• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Saif: Libya Hancur jika Kadhafi Tumbang

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
0630147620X310.jpg


TRIPOLI, KOMPAS.com — Saif al-Islam Kadhafi, putra Moamer Kadhafi–orang kuat Libya-, Senin (21/2/2011), memperingatkan, negaranya akan hancur akibat perang saudara jika aksi protes akhirnya menumbangkan pemerintahan ayahnya. Saif Kadhafi mengatakan hal itu dalam sebuah pidato yang disiarkan media saat rentetan tembakan sudah mulai terdengar di Tripoli, ibukota Libya.

Saif Kadhafi lalu menawarkan reformasi untuk mengakhiri protes penuh kekerasan yang mencengkeram negeri itu. Namun, dia memperingatkan, protes-protes itu merupakan recana pihak asing dan akan berujung pada "pertumpahan darah" jika tawaran pemerintah itu ditolak.

Gejolak tuntutan reformasi yang melanda dunia Arab menyusul revolusi di Mesir dan Tunisia juga menyebar ke Maroko, di mana ribuan orang bersatu untuk berunjuk rasa guna menuntut perubahan di negera tersebut. Sementara di Bahrain, keluarga penguasa Muslim Sunni kini berada di bawah tekanan untuk segera membuka perundingan di tengah meningkatnya aksi protes oposisi yang dipimpin Muslim Syiah. Para demonstran berkemah Lapangan Mutiara di Manama, ibu kota Bahrain.

Konfrontasi yang mematikan telah terjadi di Libya. Pihak Human Rights Watch (HRW) mengatakan, setidaknya 173 orang tewas setelah pemerintah melakukan aksi brutal terhadap para demonstran yang menuntut pengakhiran kekuasaan otoriter Moamer Kadhafi yang telah berlangsung 41 tahun. Suara-suara tembakan terdengar di jantung kota Tripoli dan beberapa bagian kota itu, Senin, untuk pertama kalinya sejak pemberontakan tersebut dimulai pekan lalu.

"Libya sedang berada persimpangan jalan. Jika kita tidak setuju pada hari ini untuk reformasi, kita tidak akan berkabung hanya untuk 84 orang, tetapi untuk ribuan kematian, dan sungai-sungai darah akan mengalir di Libya," kata putra Kadhafi itu dalam pidatonya. Ia menyebut angka korban tewas yang lebih kecil dibanding yang disebutkan HRW.

Namun ancaman Saif al-Islam Kadhafi itu juga menyiratkan catatan putus asa. Ia mengemukakan, kota Benghazi yang terletak di timur nagara itu, yang merupakan awal dan pusat protes yang belum pernah terjadi sebelumnya, kini di luar kendali pemerintah. "Saat ini ada sejumlah tank yang dikendari warga sipil di Benghazi," katanya.

"Kami akan mengangkat senjata ... kami akan berjuang sampai peluru terakhir," lanjutnya. "Kami akan menghancurkan elemen-elemen yang merusak. Jika semua orang bersenjata, itu adalah perang saudara, kita akan saling membunuh."

Meskipun berbicara dengan nada keras, Kadhafi juga membuat sejumlah konsesi, antara lain akan menjamin adanya sebuah konstitusi dan hukum liberal baru.

Kerusuhan di Libya itu menjalar dari kota Benghazi, yang dimulai Selasa lalu, kemudian melanda kota laut Tengah, Misrata, hanya 200 kilometer dari Tripoli. Para saksi mata mengatakan, pasukan keamanan, yang didukung "tentara bayaran Afrika," menembak kerumunan orang "tanpa pandang bulu". Seorang pengacara mengatakan kepada AFP, sedikitnya 200 orang telah tewas dalam lima hari kerusuhan itu.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.