Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Halo agan-sista IFers penghuni planet Bumi yg beralamat di sistem tata surya di Galaksi Bima Sakti. Semoga agan-sista semuanya senantiasa dalam kondisi sehat, lancar rejeki & berbahagia selalu.
Quote:
Quote:
Seperti yg kita semua ketahui, perang adalah sesuatu yg mengerikan, namun meski demikian, sejarah yg membentuk peradaban manusia hingga saat ini tidak luput dari yg namanya perang. Atau mungkin dapat jadi, berperang satu sama lain adalah sifat alamiah dari manusia itu sendiri ? Beberapa tahun lalu, TS sempat mengerjakan serangkaian perjalanan ke Jepun dalam rangka riset & observasi. Salah satu tujuan TS adalah Hiroshima.
Pemandangan perdana yg menyambut TS adalah "Hall of Remembrance", sebuah susunan ubin yg dirangkai tersambung dengan pemandangan 360 derajat pasca bom meledak, & di setiap kotak yg tersusun tertulis semua distrik yg terkena akibat ledakan, total keseluruhan ada sekitar 140.000 kotak.
Di museum, ada banyak sekali artefak dari letak pusat ledakan, seperti benda-benda peninggalan korban, seperti baju, sepatu serta bekas puing-puing sisa pasca ledakan bom. Semua benda-benda ini disumbangkan oleh pihak keluarga korban kepada museum. Sebuah museum yg indah namun penuh dengan kenangan pahit, penderitaan, kehancuran, air mata & kematian.
Spoiler for :
Ada juga sebuah maket 3D yg menunjukkan letak bom meledak & menunjukkan kondisi kota Hiroshima sebelum & sesudah ledakan Little Boy. Artefak lain yg sempat menciptakan TS speechless adalah sebuah jam yg jarumnya berhenti pada waktu 08.15 pagi, saat di mana Bom Atom Little Boy meledak di langit & meluluhlantakkan Hiroshima.
Spoiler for :
Semua artefak yg ditemukan atau disumbangkan oleh pihak keluarga menyimpan kisah pilu masing-masing.Beberapa diantaranya adalah cerita sepeda roda tiga & sebuah helm logam.
Spoiler for :
Ada juga sebuah artefak dapat dibilang cukup mengerikan, yakni sebuah potongan kuku dari korban di Hiroshima yg kukunya mengalami kerusakan genetik & pertumbuhan yg tidak wajar akibat paparan sinar radioaktif dari ledakan bom. Setelah si pemilik kuku meninggal, sang Ibu dari korban kemudian menyumbangkan potongan kuku itu ke museum.
Spoiler for :
Akan tetapi, dari sekian banyak kisah pilu itu, TS akan menceritakan satu kisah saja, satu dari ribuan kisah memilukan pasca ledakan Little Boy di Hiroshima. Tentang seorang anak perempuan yg bernama Sadako Sasaki.
Quote:
Ketika bom atom meledak di Hiroshima, Sadako kala itu berusia 2 tahun, ia berada pada jarak 2 Kilometer dari pusat ledakan. Sebagian akbar tetangga di lingkungan dekat rumah Sadako tewas, akan tetapi entah bagaimana, beruntungnya Sadako hampir tidak terluka sama sekali.
Spoiler for :
Hingga pada tahun 1955, ketika ia duduk di bangku kelas 7. Sadako tumbuh jadi anak perempuan yg normal & sangat ceria. Akan tetapi suatu hari ketika ia berhasil memenangkan lomba lari untuk regu sekolahnya, ia tiba-tiba merasakan sakit kepala & merasa sangat kelelahan. Setelah sakit kepala itu hilang, ia berpikir mungkin akibat ia kelelahan setelah berlomba lari itu. Tapi kelegaannya tidak berlangsung lama, gejala yg sama pun kembali muncul bahkan jadi semakin parah.
Spoiler for :
Suatu hari, Sadako kembali diserang sakit kepala hebat hingga-hingga ia pun langsung roboh & tak sadarkan diri. Teman-teman sekolahnya melaporkan hal ini pada gurunya, kemudian setelah di bawa ke dokter, Sadako pun didiagnosa menderita Leukimia akut. Semua orang yg mengenal Sadako pun hampir tak mempercayai berita buruk ini.
Pada waktu itu, orang-orang Jepang menyebutnya Penyakit Bom Atom. Hampir semua orang yg mengidap penyakit ini pasti berakhir mati & Sadako pun sangat ketakutan mendengar hal ini. Sadako harap kembali bersekolah, namun itu tak mungkin dilakukan, ia harus dirawat terus di rumah sakit dimana hari-harinya dilalui dengan tangisan. Ya, Sadako terus menangis.
Spoiler for :
Tidak lama setelah itu, sahabat Sadako yg bernama Chizuko menjenguknya di rumah sakit. Chizuko membawakan Sadako beberapa Origami (kertas untuk melipat). Chizuko menceritakan sebuah legenda, ia menceritakan bahwa burung bangau adalah burung yg sakral di Jepang, mereka sudah hidup sejak zaman dahulu & kalau seseorang yg sedang sakit menciptakan atau melipat 1000 buah bangau kertas maka orang tersebut akan segera sembuh dari sakitnya.
Setelah mendengarkan cerita itu, Sadako pun dengan penuh semangat & asa mulai menciptakan 1000 bangau kertas dengan asa supaya ia dapat sembuh seperti sediakala. Keluarga Sadako sangat khawatir akan keadaannya, mereka sering menjenguk & menjaga Sadako di rumah sakit untuk menemaninya ngobrol sembari menolong menciptakan bangau kertas.
Spoiler for :
Setelah Sadako berhasil menciptakan 500 bangau kertas, ia merasa kondisi tubuhnya jauh lebih baik dari sebelumnya, & dokter pun memperbolehkannya pulang untuk sementara waktu, namun pada satu pekan perdana di rumahnya, gejala sakit kepala & kelelahan pun kembali muncul, Sadako kembali dibawa ke rumah sakit.
Di rumah sakit, Sadako kembali menciptakan bangau kertas, meskipun saat itu ia sedang dilanda rasa sakit yg begitu hebat. Selama masa-masa ini, dengan menahan rasa sakit yg luar biasa, Sadako terus mencoba untuk sering riang & bersemangat, ia tidak pernah putus asa.
Tidak lama setelah itu, dengan ditemani semua keluarganya yg berdiri di samping tempat tidurnya di rumah sakit, Sadako nampak tertidur dengan damai, ia tidak pernah bangun dari tidurnya, Sadako sudah pergi selamanya. Sampai kepergiannya, Sadako berhasil menciptakan 644 bangau kertas.
Spoiler for :
Semua orang dilanda kesedihan yg begitu mendalam. 39 teman-teman sekolah Sadako merasa sangat kehilangan salah satu teman terbaik mereka & mereka memutuskan untuk membentuk klub bangau kertas demi menghormati & mengenang Sadako. Kabar itu pun tersebar secepat kilat, murid-murid dari 3.100 sekolah dari 9 negara di dunia berbondong-bondong memberikan bantuan donasi.
Pada 5 Mei 1958, hampir 3 tahun setelah kematian Sadako, uang yg dikumpulkan dari bantuan para murid di seluruh dunia akhirnya terkumpul cukup untuk membangun sebuah monumen demi mengenang Sadako.
Spoiler for :
Monumen ini diketahui dengan nama Childrens Peace Monument , terletak di tengah Hiroshima Memorial Peace Park, dekat dengan letak ledakan bom di Jembatan Aioi. Di Hiroshima Peace Park selain monumen untuk mengenang Sadako & bangau kertasnya, juga ada sebuah api yg terus menyala di taman ini, diketahui dengan nama The Flame of Peace, sebuah simbol asa & perdamaian.
Spoiler for :
Di museum juga dapat kita lihat sandal & beberapa pakaian milik Sadako ketika ia masih hidup.
Spoiler for :
TS masih tidak dapat membayangkan bagaimana kondisi 72 tahun lalu di kota ini pada hari itu. Pagi yg cerah bulan Agustus, kehidupan nampak normal seperti biasanya, & beberapa detik kemudian langit mendadak menyala terang & membakar semua yg ada di bawahnya.
Spoiler for :
Foto ini diambil dari jarak ratusan Kilometer tepat 45 menit setelah bom atom Fat Man meledak 500 meter di atas kota Nagasaki, membakar langit & membungihanguskan seluruh kota beserta penduduknya. Banyak yg bertanya-tanya bagaimana nasib orang-orang yg berada tepat di bawah awan cendawan itu.
Sepersekian detik kemudian dunia yg mereka tempati jadi neraka, tidak ada hal yg dapat kita lihat selain kekacauan, kehancuran, kesedihan, ketakutan & kematian ada di mana-mana. Mayat, darah, tubuh yg hangus berserakan hampir di semua tempat, & tak ada satupun orang yg tahu apa yg sebenarnya sudah terjadi.
Semuanya kebingungan mencari sanak saudaranya, anaknya, atau bahkan cuma dapat menangis, mengerang, merintih kesakitan & meminta tolong kepada siapapun yg dapat menolong. Apa lagi yg lebih buruk daripada itu ?
Quote:
Satu hal yg pasti & yg menciptakan TS lega adalah, melihat Hiroshima sudah sembuh, pulih, kembali seperti sediakala. Sesuatu yg tidak didapatkan oleh Sadako semasa hidupnya. Dengan segala asa & keharapan yg tinggi, penduduk & kotanya dapat kembali pulih & bangkit dari kehancuran total, & dengan cepat jadi kota yg penuh kedamaian, rekonsiliasi & pusat penentangan senjata nuklir.
Di akhir perjalanan di dalam museum, TS disambut sebuah meja dengan tumpukan kertas di atasnya yg mana adalah formulir petisi penolakan untuk mendukung pelucutan kepemilikan & penggunaan senjata nuklir (bersifat opsional). Tidak pake lama, TS langsung mengisi & menandatangani formulir tersebut.
Spoiler for :
Menurut TS sih solusinya cuman satu, jangan berperang.Kalah jadi abu, menang jadi arang, perang tidak menawarkan apapun selain kehancuran, kengerian & kerugian pada kedua belah pihak. Namun ironisnya, segudang perjanjian disepakati, ribuan orang menandatangani, tetapi selama manusia masih ada, mungkin perang juga akan tetap ada.
Quote:
Quote:
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA DAN SEMOGA BERMANFAAT
Quote:
BONUS :
Spoiler for :
Spoiler for :
Jurnal perjalanan riset & observasi TS di Jepun, 2017
Hari ini 12:59
Halo agan-sista IFers penghuni planet Bumi yg beralamat di sistem tata surya di Galaksi Bima Sakti. Semoga agan-sista semuanya senantiasa dalam kondisi sehat, lancar rejeki & berbahagia selalu.
Quote:
Quote:
Seperti yg kita semua ketahui, perang adalah sesuatu yg mengerikan, namun meski demikian, sejarah yg membentuk peradaban manusia hingga saat ini tidak luput dari yg namanya perang. Atau mungkin dapat jadi, berperang satu sama lain adalah sifat alamiah dari manusia itu sendiri ? Beberapa tahun lalu, TS sempat mengerjakan serangkaian perjalanan ke Jepun dalam rangka riset & observasi. Salah satu tujuan TS adalah Hiroshima.
Pemandangan perdana yg menyambut TS adalah "Hall of Remembrance", sebuah susunan ubin yg dirangkai tersambung dengan pemandangan 360 derajat pasca bom meledak, & di setiap kotak yg tersusun tertulis semua distrik yg terkena akibat ledakan, total keseluruhan ada sekitar 140.000 kotak.
Di museum, ada banyak sekali artefak dari letak pusat ledakan, seperti benda-benda peninggalan korban, seperti baju, sepatu serta bekas puing-puing sisa pasca ledakan bom. Semua benda-benda ini disumbangkan oleh pihak keluarga korban kepada museum. Sebuah museum yg indah namun penuh dengan kenangan pahit, penderitaan, kehancuran, air mata & kematian.
Spoiler for :
Ada juga sebuah maket 3D yg menunjukkan letak bom meledak & menunjukkan kondisi kota Hiroshima sebelum & sesudah ledakan Little Boy. Artefak lain yg sempat menciptakan TS speechless adalah sebuah jam yg jarumnya berhenti pada waktu 08.15 pagi, saat di mana Bom Atom Little Boy meledak di langit & meluluhlantakkan Hiroshima.
Spoiler for :
Semua artefak yg ditemukan atau disumbangkan oleh pihak keluarga menyimpan kisah pilu masing-masing.Beberapa diantaranya adalah cerita sepeda roda tiga & sebuah helm logam.
Spoiler for :
Ada juga sebuah artefak dapat dibilang cukup mengerikan, yakni sebuah potongan kuku dari korban di Hiroshima yg kukunya mengalami kerusakan genetik & pertumbuhan yg tidak wajar akibat paparan sinar radioaktif dari ledakan bom. Setelah si pemilik kuku meninggal, sang Ibu dari korban kemudian menyumbangkan potongan kuku itu ke museum.
Spoiler for :
Akan tetapi, dari sekian banyak kisah pilu itu, TS akan menceritakan satu kisah saja, satu dari ribuan kisah memilukan pasca ledakan Little Boy di Hiroshima. Tentang seorang anak perempuan yg bernama Sadako Sasaki.
Quote:
Ketika bom atom meledak di Hiroshima, Sadako kala itu berusia 2 tahun, ia berada pada jarak 2 Kilometer dari pusat ledakan. Sebagian akbar tetangga di lingkungan dekat rumah Sadako tewas, akan tetapi entah bagaimana, beruntungnya Sadako hampir tidak terluka sama sekali.
Spoiler for :
Hingga pada tahun 1955, ketika ia duduk di bangku kelas 7. Sadako tumbuh jadi anak perempuan yg normal & sangat ceria. Akan tetapi suatu hari ketika ia berhasil memenangkan lomba lari untuk regu sekolahnya, ia tiba-tiba merasakan sakit kepala & merasa sangat kelelahan. Setelah sakit kepala itu hilang, ia berpikir mungkin akibat ia kelelahan setelah berlomba lari itu. Tapi kelegaannya tidak berlangsung lama, gejala yg sama pun kembali muncul bahkan jadi semakin parah.
Spoiler for :
Suatu hari, Sadako kembali diserang sakit kepala hebat hingga-hingga ia pun langsung roboh & tak sadarkan diri. Teman-teman sekolahnya melaporkan hal ini pada gurunya, kemudian setelah di bawa ke dokter, Sadako pun didiagnosa menderita Leukimia akut. Semua orang yg mengenal Sadako pun hampir tak mempercayai berita buruk ini.
Pada waktu itu, orang-orang Jepang menyebutnya Penyakit Bom Atom. Hampir semua orang yg mengidap penyakit ini pasti berakhir mati & Sadako pun sangat ketakutan mendengar hal ini. Sadako harap kembali bersekolah, namun itu tak mungkin dilakukan, ia harus dirawat terus di rumah sakit dimana hari-harinya dilalui dengan tangisan. Ya, Sadako terus menangis.
Spoiler for :
Tidak lama setelah itu, sahabat Sadako yg bernama Chizuko menjenguknya di rumah sakit. Chizuko membawakan Sadako beberapa Origami (kertas untuk melipat). Chizuko menceritakan sebuah legenda, ia menceritakan bahwa burung bangau adalah burung yg sakral di Jepang, mereka sudah hidup sejak zaman dahulu & kalau seseorang yg sedang sakit menciptakan atau melipat 1000 buah bangau kertas maka orang tersebut akan segera sembuh dari sakitnya.
Setelah mendengarkan cerita itu, Sadako pun dengan penuh semangat & asa mulai menciptakan 1000 bangau kertas dengan asa supaya ia dapat sembuh seperti sediakala. Keluarga Sadako sangat khawatir akan keadaannya, mereka sering menjenguk & menjaga Sadako di rumah sakit untuk menemaninya ngobrol sembari menolong menciptakan bangau kertas.
Spoiler for :
Setelah Sadako berhasil menciptakan 500 bangau kertas, ia merasa kondisi tubuhnya jauh lebih baik dari sebelumnya, & dokter pun memperbolehkannya pulang untuk sementara waktu, namun pada satu pekan perdana di rumahnya, gejala sakit kepala & kelelahan pun kembali muncul, Sadako kembali dibawa ke rumah sakit.
Di rumah sakit, Sadako kembali menciptakan bangau kertas, meskipun saat itu ia sedang dilanda rasa sakit yg begitu hebat. Selama masa-masa ini, dengan menahan rasa sakit yg luar biasa, Sadako terus mencoba untuk sering riang & bersemangat, ia tidak pernah putus asa.
Tidak lama setelah itu, dengan ditemani semua keluarganya yg berdiri di samping tempat tidurnya di rumah sakit, Sadako nampak tertidur dengan damai, ia tidak pernah bangun dari tidurnya, Sadako sudah pergi selamanya. Sampai kepergiannya, Sadako berhasil menciptakan 644 bangau kertas.
Spoiler for :
Semua orang dilanda kesedihan yg begitu mendalam. 39 teman-teman sekolah Sadako merasa sangat kehilangan salah satu teman terbaik mereka & mereka memutuskan untuk membentuk klub bangau kertas demi menghormati & mengenang Sadako. Kabar itu pun tersebar secepat kilat, murid-murid dari 3.100 sekolah dari 9 negara di dunia berbondong-bondong memberikan bantuan donasi.
Pada 5 Mei 1958, hampir 3 tahun setelah kematian Sadako, uang yg dikumpulkan dari bantuan para murid di seluruh dunia akhirnya terkumpul cukup untuk membangun sebuah monumen demi mengenang Sadako.
Spoiler for :
Monumen ini diketahui dengan nama Childrens Peace Monument , terletak di tengah Hiroshima Memorial Peace Park, dekat dengan letak ledakan bom di Jembatan Aioi. Di Hiroshima Peace Park selain monumen untuk mengenang Sadako & bangau kertasnya, juga ada sebuah api yg terus menyala di taman ini, diketahui dengan nama The Flame of Peace, sebuah simbol asa & perdamaian.
Spoiler for :
Di museum juga dapat kita lihat sandal & beberapa pakaian milik Sadako ketika ia masih hidup.
Spoiler for :
TS masih tidak dapat membayangkan bagaimana kondisi 72 tahun lalu di kota ini pada hari itu. Pagi yg cerah bulan Agustus, kehidupan nampak normal seperti biasanya, & beberapa detik kemudian langit mendadak menyala terang & membakar semua yg ada di bawahnya.
Spoiler for :
Foto ini diambil dari jarak ratusan Kilometer tepat 45 menit setelah bom atom Fat Man meledak 500 meter di atas kota Nagasaki, membakar langit & membungihanguskan seluruh kota beserta penduduknya. Banyak yg bertanya-tanya bagaimana nasib orang-orang yg berada tepat di bawah awan cendawan itu.
Sepersekian detik kemudian dunia yg mereka tempati jadi neraka, tidak ada hal yg dapat kita lihat selain kekacauan, kehancuran, kesedihan, ketakutan & kematian ada di mana-mana. Mayat, darah, tubuh yg hangus berserakan hampir di semua tempat, & tak ada satupun orang yg tahu apa yg sebenarnya sudah terjadi.
Semuanya kebingungan mencari sanak saudaranya, anaknya, atau bahkan cuma dapat menangis, mengerang, merintih kesakitan & meminta tolong kepada siapapun yg dapat menolong. Apa lagi yg lebih buruk daripada itu ?
Quote:
Satu hal yg pasti & yg menciptakan TS lega adalah, melihat Hiroshima sudah sembuh, pulih, kembali seperti sediakala. Sesuatu yg tidak didapatkan oleh Sadako semasa hidupnya. Dengan segala asa & keharapan yg tinggi, penduduk & kotanya dapat kembali pulih & bangkit dari kehancuran total, & dengan cepat jadi kota yg penuh kedamaian, rekonsiliasi & pusat penentangan senjata nuklir.
Di akhir perjalanan di dalam museum, TS disambut sebuah meja dengan tumpukan kertas di atasnya yg mana adalah formulir petisi penolakan untuk mendukung pelucutan kepemilikan & penggunaan senjata nuklir (bersifat opsional). Tidak pake lama, TS langsung mengisi & menandatangani formulir tersebut.
Spoiler for :
Menurut TS sih solusinya cuman satu, jangan berperang.Kalah jadi abu, menang jadi arang, perang tidak menawarkan apapun selain kehancuran, kengerian & kerugian pada kedua belah pihak. Namun ironisnya, segudang perjanjian disepakati, ribuan orang menandatangani, tetapi selama manusia masih ada, mungkin perang juga akan tetap ada.
Quote:
Quote:
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA DAN SEMOGA BERMANFAAT
Quote:
BONUS :
Spoiler for :
SUMUR :
Spoiler for :
Jurnal perjalanan riset & observasi TS di Jepun, 2017