Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hola Agan & Sista! Selamat pagi, siang, sore & malam bagi Gansis di seluruh dunia! Kali ini, ane bakal bahas seputar sasis tronton Hino nih Gansis serta potensinya untuk didatangkan di Indonesia.
sumber gambar
Merk-merk terbesar yg bermain di dunia per-bus-an Indonesia sendiri ada 3 merk utama, Hino, Mercedes & Scania, & untuk bus medium ada Mitsubishi serta untuk bus tronton Volvo pun juga cukup populer.
Namun, cuma Mercedes, Scania & Volvo yg menjual sasis bus tronton secara resmi di Indonesia. Sementara, Hino masih belum menjual sasis tronton-nya di Indonesia.
sumber gambar
Sasis tronton sendiri merupakan sasis bus dengan konfigurasi 6x2, dengan 3 axle utama, biasanya memiliki suspensi udara yg dapat diatur ketinggian & kerendahannya. Serta, sasis tronton pada bus biasanya memiliki satu axle paling belakang yg dipakai sebagai axle untuk berbelok guna mengurangi radius putar bus.
Market sasis tronton di Indonesia sebenarnya tidak sebesar bus double axle biasa, karena sasis tronton lebih jarang terlihat, jauh lebih sering terlihat truk triple axle dibanding bus triple axle.
sumber gambar
Sasis tronton harganya lumayan jauh kalau dibandingkan dengan sasis biasa dengan kasta kelas atas seperti Scania K360IB atau Mercedes O500R 1836, hal ini dikarenakan memang komponen sasis tronton lebih banyak.
Selain itu, untuk medan ekstrim sasis tronton memang memiliki mesin lebih powerful dengan torsi melebihi 1850nm, namun kurang tangguh sebab resiko axle tengah yg berfungsi sebagai roda penggerak mengalami "gantung" (kekurangan khas konfigurasi penggerak 6x2 atau 8x2) jauh lebih tinggi.
sumber gambar
Secara penjualan pun sebenarnya lumayan jauh kalau dibandingkan dengan sasis sekelas 1626 atau RK8, yg merupakan volume maker Hino. RK8 sendiri memiliki penjualan yg paling top di kelasnya, diikuti AK8 pula.
Sebenarnya ane nilai pabrik siap untuk memproduksi sasis, namun belum untuk memproduksi beberapa komponen lainnya. AK8, RK8 & RN 285 sendiri memiliki sasis yg sama dengan beberapa truk Hino lain, serta mengpakai mesin J08E yg lagi-lagi juga sama.
sumber gambar
Jika harap memproduksi bus triple axle, tentu tidak dapat mengpakai mesin J08E lagi, opsi lain ada mesin P11C yg dipakai di truk tractor head Hino dengan tenaga 350PS & torsi 134kgm. Namun tenaga tersebut masih kurang untuk sebuah bus triple axle, ane tidak tahu apakah kalau di-tweak, ganti setingan ECU, diberi update & lain-lain apakah mencukupi kebutuhan tenaga & torsi untuk bus triple axle mengingat bus triple axle tenaga & torsinya jauh lebih besar. Belum lagi efisiensi, belum tentu mesin P11C ini efisien.
Opsi lainnya, ada juga mesin E13C milik Profia yg tenaganya sudah 410PS dengan torsi superjumbo 204nm. Namun, karena dirancang untuk truk heavy duty seperti Profia, kemungkinan akbar dibanding mesin P11C versi bus triple axle, mesin E13C tidak akan efisien, disamping juga Profia masih CBU artinya mesin & komponen lain masih didatangkan dari luar negeri.
sumber gambar
Hino RM sekarang mengpakai mesin E13C juga. Namun, nyatanya RM konsumsi BBMnya sangat-sangat-amat boros sekali. Apalagi kalau dipakai di sasis triple axle, akan lebih boros lagi bahkan mungkin paling irit cuma mentok 1:1.
Image Hino juga tidak sebagus Mercedes, Scania atau Volvo. Mercedes diketahui dengan pabrikan Jerman pembuat mobil mewah serta bus-bus yg sudah cukup legendaris, Scania memiliki image pembuat bus atau truk mewah, Volvo mempunyai image safetynya yg luar biasa, serta mobil-mobilnya yg supernyaman. Hino terkenal sekali dengan pembuat truk & bus "perang" yg reliable & tangguh, namun tidak ada image mewah, safety atau lainnya. Ini menciptakan penumpang lebih memilih Scania, Mercedes atau Volvo, & tidak memilih Hino sebab masalah image.
sumber gambar
Namun, sebenarnya kalau pemasarannya benar, ane perkiraan sasis tronton pabrikan berlogo "H" ini akan laku layaknya 2542, K410IB atau Volvo B11R. Jika dijual sekarang pastinya tidak laku sebab ada faktor pandemi.
Sebenarnya Hino masih mempertimbangkan dengan hati-hati, akan memasukkan & memproduksi sasis triple axle di Indonesia atau tidak. Sebab Hino lebih fokus ke "volume maker". Tapi kalau jawabnnya ya, ane perkiraan pasti harganya lebih murah dibanding kompetitornya.
sumber gambar
Nah, itulah isi thread ane yg membahas seputar bus triple axle Hino. Jadi, bagaimana pendapat Gansis seputar thread ini? Oh iya, ane akan sangat berterima kasih apabila Gansis mengkreksi informasi di thread ini yg salah!
Sumber:Opini Pribadi
Narasi: Opini Pribadi
Pic: Terlampir
Disclaimer: Thread ini tak bertujuan untuk mempromosikan ataupun menjatuhkan siapapun.
Original Written By:@ulungrinjani
Hari ini 05:19
Merk-merk terbesar yg bermain di dunia per-bus-an Indonesia sendiri ada 3 merk utama, Hino, Mercedes & Scania, & untuk bus medium ada Mitsubishi serta untuk bus tronton Volvo pun juga cukup populer.
Namun, cuma Mercedes, Scania & Volvo yg menjual sasis bus tronton secara resmi di Indonesia. Sementara, Hino masih belum menjual sasis tronton-nya di Indonesia.
Sasis tronton sendiri merupakan sasis bus dengan konfigurasi 6x2, dengan 3 axle utama, biasanya memiliki suspensi udara yg dapat diatur ketinggian & kerendahannya. Serta, sasis tronton pada bus biasanya memiliki satu axle paling belakang yg dipakai sebagai axle untuk berbelok guna mengurangi radius putar bus.
Market sasis tronton di Indonesia sebenarnya tidak sebesar bus double axle biasa, karena sasis tronton lebih jarang terlihat, jauh lebih sering terlihat truk triple axle dibanding bus triple axle.
Sasis tronton harganya lumayan jauh kalau dibandingkan dengan sasis biasa dengan kasta kelas atas seperti Scania K360IB atau Mercedes O500R 1836, hal ini dikarenakan memang komponen sasis tronton lebih banyak.
Selain itu, untuk medan ekstrim sasis tronton memang memiliki mesin lebih powerful dengan torsi melebihi 1850nm, namun kurang tangguh sebab resiko axle tengah yg berfungsi sebagai roda penggerak mengalami "gantung" (kekurangan khas konfigurasi penggerak 6x2 atau 8x2) jauh lebih tinggi.
Secara penjualan pun sebenarnya lumayan jauh kalau dibandingkan dengan sasis sekelas 1626 atau RK8, yg merupakan volume maker Hino. RK8 sendiri memiliki penjualan yg paling top di kelasnya, diikuti AK8 pula.
Sebenarnya ane nilai pabrik siap untuk memproduksi sasis, namun belum untuk memproduksi beberapa komponen lainnya. AK8, RK8 & RN 285 sendiri memiliki sasis yg sama dengan beberapa truk Hino lain, serta mengpakai mesin J08E yg lagi-lagi juga sama.
Jika harap memproduksi bus triple axle, tentu tidak dapat mengpakai mesin J08E lagi, opsi lain ada mesin P11C yg dipakai di truk tractor head Hino dengan tenaga 350PS & torsi 134kgm. Namun tenaga tersebut masih kurang untuk sebuah bus triple axle, ane tidak tahu apakah kalau di-tweak, ganti setingan ECU, diberi update & lain-lain apakah mencukupi kebutuhan tenaga & torsi untuk bus triple axle mengingat bus triple axle tenaga & torsinya jauh lebih besar. Belum lagi efisiensi, belum tentu mesin P11C ini efisien.
Opsi lainnya, ada juga mesin E13C milik Profia yg tenaganya sudah 410PS dengan torsi superjumbo 204nm. Namun, karena dirancang untuk truk heavy duty seperti Profia, kemungkinan akbar dibanding mesin P11C versi bus triple axle, mesin E13C tidak akan efisien, disamping juga Profia masih CBU artinya mesin & komponen lain masih didatangkan dari luar negeri.
Hino RM sekarang mengpakai mesin E13C juga. Namun, nyatanya RM konsumsi BBMnya sangat-sangat-amat boros sekali. Apalagi kalau dipakai di sasis triple axle, akan lebih boros lagi bahkan mungkin paling irit cuma mentok 1:1.
Image Hino juga tidak sebagus Mercedes, Scania atau Volvo. Mercedes diketahui dengan pabrikan Jerman pembuat mobil mewah serta bus-bus yg sudah cukup legendaris, Scania memiliki image pembuat bus atau truk mewah, Volvo mempunyai image safetynya yg luar biasa, serta mobil-mobilnya yg supernyaman. Hino terkenal sekali dengan pembuat truk & bus "perang" yg reliable & tangguh, namun tidak ada image mewah, safety atau lainnya. Ini menciptakan penumpang lebih memilih Scania, Mercedes atau Volvo, & tidak memilih Hino sebab masalah image.
Namun, sebenarnya kalau pemasarannya benar, ane perkiraan sasis tronton pabrikan berlogo "H" ini akan laku layaknya 2542, K410IB atau Volvo B11R. Jika dijual sekarang pastinya tidak laku sebab ada faktor pandemi.
Sebenarnya Hino masih mempertimbangkan dengan hati-hati, akan memasukkan & memproduksi sasis triple axle di Indonesia atau tidak. Sebab Hino lebih fokus ke "volume maker". Tapi kalau jawabnnya ya, ane perkiraan pasti harganya lebih murah dibanding kompetitornya.
Nah, itulah isi thread ane yg membahas seputar bus triple axle Hino. Jadi, bagaimana pendapat Gansis seputar thread ini? Oh iya, ane akan sangat berterima kasih apabila Gansis mengkreksi informasi di thread ini yg salah!
Sumber:Opini Pribadi
Narasi: Opini Pribadi
Pic: Terlampir
Disclaimer: Thread ini tak bertujuan untuk mempromosikan ataupun menjatuhkan siapapun.
Original Written By:@ulungrinjani