yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Dalam foto yang dirilis Departemen Pertahanan Korea Selatan, terlihat prajurit AL Korsel tengah mengangkut sisa-sisa roket Korut yang jatuh di Laut Kuning.
AS dan sejumlah sekutunya di Asia mengakui bahwa Korea Utara, Rabu (12/12) lalu, sukses menempatkan sebuah benda ke orbit. Negara komunis itu mengatakan, satelit itu berfungsi untuk mengamati bumi dan menayangkan lagu-lagu patriotik.
Jonathan McDowell dari Harvard-Smithsonian Centre for Astrophysics mengatakan, satelit itu memang berada di orbit tetapi tidak ada lagu-lagu yang dapat ddengar. "Sejauh pengetahuan kami, satelit tersebut tidak beroperasi," katanya. "Satelit (itu) ada di atas sana dan berputar-putar, hanya saja tidak dalam kondisi baik."
McDowell mengatakan tidak jelas apakah satelit itu, yang disebut Kwangmyongsong-3, pada awalnya bekerja dan apakah benda itu masih mungkin melakukan transmisi tetapi pada level yang terlalu lemah untuk dideteksi.
Namun ada tanda lain bahwa satelit tersebut bermasalah. McDowell mengatakan, pencahayaan satelit itu berfluktuasi. Itu berarti bahwa matahari menyinarinya pada sudut yang berbeda dan satelit tidak mengarah ke bumi sebagaimana mestinya.
Walau tidak berfungsi, satelit itu tetap di orbit. Situs komersial www.n2yo.com, Senin (17/12), melacak satelit itu saat mengorbit setidaknya 505 km di atas bumi, sesuai dengan pernyataan Korea Utara. "Hal-hal semacam ini sulit membuat perhitungan, tapi secara kasar, sebuah obyek dengan kepadatan seperti itu berada di ketinggian akan bertahan selama beberapa tahun," kata McDowell.
Kantor berita Koera Utara, Korean Central News Agency (KCNA) pekan lalu mengutip seorang ilmuwan yang mengatakan bahwa teknologi satelit itu "sempurna" dan bahwa satelit tersebut menyiarkan "Lagu tentang General Kim Il-Sung" dan "Lagu tentang Jenderal Kim Jong-Il", yang merujuk kepada pemimpin pertama dan kedua negara itu.
Peluncuran satelit tersebut terjadi beberapa hari sebelum ulang tahun kematian Kim Jong-Il. Putranya, Kim Jong-Un, yang menggantikannya sebagai pemimpin rezim, mengakui bahwa percobaan peluncuran satelit pada April lalu gagal.
Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang mengecam peluncuran terbaru itu. Para pejabat itu takut peluncuran tersebut merupakan uji coba terselubung bagi rudal balistik jarak jauh.