byakuya
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 46894
- Sejak
- 25 Jun 2008
- Pesan
- 14.460
- Nilai reaksi
- 288
- Poin
- 83
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui keputusan menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebagai keputusan pahit. Tetapi kalau tidak diambil maka dampaknya akan lebih besar.
Hal itu ditegaskan Presiden SBY dalam Rapat Terbatas Bidang Ekonomi di Istana Negara, Senin (19/7). "Saat ini pilihan menaikkan tarif dasar listrik atau mengurangi subsidi listrik itu pilihan yang tidak mudah, keputusan yang pabhil yang diambil pemerintah. Tetapi kalau tidak diambil dampak buruknya lebih besar," katanya.
Keputusan itu diambil untuk lebih melindungi konsumen ekonomi lemah. Untuk itu kenaikan TDL tidak terlalu tinggi, rata-rata 10%. Pemerintah akan melakukan pengawasan sehingga kenaikannya tidak melebihi target. "Kita sudah hitung dampak kenaikan dan ongkos produksi, dari perusahaan kita. Akibat kenaikan itu mari kita kontrol, kita pastikan tidak ada penyimpangan," jelasnya.
Pemerintah akan menindak tegas terhadap perusahaan yang memanfaatkan kesempatan menaikan harga jualnya. Presiden mengakui dengan keputusan kenaikan TDL semua pihak terpaksa menghadapi masalah keuangan. Namun pemerintah terbuka untuk berdialog dalam mencari solusi menghadapi situasi ini.
"Saya akan meninjau sebuah perusahan industri yang betul-betul memiliki tanggung jawab tinggi, ikut menyelamatkan perekonomian kita. Saya tidAk segan-segan memberikan peringatan bagi mereka yang sama sekali tidak punya hati dengan menaikkan ongkos produksi baik barang dan jasanya, yang melebihi kepatutan," tegasnya
Hal itu ditegaskan Presiden SBY dalam Rapat Terbatas Bidang Ekonomi di Istana Negara, Senin (19/7). "Saat ini pilihan menaikkan tarif dasar listrik atau mengurangi subsidi listrik itu pilihan yang tidak mudah, keputusan yang pabhil yang diambil pemerintah. Tetapi kalau tidak diambil dampak buruknya lebih besar," katanya.
Keputusan itu diambil untuk lebih melindungi konsumen ekonomi lemah. Untuk itu kenaikan TDL tidak terlalu tinggi, rata-rata 10%. Pemerintah akan melakukan pengawasan sehingga kenaikannya tidak melebihi target. "Kita sudah hitung dampak kenaikan dan ongkos produksi, dari perusahaan kita. Akibat kenaikan itu mari kita kontrol, kita pastikan tidak ada penyimpangan," jelasnya.
Pemerintah akan menindak tegas terhadap perusahaan yang memanfaatkan kesempatan menaikan harga jualnya. Presiden mengakui dengan keputusan kenaikan TDL semua pihak terpaksa menghadapi masalah keuangan. Namun pemerintah terbuka untuk berdialog dalam mencari solusi menghadapi situasi ini.
"Saya akan meninjau sebuah perusahan industri yang betul-betul memiliki tanggung jawab tinggi, ikut menyelamatkan perekonomian kita. Saya tidAk segan-segan memberikan peringatan bagi mereka yang sama sekali tidak punya hati dengan menaikkan ongkos produksi baik barang dan jasanya, yang melebihi kepatutan," tegasnya




.
mainin pasar, mainin rakyat.... 