Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Samsung SDS, sebagai salah satu produsen smart lock di dunia sudah melepas divisi smart home Internet of Things (IoT) yg menjual smart lock kepada sebuah perusahaan rintisan properti asal Korea Selatan, ZigBang. Dilansir dari situs TechCrunch, biaya yg dikeluarkan oleh ZigBang untuk mengakuisisi divisi Internet of Things Samsung SDS sebesar 85 juta dolar Amerika Serikat. Setelah sebelumnya pada tahun 2016, Samsung SDS pernah mencoba untuk menjual divisi smart home Internet of Things ke sebuah perusahaan Irlandia, Allegion. Namun, saat itu mereka tidak berhasil mencapai kesepakatan.
ZigBang berharap dapat menciptakan sinergitas teknologi & meningkatkan pangsa pasarnya dengan mengakuisisi bisnis smart home Internet of Things.
Dengan menggabungkan produk residensial Zigbang dengan perangkat keras IoT rumahan Samsung [SDS], kami akan merevolusi pasar rumah pintar, ujar CEO Zigbang Sung-woo Ahn dalam sebuah pernyataan.
Akuisisi ini akan menungkinkan ZigBang masuk ke dalam pasar smart home & mengakselerasi pertumbuhannya karena menghasilkan pendapatan yg solid di lebih dari 16 negara, seperti yg diterangkan Sungwoong Lyuh, wakil presiden ZigBang seperti diberitakan oleh TechCrunch.
Sebagai pihak yg menjual produk produk smart lock Samsung, kami berpikir bahwa akuisisi ini akan berdampak pada konsumen yg sebelumnya pernah membeli smart lock Samsung. Berdasarkan pengalaman kami, ada beberapa akibat yg dirasakan oleh konsumen kami sebagai akibat dari akuisisi ini.
Salah satu akibat yg dirasakan oleh konsumen adalah kesulitan dalam mendapatkan kode OTP untuk tipe tipe smart lock Samsung yg dapat terhubung dengan jaringan internet, seperti contoh Samsung SHP DP-609, setelah akuisisi oleh ZigBang. Tentu hal seperti ini akan berpengaruh pada pengalaman pengguna (user experience) selama mengpakai smart lock. Kami sering memberikan edukasi kepada para pelanggan yg harap membeli smart lock Samsung khususnya tipe SHP DP-609 mengenai kendala yg sudah disebutkan sebelumnya.
Meski demikian, Sahabat Lumba tidak perlu merasa cemas saat hendak membeli smart lock merk Samsung. Meski demikian, ada beberapa hal yg perlu diperhatikan terkait produk ini. Untuk smart lock Samsung yg tidak memiliki fitur internet, penggunaan smart lock masih dapat berjalan dengan lancar & tanpa masalah. Bahkan untuk tipe SHP DP-609 tetap dapat berfungsi dengan baik meskipun tanpa mengaktifkan fitur internetnya.
Dalam hal tipe smart lock, akuisisi ini juga mempengaruhi ragam opsi tipe smart lock Samsung yg tersedia di pasaran, khususnya di Indonesia, yg mana cuma terbatas pada tipe tertentu seperti contoh SHS-H505, SHS-2320, & SHS-P718. Tipe smart lock Samsung yg disebutkan masih tersedia & dapat dibeli sesuai dengan kebutuhan Sahabat Lumba.
Dalam hal dukungan suku cadang (spare part), Sahabat Lumba masih dapat mengerjakan pembelian suku cadang smart lock kalau sewaktu waktu terjadi kerusakan. Akan tetapi akuisisi ini berdampak pada ketersediaan suku cadang yg ditandai dengan stok suku cadang di pasaran yg semakin terbatas. Terbatasnya suku cadang smart lock Samsung disebabkan oleh belum adanya keputusan dari ZigBang mengenai apakah tetap pakai merek Samsung atau tidak.
Meskipun keadaannya memang demikian, Lumbatech tetap berusaha untuk memberikan layanin penjualan & purna jual (after sales) terbaik bagi Sahabat Lumba yg membutuhkan penanganan ketika terjadi kendala pada smart lock. Dengan demikian, Sahabat Lumba dapat membeli & mengpakai smart lock Samsung dengan tenang & yakin akan ketersediaan suku cadang & kualitas layanin purna jual yg kami sediakan.
Apabila Sahabat Lumba harap membeli smart lock Samsung yg sesuai dengan kebutuhan atau membutuhkan layanin purna jual, silakan hubungi nomor WA kami di 0811-880-901 atau kunjungi situs Lumbatech di www.lumbatech.com. Lumbatech siap menolong Sahabat Lumba dalam memilih, memasang, & memperbaiki produk produk smart lock dari Samsung.
s
Hari ini 09:42