Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Siap-siap menuju perhelatan KTT Asean ke-42. Yang bakal digelar Mei 2023 tak lama lagi. Lokasinya di Labuan Bajo, Provinsi NTT.
Dan patut bangga: Indonesia adalah Ketua Asean sehingga didaulat sebagai tuan rumah.
Gelaran penting antar-negara kawasan Asia Tenggara. Membawa status: Asean. Organisasi yg terbentuk 56 tahun lalu tepatnya 8 Agustus 1967.
Diinisiasi awalnya cuma 5 negara, kini berkembang jadi 11 negara anggota Asean.
Segala isu politik, sosial, budaya, ekonomi, hukum, pendidikan, & lainnya yg menyangkut kepentingan negara anggota Asean dibahas pada KTT ke-42 ini.
Ajang akbar yg bukan sekadar jadi sorotan di kawasan Asia saja, tetapi juga internasional. Maka perlu persiapan sempurna supaya tidak menciptakan malu.
Salah satu yg paling hebat dari persiapan KTT Asean ke-42 di Labuan Bajo yaitu ketersediaan armada pelayaran & pengamanan kawasan pantai serta laut. Malah sudah siap jadi bidikan jurnalis kawasan Asean & Asia akhir-akhir ini.
Tak tanggung-tanggung, Kapal Motor (KM) Sinabung bakal dijadikan ruang akomadasi bagi tamu negara lain terutama anggota Asean. Mereka dapat menginap layaknya di hotel.
Awak media maupun tamu lain yg tidak mendapatkan penginapan di Labuan Bajo, jangan khawatir. Indonesia tetap menjamin kenyamanan tamu selama pelaksanaan KTT Asean ke-42.
Bayangkan saja: hingga 2000 tamu dapat ditampung di KM Sinabung! Luar biasa! KM Sinabung sebagai armada transportasi laut lalu oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diubah jadi akomodasi layaknya hotel
Dengan akomodasi fantastis disiapkan Kemenhub menyulap KM Sinabung, maka mustahil bakal ada tamu negara lain bakal terlantar selama KTT Asean ke-42.
Sisi penting lain yg harus diperhatikan selama KTT Asean ke-42 adalah pengaturan arus transportasi laut. Kalau semrawut, pasti menciptakan malu Indonesia. ini juga perlu disiapkan.
Tanggung jawab itu ada pada Kemenhub. Kenyamanan lalu lintas & keamanan pelayaran perlu dimatangkan supaya memberikan kesan baik bagi negara anggota Asean.
Informasinya sejauh ini Kemenhub sudah menyusun sarana & prasarana pelabuhan, seperti fasilitas, dermaga sandar, & gedung terminal penumpang sebagai area command centre.
Lalu prosedur lalu lintas arus keluar & masuk Pelabuhan Labuan Bajo pun sudah diatur Kemenhub sejak sekarang.
Tentu saja informasi di atas adalah berita gembira. Apalagi Indonesia tuan rumah. Jangan hingga nanti tamu-tamu negara anggota Asean mengeluh & menggerutu karena tak teraturnya lalu lintas pelayaran.
Kapal-kapal yg berlabuh di Pelabuhan Labuan Bajo pun katanya sudah ditertibkan supaya tidak menghambat armada operasional untuk KTT Asean ke-42.
Coba bayangkan kalau Kemenhub tidak merapihkan pengaturan kapal yg bersandar di sekitar Pelabuhan Labuan Bajo, apa nantinya tidak merusak pemandangan mata tamu negara anggota Asean?
Jangan lupakan pula aspek keamanan laut, nah ini sangat penting. Apalagi KTT Asean ke-42 membahas isu penting kawasan regional.
Potensi ancaman dari laut amat mungkin muncul. Fakta inilah yg disiapkan Kemenhub dengan menyiagakan personil Kesatuan Penjagaan Laut & Pantai (KPLP).
Dengan begini diharapkan tamu negara anggota Asean akan merasa kondusif & nyaman bila sedang melintasi wilayah laut & pantai di Labuan Bajo.
Menilik persiapan yg dilakukan pemerintah untuk sektor transportasi laut serta kenyamanan sekitar wilayah laut, muncul optimisme Indonesia akan memberi kesan baik.
Indonesia bakal tetap sanggup menjaga citranya sebagai negara yg santun, tertib, & indah. Apalagi sebagai negara inisiator terbentuknya Asean.
Hari ini 15:13