• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Saya Muallaf Dari Orang Tua Berbeda Agama.

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Micros
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Micros

IndoForum Newbie F
No. Urut
175763
Sejak
25 Jun 2012
Pesan
3
Nilai reaksi
0
Poin
1
Hello. :)

Saya lahir dari orang tua yang berbeda agama, ayah saya kristen dan ibu saya adalah muslim.

Sewaktu kecil saya termasuk orang yang rajin ke gereja dalam hal bergaul saya bukan termasuk orang yang pandai bergaul bahkan bisa dibilang pemalu (sampai sekarang). Sekalipun saya memiliki orang tua yang berbeda agama saya tetap bersyukur karena itu yang menyebabkan saya lebih menghargai perbedaan terutama dalam hal agama. Dulu sewaktu saya masih beragama kristen saya tidak pernah membenci islam atau agama yang lainnya.

Yang membuat saya tidak membenci islam adalah karena ibu saya memperkenalkan islam itu seperti apa dan sejak itulah saya tertarik mempelajari agama islam.Sewaktu saya masih SD saya belajar islam (selain dengan ibu saya) juga belajar dengan teman2 saya muslim dan semakin saya memperlajari islam saya makin tertarik dengan agama islam.

Ayah saya sendiri tidak mengetahui jika saya masuk islam karena kalian bisa membayangkan seandainya ayah saya tau. Ibu saya meminta agar hal ini dirahasiakan supaya tidak menimbulkan konflik dalam rumah tangga dan sampai sekarang pun saya masih merahasiakannya. Saya sangat senang bisa masuk agama islam karena sejak saya masuk islam saya merasa menjadi lebih baik. Dalam mempelajari islam saya agak kesulitan karena ruang gerak saya sempit karena ayah saya berbeda keyakinan. Akan tetapi, itu tidak pernah menyurutkan saya dalam mempelajari islam dengan berbagai cara saya berusaha mencari celah dan mempertahankan iman saya dari syetan yang ingin menjauhkan saya dari Allah SWT.

Saya merasa sangat beruntung dan berterimakasih kepada Allah SWT karena bisa masuk agama islam. Kenapa ? Karena menurut saya agama merupakan hal yang sangat menentukan kehidupan, yang ada didalam pikiran saya adalah "seandainya saya salah pilih agama maka habislah saya di dunia dan akhirat" itulah kenapa saya merasa sangat berterimakasih kepada Allah SWT.

Saya sendiri termasuk orang yang sangat suka introspeksi diri pada saat ada waktu luang biasanya saya memikirkan apa yang saya lakukan di masa lalu dan tidak jarang saya merasa malu karena telah berbuat hal buruk, dan ketika itu saya pernah menangis karena saya merasa sangat buruk dan Allah masih mau mengampuni saya.

Saya mempunyai kakak yang juga seorang muallaf seperti saya, saya akui dalam hal beribadah dan lain-lain dia lebih rajin dari saya. Ini merupakan tantangan bagi saya bagaimana mencari celah sambil mempertahankan iman dan bertobat sungguh2, saya masih ingat ketika kakak saya mau sholat dia selalu menyindir saya bahkan saya masih ingat salah satu sindirannya sewaktu selesai sholat berjamaah dia bilang "kalo dia (saya) itu sholatnya setahun sekali" sambil tertawa. Saya tidak mengelak dan harus saya akui itu tapi alhamdulillah saya sekarang sedang berusaha untuk bertobat sungguh2 karena saya tidak mau masuk neraka apalagi sampai kekal di dalam neraka.

Waktu berlalu, tiba sudah saat liburan akhir semester dan saya pulang kampung untuk bertemu keluarga saya. Dan saya sudah berjanji minimal ketika libur sudah usai saya harus bisa melaksanakan hal2 yang wajib dalam islam seperti sholat dan lain-lain.Ketika berhari2 sudah pulang kampung saya mendapati hal yang tidak biasa, Kakak saya yang dulu sholat dan puasanya lebih baik dari saya tiba2 selama saya di rumah nenek saya dia tidak pernah sholat lagi bahkan cenderung menghindar. Saya sempat kaget dengan perubahan drastis itu padahal saya ingin cepat2 kuliah agar saya bisa mempelajari islam dengan lebih bebas. Beberapa hari kemudian ibu saya mendapati ada alkitab (sebelumnya saya juga lihat tapi saya kira cuma untuk tugas kuliah) saat ditanya ibu saya apakah kakak saya kembali ke agama kristen kakak saya diam dan berusaha menghindar dari pertanyaan itu.

Pada saat tengah malam saya terus berpikir apakah benar kakak saya murtad ? Keesokan harinya pada malam hari sepulang dari mengeprint tugas kuliah kakak saya, saya menunggu hingga kakak saya tidur lalu saya membuka laptop kakak saya alangkah terkejutnya saya ketika melihat history pada browsernya mengarah pada link2 yang menghina Nabi Muhammad SAW dan hal2 yang berkaitan dengan kesaksian murtadin. Sejak saat itu saya tidak bisa berbuat apa2 karena saya tidak bisa memaksa dia kembali masuk ke agama islam, saya merasa sendiri kemudian saya sadar bahwa kita kelak akan sendiri juga sendiri yang dimaksud adalah seandainya orang tua anda masuk surga belum tentu anda masuk surga karena anda melakukan suatu perbuatan di hidup ini secara individu, keputusan yang anda buat adalah keputusan individu dan secara individu jugalah anda akan diminta pertanggungjawaban akan perbuatan anda kelak.

Mohon maaf seandainya ada sesuatu hal dalam thread saya ini yang menyinggung, saya tidak memiliki maksud untuk menyinggung siapa2.
Doakanlah agar tobat saya dapat diterima dan saya akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa kembali ke jalan yang benar, sekian dan terima kasih. :)
 
Ahlan wa sahlan, ya Akhi. Pilihan antum sudah benar. Semoga Allah memberikan rahmat dan kekuatan untuk tetap istiqomah.
 
subhanallah...menarik sekali ceritanya.:)
 
subhanallah... sesungguhnya Allah adalah yang Maha Pengasih, Maha Agung, Maha Pengampun dan Maha Mengetahui... dan mudah''an taubat Anda diterima di sisi-Nya..Amin..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.