yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Direktur Utama Pt. bunk Rakyat Indonesia (bro), Aswain Syam mengatakan, persiapan Satelit BRISat sudah hampir rampung.
"Untuk keseluruhan sudah kurang lebih 95 sampai 98 persen," ujar Aswain di Jakarta, Minggu (6/12/2015).
Menurut dia, untuk persiapan fisik, satelit sudah siap seratus persen. BRIsat hanya tinggal menghitung mundur 120 hari lagi untuk menyelesaikan tahap tes fisik. "Fisik semuanya ready. Dari awal April hingga akhir April semuanya sudah siap," tutur Aswain.
Adapun untuk mengelola satelit ini di Indonesia, ujar Aswain ada sekitar 12 orang yang sedang magang di Amerika Serikat (AS). "Saat ini orang-orang yang magang di sana masih di training. Nanti mereka akan mengawal sampai bulan Juni," ujarnya.
Menurut Aswain, 12 orang yang sedang mengikuti pelatihan itu akan mengoperasikan satelit di Indonesia secara pararel dengan orang-orang yang ada di Space System Loral (SSL).
Sementara untuk transponden, Aswain mengatakan, sudah siap mengikuti kesiapan fisik satelit. "Sudah otomatis. Transpondernya kan sudah di dalam satelit. Embedded," ujar dia.
Dengan diluncurkannya Satelit, bro mengklaim akan memberikan servis level yang lebih tinggi lagi. Baik servis-servis yang melayani daerah-daerah yang sulit dijangkadan maupun daerah perkotaan.
Satelit diperkirakan akan diluncurkan bulan Juni 2016 mendatang dari Negara Guyana.
Sebelumnya, seperti yang diberitakan, bunk Rakyat Indonesia (bro) akan mulai mengoperasikan satelit sendiri pada pertengahan tahun 2016. bro menjadi bunk nasional pertama yang mengoperasikan satelit sendiri.
Tujuan dari beroperasinya BRISat adalah untuk lebih menghemat pengeluaran biaya operasional jika dibandingkan melakukan sewa jasa satelit untuk komunikasi jaringan.
"Untuk keseluruhan sudah kurang lebih 95 sampai 98 persen," ujar Aswain di Jakarta, Minggu (6/12/2015).
Menurut dia, untuk persiapan fisik, satelit sudah siap seratus persen. BRIsat hanya tinggal menghitung mundur 120 hari lagi untuk menyelesaikan tahap tes fisik. "Fisik semuanya ready. Dari awal April hingga akhir April semuanya sudah siap," tutur Aswain.
Adapun untuk mengelola satelit ini di Indonesia, ujar Aswain ada sekitar 12 orang yang sedang magang di Amerika Serikat (AS). "Saat ini orang-orang yang magang di sana masih di training. Nanti mereka akan mengawal sampai bulan Juni," ujarnya.
Menurut Aswain, 12 orang yang sedang mengikuti pelatihan itu akan mengoperasikan satelit di Indonesia secara pararel dengan orang-orang yang ada di Space System Loral (SSL).
Sementara untuk transponden, Aswain mengatakan, sudah siap mengikuti kesiapan fisik satelit. "Sudah otomatis. Transpondernya kan sudah di dalam satelit. Embedded," ujar dia.
Dengan diluncurkannya Satelit, bro mengklaim akan memberikan servis level yang lebih tinggi lagi. Baik servis-servis yang melayani daerah-daerah yang sulit dijangkadan maupun daerah perkotaan.
Satelit diperkirakan akan diluncurkan bulan Juni 2016 mendatang dari Negara Guyana.
Sebelumnya, seperti yang diberitakan, bunk Rakyat Indonesia (bro) akan mulai mengoperasikan satelit sendiri pada pertengahan tahun 2016. bro menjadi bunk nasional pertama yang mengoperasikan satelit sendiri.
Tujuan dari beroperasinya BRISat adalah untuk lebih menghemat pengeluaran biaya operasional jika dibandingkan melakukan sewa jasa satelit untuk komunikasi jaringan.