Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Menurut saya diskon sering menarik, baik diskon di restaurant, di supermarket, atau di toko lainnya.
Diskon terlihat menarik karena harga yg dijual lebih murah dari harga yg dijual biasanya, bahkan diskon dapat juga "buy 2 free 1", atau bonus seperti gelas, piring, & barang perintilan lainnya yg bahkan cuma menciptakan rak dapur jadi penuh.
Biasanya orang berbelanja di saat tanggal muda setelah gajian. Pembeli berbelanja saat memiliki uang yg akan dibelanjakan kebutuhan pokok atau barang lainnya yg harus diganti dengan barang baru.
Namun, ada juga orang yg belanja mingguan. Biasanya belanja mingguan sambil jalan-jalan bersama keluarga seperti berwisata saya kulineran.
Semua orang suka belanja, tetapi belanja identik dengan wanita khususnya ibu rumah tangga. Karena, biasanya istri yg mengurus semua kebutuhan rumah dari makanan & minuman hingga perabotan yg dibutuhkan di rumah.
Saat ini, sangat mudah mengetahui informasi diskon. Bisa dari brosur, internet, bahkan sosial media. Diskon yg ada di internet sering update, bahkan hampir semua toko memberikan informasi diskon di internet. Pembeli mempunyai banyak opsi untuk berbelanja lebih murah.
Namun, sadarkah anda diskon menciptakan anda lebih konsumtif?
Bukankah harga yg dibeli lebih murah, semestinya dapat lebih menghemat pengeluaran?
Berikut ini saya jelaskan opini saya mengenai diskon dapat menciptakan anda lebih boros :
Quote:
gambar
Quote:
Quote:
Quote:
Jika anda biasanya berbelanja seminggu sekali atau sebulan sekali, namun gara-gara melihat informasi diskon di sosmed. Anda jadi pergi berbelanja diluar jadwal.
Anda mungkin cuma membeli sedikit saja, namun kalau ini sering dilakukan maka tidak akan terasa bahwa pengeluaran bulanan lebih akbar dari semestinya.
Anda mungkin cuma membeli sedikit saja, namun kalau ini sering dilakukan maka tidak akan terasa bahwa pengeluaran bulanan lebih akbar dari semestinya.
Quote:
Quote:
Quote:
Anda cuma tergiur dari kemasannya, atau cuma dari mereknya. Tapi, anda sebenarnya tidak membutuhkannya. Anda cuma mengharapkannya. Bahkan itu tidak perlu dibeli.
Jika anda tidak dapat mengendalikan hasrat keharapan belanja, maka anda mulai boros.
Jika anda tidak dapat mengendalikan hasrat keharapan belanja, maka anda mulai boros.
Quote:
Quote:
Quote:
Anda sudah mencatat belanjaan anda, namun anda melihat diskon di toko lalu membelinya dengan pikiran "Ah, ini akan dibutuhkan. Tidak ada salahnya saya beli saat ini".
Ketika anda membayar di kasir, anda tidak menyadari bahwa anda berbelanja melebihi dari budget semestinya.
Kesehatan keuangan anda tidak akan sehat kalau ini dibiarkan bahkan anda hingga tekor pengeluaran bulanannya.
Ketika anda membayar di kasir, anda tidak menyadari bahwa anda berbelanja melebihi dari budget semestinya.
Kesehatan keuangan anda tidak akan sehat kalau ini dibiarkan bahkan anda hingga tekor pengeluaran bulanannya.
Menurut saya, belanja diskon dapat jadi lebih ekonomis kalau dilakukan secara cermat.
Contohnya, anda membeli barang yg anda butuhkan tetapi ada barang serupa namun beda merek yg diskon.
Toko tidak mau rugi, diskon yg dilakukan toko sudah terukur dengan baik sehingga toko dapat memaksimalkan profitnya.
Sekian thread ini, terima kasih
#989
Hari ini 10:34