Samantha
IndoForum Senior B
- No. Urut
- 43737
- Sejak
- 17 Mei 2008
- Pesan
- 6.450
- Nilai reaksi
- 157
- Poin
- 63
![]()
Satu Badan Dua Kepala
KESHOBPUR - Begitu berita kelahiran bayi laki-laki berkepala dua menyebar, lebih dari 150 ribu orang (lima kali lipat kapasitas penonton Stadion Tambaksari Surabaya) memadati rumah sakit di Jessore, Bangladesh, kemarin (27/8).
Begitu antusiasnya warga untuk menyaksikan keajaiban itu dengan mata kepala sendiri, pihak rumah sakit sampai kewalahan. Polisi antihuru-hara langsung dikerahkan untuk mengendalikan massa yang berebut ingin melihat bayi bernama Kiron tersebut.
"Sebelum massa bertambah banyak dan berita kian menyebar, kami memanggil polisi untuk berjaga-jaga selama 24 jam di rumah sakit," ujar ginekolog Mohamad Badul Bari yang mewakili rumah sakit itu.
Si mungil yang menghebohkan tersebut akhirnya dipindahkan ke rumah sakit lain. Otoritas setempat khawatir jiwa Kiron yang lahir di klinik itu terancam jika tidak bisa segera dipindah ke rumah sakit yang lebih aman dan lengkap. Pasalnya, kerumunan massa semakin memenuhi jalan dan menghalangi pemindahan. Jika hal tersebut terjadi, dikhawatirkan ibu dan bayi itu celaka.
Ribuan orang yang datang dari berbagai penjuru Bangladesh tersebut memang sangat penasaran. Ketika tidak bisa melihat Kiron, mereka jadi frustrasi. Bisa dimaklumi mengapa mereka ngotot ingin melihat bayi berkepala dua itu. Sebab, di masa lalu masyarakat Bangladesh dan India yakin bahwa bayi yang lahir tidak normal adalah titisan Tuhan.
Menurut Bari, meski berkepala dua, Kiron hanya memiliki satu perut dan satu alat kelamin. Anggota badan lainnya lengkap. "Dia bisa makan secara normal dengan dua mulut itu," jelasnya.
Bari menambahkan, bayi berkepala dua tersebut berasal dari satu embrio. Tapi, pembentukannya tak sempurna. Klinik belum bisa memastikan bagaimana fungsi organ-organ penting si bayi. Yang jelas, hingga kemarin Kiron yang lahir lewat operasi caesar di Keshobpur, 100 mil dari Dhaka, itu sehat.
Dokter berusaha agar bayi berbobot 5,5 kilogram tersebut bisa bertahan hidup. Karena itu, mereka mengawasi dengan ketat perkembangan Kiron. Jika diperlukan, Kiron dan ibunya yang berusia 22 tahun tersebut akan dipindah ke rumah sakit lain yang lebih besar di dekat Jessore.(dailymail/erm/ami)
Sumber: Jawa Pos
Lagi-lagi....

Uang bantuan ajah gak cukup untuk menjamin keselamatan bayi ini. Butuh dokter yang benar-benar bisa.

Seep wa juga setuju...

