• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita SBC, Jalan Jensud Diusulkan Jadi Venue SBC 6

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
chASU.jpg
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo melirik Koridor Jenderal Sudirman (Jensud) sebagai salah satu opsi penyelenggaraan Solo Batik Carnival (SBC) 6. Event budaya yang menampilkan keindahan batik ini rencananya digelar 29 Juni.

Kepala Disbudpar Solo, Widdi Srihanto, saat ditemui wartawan di Balaikota, Selasa (19/3/2013), mengatakan dirinya bersama panitia akan menjajaki kemungkinan Jensud menjadi venue SBC. Menurutnya, Koridor Jensud bisa memberi warna baru bagi pergelaran SBC.

“Semua opsi masih didalami, termasuk Jensud. Yang penting lokasi baru nanti tetap bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Jika menggunakan Koridor Jensud, imbuhnya, peserta bisa memulai karnaval dari Balaikota. Dia mengakui pengalihan venue ke Jensud berkonsekuensi mengurangi panjang karnaval. Namun Widdi menyebut hal itu tak masalah sepanjang panitia bisa mengonsep sajian yang enak ditonton. “Kalau panjang tapi sulit dinikmati sama saja,” ucapnya.

Meski agenda pergelaran semakin dekat, pihaknya mengklaim belum diberi paparan konsep dari panitia. Pihaknya berharap panitia bisa menyerahkan konsep matang maksimal awal Mei. Pasalnya, Widdi menyebut panitia masih membutuhkan waktu untuk mencari danang sponsor.

Diketahui, Pemkot hanya mengucuri danang stimulan sebesar Rp100 juta. “Kalau hanya mengandalkan danang Pemkot susah. Kami harap panitia bergerak cepat,” tuturnya.

Disinggung mengenai tema SBC tahun ini, pihaknya tetap mengusung tema besar wayang. Agar tidak terjadi stagnansi dari tahun sebelumnya, Widdi mendorong panitia kreatif mencari terobosan baru. Pihaknya juga membebaskan SBC komersial untuk mendukung danang kreatif pementasan. “Yang penting semangat pelestarian budayanya tetap ada,” tegasnya.

Manajemen Penonton

Lebih jauh, manajemen penonton SBC hingga kini masih menjadi pemikiran. Hingga perhelatan kelimanya tahun lalu, manajemen penonton SBC terbukti masih karut marut. Selain penonton susah diatur, banyak taman di sepanjang Jl Slamet Riyadi yang rusak setelah kegiatan.

Widdi mengungkapkan, sebenarnya sudah ada terobosan untuk mengatur penonton, yakni mengadakan panggung sederhana di sekitar venue. “Jadi ada tempat duduk portable-nya. Sayang danang Pemkot tidak mencukupi.”

Pejabat humas Yayasan SBC Solo, Quintanova Rizqino, mengaku masih terus melakukan pemantapan konsep bulan-bulan ini. Ditanya mengenai konsep tema yang bakal diusung, Quinta belum mau menjawab. “Masih perlu pematangan,” ujarnya kepada Espos.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.