Catholic
IndoForum Newbie B
- No. Urut
- 37882
- Sejak
- 27 Mar 2008
- Pesan
- 184
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 18
”Patkay” berkata:Mengganti Doa Bapa Kami
Yesus mengajarkan kepada murid-muridnya tentang Doa Bapa Kami sebelum dia meninggal dan sejak itu, generasi demi generasi dari orang Kristen telah mempelajari doa tersebut di luar kepala. Tetapi siapapun yang telah menghafalnya 20 tahun yang lalu, akan harus belajar menghafalnya sekali lagi karena Doa Bapa Kami telah diubah. Kita akan membandingkan Doa Bapa Kami yang asli yang kita temukan di semua Alkitab yang dicetak sebelum 20 tahun yang lalu, dengan Doa Bapa Kami yang ada di dalam Versi Internasional Baru, dan kita akan melihat bahwa orang-orang Kristen bahkan telah merusakkan ajaran terpenting dari Yesus.
(Catatan dari penerjemah: Buku ini dkaran pertama kali padda tahun 1994. Maka bisa kita sadari bahwa maksud dari [paragraf sebelumnya adalah isi Alkitab tentang Doa Bapa Kami sebelum munculnya Versi Internasional Baru (New International Version) berbeda dengan Doa bapa Kami yang tercantum di dalam Versi Internasional Baru. Yang mana CVersi Internasional Baru muncul k
.
Alkitab Versi King James
Our Father who art in heaven, hallowed be thy name. Thy kingdom come, thy will be done on earth as it is in heaven. Give us this day our daily bread; and forgive us our trespasses as we forgive those who trespass against us. And lead us not into tempation, but deliver us from evil, for thine is the kingdom and the power, and the glory forever and ever. Amen. (Lukas 11:2-5)
Alkitab Versi Internasional Baru
Father, hallowed be your name, your kingdom come. Give us each day our bread. Forgive us our sins, for we also forgive everyone who sins against us. And lead us not into temptation (Lukas 11:2-5)
(Catatan dari penterjemah: Saya juga secara kebetulan mendapatkan Alkitab Versi King James cetakan tahun 1984 yang dicetak oleh Thomas Nelson, Inc. Isi Doa Bapa Kami yang tertera di Lukas 11:2-5 berbunyi seperti berikut:
"Our Father which art in heaven, Hallowed by thy name. Thy kingdom come. Thy will be done, as in heaven, so in earth. Give us day by day our daily bread. And forgive us our sins; for we also forgive every one that is indebted to us. And lead us not into temptation; but deliver us from evil." )
(Catatan dari penterjemah: Bahkan versi King James sendiri pun sudah berbeda dengan Versi King James yang dipakai oleh penulis. Dengan terteranya tiga versi Alkitab dari ayat yang sama, kita bisa melihat bahwa tidak satupun dari ketiganya yang benar kata demi kata. Mana yang paling benar yang diucapkan Yesus?).
Perhatikan frase-frase berikut - "who art in heaven","thy will be done on earth as it is in heaven","but deliver us from evil, for thine is the kingdom and the power, and the glory forever and ever. Amen" - telah dipotong dari Doa Bapa Kami.
Kita hendaknya menanyakan teman Kristen kita mengapa frase-frase tersebut telah dipotong (dibuang), yang mana adalah ajaran paling terkenal dan paling penting dari Yesus. Tanyakan di antara kedua versi ini, manakah yang merupakan firman Tuhan yang sempurna, firman Tuhan yang tidak berubah. Tanyakan mereka, siapa yang mempunyai pengetahuan dan kebijaksanaan yang cukup untuk mengubah isi Alkitab. Anda akan menemukan mereka sulit untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Anda ajukan. Di sini dan di manapun juga, para pembaca disarankan untuk pergi ke perpustakaan dan toko buku, carilah versi-versi Alkitab yang berlainan dan secara seksama dan hati-hati bandingkan isinya. Kita akan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Alkitab-Alkitab itu saling berbeda sebagai hasil dari penggubahan.
Katekismus Gereja Katolik
SEKSI II
DOA TUHAN: "BAPA KAMI"
2759 "Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya" (Luk 11:1). Sebagai jawaban atas permohonan ini, Yesus mempercayakan kepada murid-murid-Nya dan Gereja-Nya doa utama Kristen ini. Santo Lukas memberi satu versi singkat dengan lima permohonan Bdk. Luk 11:2-4., santo Matius memberi satu bentuk yang lebih lengkap dengan tujuh permohonan Bdk. Mat 6:9-13.. Tradisi liturgi Gereja mempertahankan bentuk santo Matius:
Bapa kami yang ada di Surga,
dimuliakanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami dan
janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dan silakan bandingkan dengan yang ini :
Douay Rheims Inggris Katolik - 1582
Lk 11:1 And it came to pass, that as he was in a certain place praying, when he ceased, one of his disciples said to him: Lord, teach us to pray, as John also taught his disciples.
Lk 11:2 And he said to them: When you pray, say: Father, hallowed be thy name. Thy kingdom come.
Lk 11:3 Give us this day our daily bread.
Lk 11:4 And forgive us our sins, for we also forgive every one that is indebted to us. And lead us not into temptation.
Lk 11:5 And he said to them: Which of you shall have a friend, and shall go to him at midnight, and shall say to him: Friend, lend me three loaves,
Perlu diketahui bahwa Kitab terjemahan KJV sendiri banyak dikritik Silakan google sendiri masalah ini.
Membuang Ayat-Ayat Alkitab
Bukti bahwa Alkitab telah diubah-ubah bisa ditemukan di setiap halaman, jika kita melihat dengan seksama. Tulisan-tulisan Alkitab diatur ke dalam pasal-pasal yang kemudian di bagi lagi ke dalam ayat-ayat. Sewaktu kita membaca Alkitab, kita terkadang akan menemukan satu atau dua ayat yang hilang. Versi Internasional Baru yang dicetak oleh New York International Bible Society, perhatikan ayat 44-46 telah dihapus dari Markus pasal 9. Ayat 37 telah dibuang dari Act 8, dan ayat 28 telah dibuang dari Markus 15. Bagaimana mungkin orang-orang Kristen bisa mengklaim bahwa Alkitab adalah sempurna dan firman Tuhan yang tidak berubah ketika mereka membuang ayat-ayat dan kata-kata yang tidak sepadan(convenient).
Katekismus Gereja Katolik
108 Tetapi iman Kristen bukanlah satu "agama buku". Agama Kristen adalah agama "Sabda" Allah, "bukan sabda yang ditulis dan bisu, melainkan Sabda yang menjadi manusia dan hidup" (Bernard, hom. miss. 4,11). Kristus, Sabda abadi dari Allah yang hidup, harus membuka pikiran kita dengan penerangan Roh Kudus, "untuk mengerti maksud Alkitab" (Luk 24:45), supaya ia tidak tinggal huruf mati.
Katolik bukanlah agama buku. Jika seluruh alkitab musnah sekalipun, masih ada Magisterium Gereja dan Tradisi Suci. Pernyataan diatas Lebih baik kamu ajukan kepada protestan yg menganut prinsip sola scriptura. Dan patut diketahui ayat2 yg kamu kutip diatas terdapat dalam Kitab Duoay Rheims dan Perjanjian Baru Yunani – Stephanos.
========================
Satu Alkitab Atau Banyak Alkitab?
Pada jaman dulu, tidak terdapat versi standard dari Perjanjian Lama. Kelompok-kelompok Yahudi yang berbeda dan wilayah-wilayah yang berbeda mempunyai versi mereka sendiri. Ada versi Septuagint, Aquila, Theodosi dan juga versi Symmanchu, semuanya memuat tulisan yang berbeda dan jumlah kitab yang berbeda. Perjanjian lama yang digunakan oleh orang-orang Kristen jaman sekarang adalah berdasarkan pada versi Masonetik, yang hanya muncul setelah Jamnia Synod pada akhir abad pertama sesudah Masehi. Perjanjian Baru tidak muncul dalam bentuknya seperti sekarang sampai tahun 404 Sesudah Masehi. Sebelum masa itu, Kitab-kitab Thomas, Kitab-kitab Nikodemus, The Acts of Peter, The Acts of Paul dan selusin buku lainnya tidak dimasukkan ke dalam Alkitab. Di tahun 404 SM, kitab-kitab tersebut berisikan ajaran yang bertentangan dengan ilmu ketuhanan orang Kristen pada waktu itu. Salah satu kitab tertua, Kodex Sinaitikus, mencantumkan Surat dari Barnabas, Injil yang tidak diikutsertakan di dalam Alkitab moderen. Kalau buku-buku tersebut dianggap sebagai wahyu Tuhan oleh orang-orang Kristen pertama, mengapa orang Kristen moderen tidak menganggap buku-buku tersebut wahyu Tuhan juga?
Ketika kita melihat kepada Alkitab yang digunakan oleh Kristen moderen, kita juga menemukan ada beberapa versi. Alkitab yang digunakan oleh Gereja Ethiophia, salah satu gereja paling kuno dari semua gereja, mencantumkan Kitab-kitab Enoch dan Gembala orang-orang Herma, yang tidak ditemukan di versi yang digunakan oleh Katolik maupun Protestan. Alkitab yang digunakan di Gereja Katolik mencantumkan Kitab-kitab Yudith, Tobias, Banuch, dll (Catatan dari penterjemah: Kitab-kitab tersebut tercantum di dalam dua Kitab yang ditemukan lebih lanjut yang juga disebut: Deutrokanonika dan Protokanonika) yang mana Kitab-kitab tersebut tidak diikutsertakan oleh Gereja Protestan. Profesor H.L. Drummingwright dari Southwestern Baptist Theological Seminary didalam memperkenalkan Alkitab, menjelaskan mengapa Injil-injil tersebut tidak diikutsertakan dalam Alkitab orang Protestan.
Injil-injil tersebut katanya,"dalam hampir semua Alkitab Protestan sampai abad ke-19, ketika pencetak (penerbit) yang dipimpin oleh British and Foreign Bible Society dengan sukarela mengabaikan Injil-injil tersebut." Sekali lagi, Kitab-kitab tersebut berisi ide-ide yang gereja lain tidak suka, sehingga mereka dengan seenaknya mengabaikan Kitab-kitab itu. Bagaimana mungkin Kitab Yudith yang berisi Firman Allah yang tak mungkin salah itu bisa diabaikan? Mengapa ada begitu banyak versi Alkitab? Dan Alkitab yang mana yang berisi Firman Tuhan yang sempurna?
COUNCIL OF TRENT- 1545-1563 ad
SESSION THE FOURTH
Celebrated on the eighth day of the month of April, in the year MDXLVI.
DECREE CONCERNING THE CANONICAL SCRIPTURES
The sacred and holy, ecumenical, and general Synod of Trent,--lawfully assembled in the Holy Ghost, the Same three legates of the Apostolic Sec presiding therein,--keeping this [Page 18] always in view, that, errors being removed, the purity itself of the Gospel be preserved in the Church; which (Gospel), before promised through the prophets in the holy Scriptures, our Lord Jesus Christ, the Son of God, first promulgated with His own mouth, and then commanded to be preached by His Apostles to every creature, as the fountain of all, both saving truth, and moral discipline; and seeing clearly that this truth and discipline are contained in the written books, and the unwritten traditions which, received by the Apostles from the mouth of Christ himself, or from the Apostles themselves, the Holy Ghost dictating, have come down even unto us, transmitted as it were from hand to hand; (the Synod) following the examples of the orthodox Fathers, receives and venerates with an equal affection of piety, and reverence, all the books both of the Old and of the New Testament--seeing that one God is the author of both --as also the said traditions, as well those appertaining to faith as to morals, as having been dictated, either by Christ's own word of mouth, or by the Holy Ghost, and preserved in the Catholic Church by a continuous succession. And it has thought it meet that a list of the sacred books be inserted in this decree, lest a doubt may arise in any one's mind, which are the books that are received by this Synod. They are as set down here below: of the Old Testament: the five books of Moses, to wit, Genesis, Exodus, Leviticus, Numbers, Deuteronomy; Josue, Judges, Ruth, four books of Kings, two of Paralipomenon, the first book of Esdras, and the second which is entitled Nehemias; Tobias, Judith, Esther, Job, the Davidical Psalter, consisting of a hundred and fifty psalms; the Proverbs, Ecclesiastes, the Canticle of Canticles, Wisdom, Ecclesiasticus, Isaias, Jeremias, with Baruch; Ezechiel, Daniel; the twelve minor prophets, to wit, Osee, Joel, Amos, Abdias, Jonas, Micheas, Nahum, Habacuc, Sophonias, Aggaeus, Zacharias, Malachias; two books of the Machabees, the first and the second. Of the New Testament: the four Gospels, according [Page 19] to Matthew, Mark, Luke, and John; the Acts of the Apostles written by Luke the Evangelist; fourteen epistles of Paul the apostle, (one) to the Romans, two to the Corinthians, (one) to the Galatians, to the Ephesians, to the Philippians, to the Colossians, two to the Thessalonians, two to Timothy, (one) to Titus, to Philemon, to the Hebrews; two of Peter the apostle, three of John the apostle, one of the apostle James, one of Jude the apostle, and the Apocalypse of John the apostle. But if any one receive not, as sacred and canonical, the said books entire with all their parts, as they have been used to be read in the Catholic Church, and as they are contained in the old Latin vulgate edition; and knowingly and deliberately contemn the traditions aforesaid; let him be anathema. Let all, therefore, understand, in what order, and in what manner, the said Synod, after having laid the foundation of the Confession of faith, will proceed, and what testimonies and authorities it will mainly use in confirming dogmas, and in restoring morals in the Church.
Konsili Trente yang Suci dan Kudus, Oikumene dan Umum ini, --yang secara sah berkumpul dalam Roh Kudus, dipimpin oleh tiga utusan Tahta Apostolik,--selalu dalam pandangan bahwa, sementara kesalahan-kesalahan dilenyapkan, kemurnian Injil selalu dipelihara dalam Gereja; dimana Injil itu, yang dijanjikan melalui para Nabi dalam Kitab Suci, oleh Tuhan kita Yesus Kristus, Putera Allah, pertama-tama diwartakan oleh mulut-Nya sendiri, dan kemudian Ia perintahkan agar diwartakan oleh para Rasul-Nya kepada segala ciptaan, sebagai sumber dari semua baik kebenaran yang menyelamatkan dan disiplin moral; dan melihat dengan jelas bahwa kebenaran dan disiplin ini termuat dalam buku-buku yang tertulis dan tradisi yang tidak tertulis, yang diterima oleh para Rasul dari mulut Kristus sendiri atau yang oleh para Rasul sendiri berkat ilham Roh Kudus telah diturunkan kepada kita, diwariskan seperti halnya dari tangan ke tangan; Sinode ini mengikuti teladan para Bapa yang beriman lurus, menerima dan menghormati dengan rasa kesalehan dan penghormatan yang sama, semua buku dari Perjanjian Lama dan Baru—memandang bahwa Allah adalah pengarang keduanya—seperti juga dikatakan oleh tradisi, sebagaimana semua yang bersangkutan dengan iman dan moral, telah didiktekan entah dengan mulut Kristus sendiri, atau oleh Roh Kudus, dan dipelihara dalam Gereja Katolik melalui suksesi yang tak terputus. Dan telah kami pikirkan agar daftar dari buku-buku suci dimuat dalam dekrit ini, agar semakin kecillah keraguan dalam pikiran seseorang mengenai buku-buku mana saja yang diterima oleh Sinode ini. Daftar buku-buku itu kami sampaikan sebagai berikut: Perjanjian Lama: lima buku Musa yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan; Yosua, Hakim-hakim, Ruth, Empat buku Raja-raja (1 dan 2 Raja-raja serta 1 dan 2 Samuel), dua buku Tawarikh, buku pertama Ezra, dan yang kedua yang berjudul Nehemia; Tobit, Yudit, Ester, Ayub, Mazmur Daud yang memuat 150 mazmur; Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, Kebijaksanaan Salomo, Kebijaksanaan Putera Sirakh, Yesaya, Yeremia dengan Barukh; Yehezkiel, Daniel; dua belas nabi kecil, yaitu: Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakaria, Maleakhi,; dua buku Makabe, yang pertama dan kedua.Perjanjian Baru: keempat Injil, menurut Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes; Kisah Para Rasul yang ditulis oleh Penginjil Lukas; empat belas surat Rasul Paulus, kepada umat di Roma, dua kepada umat di Galatia, kepada umat di Galatia, kepada umat di Efesus, kepada umat di Filipi, kepada umat di Kolose, dua kepada umat di Tesalonika, dua kepada Timotius, kepada Titus, kepada Filemon, kepada orang Ibrani, dua surat dari Rasul Petrus, tiga dari Rasul Yohanes, satu dari Rasul Yakobus, satu dari Rasul Yudas, dan Wahyu dari Rasul Yohanes. Dari sebab itu jika ada orang yang tidak mengakui sebagai kudus dan kanonik, buku-buku yang telah disebut diatas seluruhnya beserta bagian-bagiannya, sebagaimana telah digunakan untuk dibaca dalam Gereja Katolik dan sebagaimana termuat dalam Vulgata kuno yang berbahasa Latin; dan mengetahui serta secara sengaja menentang tradisi yang telah dikatakan diatas; terkutuklah dia! Biarlah semua, bagaimanapun juga, mengerti, dalam kekuasaan dan kompetensinya, Sinode ini, setelah meletakkan dasar dari Pengakuan Iman, akan menghasilkan, kesaksian dan kewenangan yang akan digunakan untuk meneguhkan dogma dan menegakkan moral dalam Gereja.
Lalu beberapa tanggapan :
1.Konsili Jamnia sama sekali tidak punya weweang secara otoritatif untuk menentukan mana Kitab2 yg diinspirasi Allah dan yang tidak.
2.Walaupun orang2 Kristen perdana mengangggap kitab2 tsb adalah wahyu Tuhan, tetap saja mereka tidak punya kuasa secara tidak dapat salah untuk menentukan yg mana Kitab2 yg diinspirasi Allah dan yang tidak.
3.Luther tidak memasukkan kitab2 deutrokanonika karena tentu isi dari kitab2 tsb bertentangan dengan doktrin2 buatan Luther sendiri.
4.Sebelum keputusan dari Konsili Trente, ada juga kanon KS yg berasal dari Konsili Kartage dan Konsili Roma, dan jumlah KS yg dikanonkan pun sama.
