yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya mengakui telah menerima laporan terdapat seorang warga yang diduga terjangkit virus tersebut.
"Kami mendapat laporan bahwa ada satu pasien yang diduga terjangkit virus MERS. Dia dirujuk ke ruang isolasi RSUP Sanglah," ujar Suarjaya di Denpasar, Selasa malam, 6 Mei 2014.
Dari riwayat medis, AS pernah berkonsultasi ke RSU Surya Husada Denpasar. Gejala yang dialami adalah sesak napas, batuk sejak empat hari lalu disertai demam mencapai 36 derajat Celcius. Dari gejala itu, ditambah riwayat jika ia pernah mengungunjungi Arab Saudi, di mana virus ini berkembang biak, maka ia diduga terjangkit virus tersebut.
"Atas kecurigaan ini, pasien kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah untuk menjalani rawat inap di ruang isolasi," katanya.
Meski virus baru yang tengah mewabah, namun pemerintah belum mengeluarkan travel warning kepada warganya untuk tidak bepergian ke luar negeri, khususnya negara-negara yang merebak virus MERS.
Sebelumnya, pasien terduga terjangkit virus MERS pertama kali di Bali yang dirawat merupakan warga asal Arab Saudi. Pasien kedua adalah warga Bali yang memiliki riwayat umrah sebelum sakit. Namun akhirnya setelah diperiksa secara menyeluruh keduanya dinyatakan negatif.
Sementara itu, virus MERS-CoV merupakan jenis baru dari kelompok Coronavirus (Novel Corona Virus). Virus ini pertama kali dilaporkan pada September 2012 di Arab Saudi.
MERS-CoV merupakan penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari sesak ringan hingga berat. Gejalanya adalah demam, batukm dan sesak napas akut. Virus ini dapat menular antar-manusia secara terbatas.
Saat ini, terdapat sembilan negara yang telah melaporkan kasus MERS-CoV yakni Perancis, Italia, Jordania, Qatar, Arab Saudi, Tunisia, Jerman, Inggris dan Uni Emirat Arab.