Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
||Saad bin Abi Waqqash ||
Pada perang Uhud, ketika punggawa Islam berhasil diporak-porandakan musuh, Saad termasuk sepuluh orang yg tersisa & tetap bertahan melindungi Rasulullah . Dengan busur & panahnya, beliau menghalau musuh yg berusahan menyerang Rasulullah. Di saat-saat genting seperti itu, Rasulullah berseru menyemangati Saad,
... !
Bidiklah, Saad! Bidik! Demi ayah bundaku sebagai tebusanmu.
Saad menjadikan kata-kata Rasulullah ini sebagai kebanggaan seumur hidup. Sebab, Rasulullah hingga menyebut kedua orang tuanya sebagai pengorbanan.
Di kalangan para sahabat, Saad diketahui sebagai orang yg jago memanah. Bidikannya jarang meleset. Ini berkat doa Rasulullah untuk beliau. Saad menuturkan, bahwa Rasulullah pernah berdoa,
Ya Allah, jadikanlah bidikan anak panahnya jitu & kabulkan doanya.
Kemudian, Allah mengabulkan doa Rasulullah tersebut. Setiap kali Saad melepas panahnya, pasti tepat mengenai sasaran. Dan juga, setiap kali Saad memanjatkan doa kepada Allah, doanya pasti dikabulkan. Dalam setiap peperangan, beliau sanggup mengalahkan lawan.
Dalam tarikh Islam, tercatat bahwa muslim perdana yg membidikkan anak panah dalam peperangan adalah Saad bin Abi Waqqash. Dan sekaligus, beliau pulalah orang perdana yg terkena panah lawan.
Saad bin Abi Waqqash hidup hingga usia lanjut. Beliau merupakan sahabat dari kalangan Muhajirin yg meninggal terakhir kali (maksudnya; dari kaum laki-lakinya). Ketika menjelang wafat, beliau mempersiapkan peti simpanannya. Peti itu berisi jubah tua yg dikenakannya dalam perang Badar dahulu. Beliau meminta seseorang mengambilkan peti itu & berpesan,
Bila saya mati, kafanilah saya dengan jubah wol ini. Dulu saya memakainya saat melawan kaum musyrikin pada perang Badar. Dan saya sengaja menyimpannya karena saya harap menghadap Allah dengan mengenakannya.
Semoga Allah meridhai beliau.*
amin.......
jangan lupa koment yah...... Hari ini 11:13
Pada perang Uhud, ketika punggawa Islam berhasil diporak-porandakan musuh, Saad termasuk sepuluh orang yg tersisa & tetap bertahan melindungi Rasulullah . Dengan busur & panahnya, beliau menghalau musuh yg berusahan menyerang Rasulullah. Di saat-saat genting seperti itu, Rasulullah berseru menyemangati Saad,
... !
Bidiklah, Saad! Bidik! Demi ayah bundaku sebagai tebusanmu.
Saad menjadikan kata-kata Rasulullah ini sebagai kebanggaan seumur hidup. Sebab, Rasulullah hingga menyebut kedua orang tuanya sebagai pengorbanan.
Di kalangan para sahabat, Saad diketahui sebagai orang yg jago memanah. Bidikannya jarang meleset. Ini berkat doa Rasulullah untuk beliau. Saad menuturkan, bahwa Rasulullah pernah berdoa,
Ya Allah, jadikanlah bidikan anak panahnya jitu & kabulkan doanya.
Kemudian, Allah mengabulkan doa Rasulullah tersebut. Setiap kali Saad melepas panahnya, pasti tepat mengenai sasaran. Dan juga, setiap kali Saad memanjatkan doa kepada Allah, doanya pasti dikabulkan. Dalam setiap peperangan, beliau sanggup mengalahkan lawan.
Dalam tarikh Islam, tercatat bahwa muslim perdana yg membidikkan anak panah dalam peperangan adalah Saad bin Abi Waqqash. Dan sekaligus, beliau pulalah orang perdana yg terkena panah lawan.
Saad bin Abi Waqqash hidup hingga usia lanjut. Beliau merupakan sahabat dari kalangan Muhajirin yg meninggal terakhir kali (maksudnya; dari kaum laki-lakinya). Ketika menjelang wafat, beliau mempersiapkan peti simpanannya. Peti itu berisi jubah tua yg dikenakannya dalam perang Badar dahulu. Beliau meminta seseorang mengambilkan peti itu & berpesan,
Bila saya mati, kafanilah saya dengan jubah wol ini. Dulu saya memakainya saat melawan kaum musyrikin pada perang Badar. Dan saya sengaja menyimpannya karena saya harap menghadap Allah dengan mengenakannya.
Semoga Allah meridhai beliau.*
amin.......
jangan lupa koment yah...... Hari ini 11:13