roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Sudah pasti Anda rajin menggosok gigi dua kali sehari, tetapi kok masih sering bermasalah? Berikut ini cara menjaga kesehatan gigi dan gusi yang dapat membuat dokter gigi Anda senang.
1. Pilih sikat gigi lembut
Saran terbaik perawatan gigi dari David Kennedy, dokter gigi sekaligus penulis buku How to Save your Teeth, adalah memilih sikat gigi yang baik. Pilih sikat gigi yang lembut dan bulunya berujung bulat. Supaya lebih lembut, basahi dulu sikat gigi dengan air panas sebelum dipakai. Ganti sikat gigi setiap 2 bulan.
2. Sikat secara menyeluruh
“Sikat gigi pada sudut 45 derajat secara lembut. Sikat juga bagian akar dan gigi dengan gerakan memutar. Pastikan sikat gigi menyikat semua permukaan gigi,” kata dokter gigi holistik David Biles dari Santa Cruz, California. Jangan lupa sikat juga bagian lidah dan langit-langit. Kedua bagian ini adalah tempat favorit bakteri di mulut.
3. Sering dan lama
“Paling tidak, sikat gigi selama 2 menit 3 kali sehari,” kata Stanley Dintcho, dokter gigi dari San Fransisco, AS. “Anda harus menyikat gigi sesering itu karena bakteri berkembang secara eksponensial,” tambahnya. Dengan kata lain, selama 1 jam satu bakteri membelah menjadi 16 bakteri penyebab lubang gigi dalam rongga mulut.
4. Jangan lupa benang floss
Gunakan benang yang lembut dan bersih untuk membersihkan sela-sela gigi.
5. Pilih makanan sehat untuk gigi
Gula dan lemak membuat rongga mulut menjadi tempat hidup yang nyaman buat bakteri. Demikian kata Victor Zeines, dokter gigi dari New York City, AS. Karena itu, kurangi gula dan lemak. Sebagai gantinya, perbanyak buah dan sayuran segar yang mengandung serat tinggi. Gigi juga tubuh Anda, akan berterima kasih karena diberi makanan itu. @
Malas Gosok Gigi, Awas Stroke dan Sakit Jantung!
INGIN terhindar dari stroke dan serangan jantung? Cobalah nasehat sederhana yang satu ini : Jagalah selalu kesehatan mulut dan gigi dengan cara menggosok gigi secara benar dan teratur!
Ya, selama ini mungkin kita menggosok gigi hanya untuk menjaga kebersihan dan kesegaran mulut, mencegah gigi berlubang atau pun masalah gusi. Tetapi berdasarkan hasil penelitian seorang ilmuwan Inggris, membersikan mulut dan gigi dapat menghindarkan Anda dari penyakit jantung dan serangan stroke.
"Kami sekarang mengetahui bahwa infeksi bakteri adalah salah satu faktor risiko independen bagi penyakit jantung. Dengan kata lain, tanpa mempedulikan seberapa fit, langsing atau sehat badan Anda, peluang untuk mengidap pemyakit jantung akan meningkat jika gigi anda buruk," ungkap Profesor Howard Jenkins dari University of Bristol Inggris dalam pertemuan Society for General Microbiology di Dublin.
Dalam hasil risetnya, Jenkins mengemukakan sedikitnya terdapat 700 jenis bakteri dalam mulut manusia. Apabila gigi tidak dibersihkan secara teratur dan benar, maka bakteri ini akan berkembang cepat dalam mulut.
Kebanyakan dari bakteri ini, kata Jenkins memang tidak berbahaya dan bahkan penting bagi kesehatan. Namun ada beberapa di antaranya yang dapat memicu proses biologis dan menimbulkan penyakit pada pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung dan stroke.
"Mulut kita mungkin adalah tempat terkotor dalam tubuh. Jika Anda memiliki pembuluh darah yang terbuka akibat gusi berdarah, bakter ini akan mendapatkan jalan masuk menuju peredaran darah," imbuh Steve Kerrigan dari Royal College of Surgeons di Dublin.
Ketika masuk ke dalam darah, jenis-jenis bakteri tertentu akan menempel pada sel-sel darah yang dinamakan platelet, dan menyebabkan sel-sel ini menggumpal dalam pembuluh sehingga menyumbat dan mengganggu alirah darah ke jantung.
"(Melaui riset) kami berhasil menirukan tekanan di dalam pembuluh darah dan jantung serta mendemonstrasikan bahwa bakteri menggunakan mekanisme berbeda untuk menyebabkan platelet ini menyatu bersama dan membuat mereka benar-benar menyelimuti bakteri," ungkap Jenkins.
Proses ini, kata Jenknis, tidak hanya akan menimbulkan suatu kondisi yang dapat memicu serangan jantung dan stroke, namun juga dapat memberikan proteksi bagi bakteri terhadap sistem kekebalan tubuh dan antibiotik.