666
IndoForum Junior B
- No. Urut
- 19114
- Sejak
- 19 Jul 2007
- Pesan
- 2.522
- Nilai reaksi
- 67
- Poin
- 48
SBY Ditantang Cuci Piring Soeharto
JAKARTA - Keluh kesah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal cuci piring kesalahan masa lalu kembali ditanggapi Fraksi PDIP DPR. Menurut fraksi oposisi pemerintah itu, pernyataan SBY tersebut hanya pembelaan.
"Saya tantang, Pak SBY berani cuci piring," ujar pimpinan FPDIP Aria Bima di Jakarta kemarin.
Menurut dia, SBY ada pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Saat itu dia menjabat Menko Polkam. SBY juga menjadi bagian pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan jabatan Mentamben. "Jangan lupa, SBY juga punya jabatan pada masa Soeharto. Jadi, yang dimaksud cuci piring oleh SBY itu piring yang mana," kata Aria.
Kalau serius mau cuci piring, SBY diminta tegas membereskan semua persoalan masa lalu. Tidak hanya persoalan korupsi pada masa Megawati atau Gus Dur. Demikian juga, persoalan korupsi dan kejahatan kemanusiaan era Soeharto. "Berani nggak SBY cuci piring korupsi Soeharto, kejahatan HAM 1965, kasus Priok, dan sebagainya," tandas lulusan Fisipol UGM Jogjakarta itu.
Dia menjelaskan, cuci piring tidak mungkin bersih kalau yang mencuci juga bagian dari masa lalu. Apalagi, menggunakan cuci sabun yang tidak bersih. "Yang dikatakan presiden hanya apologi dan kekanak-kanakan karena dia tidak mampu dan mau membereskan kasus korupsi secara tuntas," kilahnya.
Kalau SBY serius membereskan kasus korupsi masa lalu, lanjut vokalis Komisi VI DPR itu, presiden harus menciptakan iklim terbentuknya pemerintahan yang bersih. Caranya, membuka semua kekayaan yang diperoleh, baik masa sekarang maupun ketika menjabat pada masa lalu.
"Pemimpin harus memberikan contoh. Berani nggak presiden mempersilakan auditor independen meneliti semua kekayaan yang dimiliki SBY dan dipublikasikan secara luas ke rakyat," tantang Aria.
FPDIP, lanjut dia, menghargai adanya penindakan korupsi pada masa SBY. Tapi, yang dilakukan pemerintah masih tebang pilih dan tidak tuntas. "Tidak ada iklim yang diciptakan SBY sehingga semua aparatur negara tidak melakukan korupsi," tandasnya.
Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir juga menyarankan agar Presiden SBY lebih fokus memberantas korupsi. Tidak usah menggunakan istilah cuci piring segala. Itu malah kontraproduktif. "Tidak jelas siapa yang pesta dan piring siapa yang mesti dicuci," katanya. (adb)
sumber : http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=315054
JAKARTA - Keluh kesah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal cuci piring kesalahan masa lalu kembali ditanggapi Fraksi PDIP DPR. Menurut fraksi oposisi pemerintah itu, pernyataan SBY tersebut hanya pembelaan.
"Saya tantang, Pak SBY berani cuci piring," ujar pimpinan FPDIP Aria Bima di Jakarta kemarin.
Menurut dia, SBY ada pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Saat itu dia menjabat Menko Polkam. SBY juga menjadi bagian pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan jabatan Mentamben. "Jangan lupa, SBY juga punya jabatan pada masa Soeharto. Jadi, yang dimaksud cuci piring oleh SBY itu piring yang mana," kata Aria.
Kalau serius mau cuci piring, SBY diminta tegas membereskan semua persoalan masa lalu. Tidak hanya persoalan korupsi pada masa Megawati atau Gus Dur. Demikian juga, persoalan korupsi dan kejahatan kemanusiaan era Soeharto. "Berani nggak SBY cuci piring korupsi Soeharto, kejahatan HAM 1965, kasus Priok, dan sebagainya," tandas lulusan Fisipol UGM Jogjakarta itu.
Dia menjelaskan, cuci piring tidak mungkin bersih kalau yang mencuci juga bagian dari masa lalu. Apalagi, menggunakan cuci sabun yang tidak bersih. "Yang dikatakan presiden hanya apologi dan kekanak-kanakan karena dia tidak mampu dan mau membereskan kasus korupsi secara tuntas," kilahnya.
Kalau SBY serius membereskan kasus korupsi masa lalu, lanjut vokalis Komisi VI DPR itu, presiden harus menciptakan iklim terbentuknya pemerintahan yang bersih. Caranya, membuka semua kekayaan yang diperoleh, baik masa sekarang maupun ketika menjabat pada masa lalu.
"Pemimpin harus memberikan contoh. Berani nggak presiden mempersilakan auditor independen meneliti semua kekayaan yang dimiliki SBY dan dipublikasikan secara luas ke rakyat," tantang Aria.
FPDIP, lanjut dia, menghargai adanya penindakan korupsi pada masa SBY. Tapi, yang dilakukan pemerintah masih tebang pilih dan tidak tuntas. "Tidak ada iklim yang diciptakan SBY sehingga semua aparatur negara tidak melakukan korupsi," tandasnya.
Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir juga menyarankan agar Presiden SBY lebih fokus memberantas korupsi. Tidak usah menggunakan istilah cuci piring segala. Itu malah kontraproduktif. "Tidak jelas siapa yang pesta dan piring siapa yang mesti dicuci," katanya. (adb)
sumber : http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=315054
