Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
ilustrasi pujaan hati/ sumber gambar: pixabay.com
Di zaman dulu, apalagi yg dulu sekali, masalah sayang adalah masalah nyata & ghaib. Tidak saja rasa sayang itu sendiri sulit di prediksi, kapan datang kapan hilang, kapan menyerang kapan diam diam ternyata sudah jatuh korban.
Cinta ternyata sudah di sangkut pautkan dengan geliat supranatural, jadi lahan kerja para orang "pintar", jadi bahan percobaan segala lelaku klenik & segudang ajian pelet & pengasihan.
Maka jadi gadis cantik di zaman dulu itu penuh resiko, lama menjomblo katanya nggak laku, umur lima belas hingga dua puluh belum nemu yg mau, dapat di gosipkan perawan tua
Tapi ketika ada pria jelek, berhidung pesek, bertubuh pendek, tetapi anak orang berada datang menyatakan sayang & harap mengajukan pinangan, derita para gadis di zaman dulu dapat jadi tengah mencapa ambang kritis luar biasa.
Menolak sayang pria tersebut, berarti menyatakan perang.
Di terima tetapi koq hati & perasaan memang sulit di paksakan. apalagi kalau prianya tipikal pria penodong, belum apa-apa sudah tebar ancaman, " sayang di tolak, dukun bertindak" Gadis mana yg tidak ketar-ketir mendengar ancaman.
Dan akhirnya jadi seperti lingkaran setan, ada anak gadis sulit jodoh atau penyakitan setelah beberapa kali menolak lamaran sayang beberapa orang pria yg tidak di sukai, isu segera berkembang bahwa anak gadis tersebut terkena guna- guna atau santet dari dukun yg di sewa oleh pria yg di tolak sayangnya.
Dukun lagi, mistik lagi. Begitulah kira-kira kebanyakan persoalan sayang & asmara di zaman bahoela. Cinta di tolak, dukun bertidak.
Tidak punya uang untuk order jasa dengan paranormal, dapat coba lelaku puasa & tirakat menguasai ajian pelet & pengasihan.
CINTA DI TOLAK, DUKUN TIDAK BERTINDAK
Dukun mistik/ sumber ilustrasi: pixabay.com
Beda zaman, beda juga cara pandang tentang persayangan. Majunya teknologi merubah pikiran manusia untuk menyikapi sebuah peristiwa. Orang sekarang lebih suka berpikir realistis dalam segala hal, tak terkecuali dalam urusan memperebutkan tambatan hati.
Anak gadis sekarang sudah punya keberanian lebih untuk menolak sayang & pinangan, istilah "Lelaki menang milih", kini di balas oleh kaum cewek dengan semboyan tak kalah sangar" perempuan menang menolak". Urusan mistik? Anak gadis sekarang tidak terlalu memusingkan.
Dan entah karena pemikiran sudah maju, atau pencerahan beragama yg semakin berkembang, para pria sekarang jarang melirik hal klenik untuk membalas sakit hati karena penolakan sayang yg di terima. Ini sungguh peradaban menggembirakan bagi kaum adam di dunia.
Jika alasan utama kaum pria lebih menyandarkan tuntunan agama dalam urusan sayang, ini adalah berkah. Atau sesungguhnya lelaki zaman sekarang malas mengpakai jasa paranormal untuk meluluhkan hati sang pujaan, karena jasa paranormal sekarang banyak yg bertarif dolar, alias mahal. Belum lagi sekarang banyak berkeliaran dukun sakti abal abal, dapat makin runyam dunia persayangan & perdukunan.
"Cinta di tolak, dukan tidak bertindak" akhirnya jadi rumus baru kaum lelaki dalam mengejar sayang. Malu kepada astronot yg sudah hingga kebulan.
Maka kalau di zaman ini ada berita seorang pria patah hati lalu manjat menara sutet, dapat jadi pria tersebut tengah mengalami dua hal, lemah iman, atau tidak punya duit untuk memahari ajian pelet dari mbah dukun, atau dapat jadi dia tengah di landa krisis percaya diri yg meruntuhkan nyali.
Semoga bermanfaat tulisan receh ini.
Salam. Hari ini 07:30