• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Sapi Merakue Tak Boleh Keluar Papua

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
YXFj8.jpg

Pemerintah Kabupaten Merauke tidak mengizinkan pengiriman sapi potong ke luar Papua. Ini dilakukan untuk menjaga populasi ternak sapi potong lokal.

Kepala Dinas Peternakan Merauke Hanok Untajana di Merauke, Papua, Kamis (6/12/2012), mengatakan, pemotongan sapi potong lokal di Merauke mencapai 8-12 ekor setiap hari. Selain untuk memenuhi kebutuhkan di Merauke, sapi potong asal Merauke itu dikirim untuk memenuhi kebutuhan daging sapi ke beberapa kota di Papua, antara lain ke Jayapura, Timika, Biak, dan Wamena.

Meskipun ada gejolak kenaikan harga daging sapi di Jakarta dan daerah lain di Jawa, Pemkab Merauke tidak berencana mengirimkan sapi potong hidup ke Jawa. "Karena stok sapi potong masih terbatas, kami hanya akan melayani Papua," ungkap Hanok.

Menurut Hanok, populasi ternak sapi potong di Merauke saat ini sekitar 34.000 ekor. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2011 sebanyak 31.342 ekor.

Pemkab Merauke akan tetap menjaga populasi ternak sapi potong minimal 34.000 ekor. "Kalau populasi sudah di atas 100.000 ekor, kami akan mengirim ke Jawa," katanya.

Dengan menjaga populasi sapi diharapkan stabilitas harga daging sapi tetap terjaga. Saat ini harga daging sapi potong di Merauke stabil di kisaran Rp 65.000 per kilogram.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.