kesempatan PKB tetap kritis mengkritisi pemerintah, kritis dengan penuh tanggung jawab dan tetap memegang etika.

"Saya tahu di berbagai kesempatan PKB tetap kritis, mengkritisi pemerintah di komisi-komisi DPR RI, di daerah-daerah dan di berbagai forum yang lain. Kritis dan bertanggung jawab. Kritis dengan solusi, kritis untuk menuju keberhasilan, tapi tetap memegang teguh etika dalam berkoalisi," ujar Presiden.
Pada bagian lain, Presiden SBY mengatakan, demokrasi yang dipilih rakyat adalah demokrasi yang berakhlak, bermartabat, dan tidak mendikotomikan antara Islam dengan demokrasi itu sendiri. "Indonesia telah menjadi contoh dan PKB menjadi salah satu pilarnya," kata Presiden.

"Tidak perlu ada pertentangan antara demokrasi dengan Islam dan kita bisa menjadi contoh betapa demokrasi itu juga bisa dibangun dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang Islami," Presiden menambahkan.
Presiden juga menyambut baik subtema Mukernas PKB 2011, yaitu tahun pengabdian untuk desa dan lingkungan. Tema ini sejalan dengan agenda prioritas pemerintah. SBY menjelaskan, sejak Presiden Soekarno hingga presiden mendatang, Indonesia akan terus membangun. "Membangun negara tidak seperti membalikkan telapak tangan. Membangun negara memerlukan proses yang bergerak dan berlanjut, seperti Rasulullah melaksanakan hijrah yang membangun perdaban Islam yang mulia pada zamannya," ujar Presiden.

Adapun harapan Presiden kepada PKB, yang pertama adalah membangun kehidupan demokrasi yang baik dalam pematangan kehidupan demokrasi di Indonesia. "Roh dalam demokrasi adalah kebebasan, tetapi kebebasan itu tetaplah dijaga akhlaknya. Kebebasan itu harus bergandengan tangan dengan kepatuhan pada pranata dan peraturan yang berlaku," ujar SBY.
Presiden juga mengajak PKB untuk mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam dengan cara menaburkan salam dan kedamaian. "Ubah persepsi dunia, katanya Islam itu keras. Tidak. Islam itu penuh dengan salam kedamaian, menyapa, toleransi, senang dengan kasih sayang, dan menjunjung tinggi keadilan," SBY menjelaskan.
"Islam mengedepankan kesejahteraan, termasuk keberpihakan pada kaum duafa. Mari kita wujudkan di negeri ini dan dimanapun, Islam jelas memerangi berbagai bentuk kejahatan dengan amar maruf nahi munkar-nya," Presiden menandaskan.

Pembukaan Mukernas PKB ditandai dengan pemukulan beduk oleh Presiden. Turut hadir dalam kesempatan itu, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menag Suryadharma Ali, Seskab Dipo Alam, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
PKB menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pada 15-16 Maret 2011 dan Forum Kerja Sama Program (Foksam) Legislatif dan Eksekutif PKB pada 3-5 April 2011. Mukernas dan Foksam PKB diikuti sekitar 1.202 peserta terdiri dari pengurus DPP, DPW se-Indonesia, anggota FPKB semua tingkatan, serta kepala daerah dari PKB.

Sejumlah kiai khos juga ikut hadir dalam hajatan PKB itu, antara lain KH Dimyati Rais dari Kendal, Habib Lutfi dari Pekalongan, KH Nawawi Abdul Jalil dari Pasuruan, KH Muzakki Syah dari Jember, dan KH Aziz Manonjaya dari Tasikmalaya.
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan perpaduan dan kebersamaan partai-partai koalisi mutlak dijaga untuk menjamin pemerintahan yang efektif.
Sebab itu, ia menyindir kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diusung Partai "biru" Demokrat tidak akan sempurna tanpa ditopang dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diidentikkan dengan partai hijau ini.

"Langit yang biru tak akan sempurna tanpa bumi yang hijau menggelora. Mari kita hijaukan Indonesia yang kita cintai melalui green party yang kita canangkan," ujar Cak Imin.
Penegasan tersebut disampaikan Cak Imin di hadapan SBY dan sejumlah kader yang hadir dalam acara Mukernas PKB di Jakarta, Selasa (15/3/2011). Bagi PKB, tidak ada pilihan lain pada saat ini kecuali mendukung pemerintahan SBY-Boediono untuk melakukan pembangunan nasional.
"Ini syarat mutlak pembangunan. Era ini adalah tahapan bagi semua parpol bekerja sama untuk meraih kesejahteraan rakyat. Ini bukan era retorika politik, tapi kerja keras dan karya terbaik yang diperlukan," tandasnya.
Menurut mantan Ketua Umum PB PMII ini, ada dua agenda mendesak yang harus segera dikerjakan saat ini, yaitu mengubah dan memperbaiki politik anggaran nasional agar APBN tepat sasaran dan perlunya dilakukan percepatan reformasi birokrasi secara tuntas.
"Kalau dulu beda pendapat, lahir parpol baru. Ternyata itu tidak berhasil dan sudah dicoba. Saya sudah bicara dengan Pak Alwi (mantan ketua umum PKB), beliau sadar dan ingin menyatukan ahlusunal waljamaah. Tidak ada lagi jalan kecuali mempersatukan diri dalam PKB," tandasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.