yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
MANILA - Peredaran narkoba di negara Asia Tenggara memang mengkhawatirkan. Ini juga dialami oleh Filipina, di mana narkoba jenis sabu dijual bebas layaknya seperti rokok di Kota San Jose Del Monte, Bulacan.
Tim dari Dinas Penanggulangan Narkoba Filipina (Philippine Drug Enforcement Agency/ PDEA) yang disertai oleh Kepolisian Nasional Filipina, berhasil menggerebek sebuah toko yang menjual narkoba ini. Seorang pemilik toko turut ditangkap dalam penggerebekan ini.
"Selama operasi pengintaian, kami mampu menemukan bukti bahwa Teresita Yambot alias Tess Cawaling yang diketahui sebagai pemilik toko Sari-Sari, menggunakan tokonya untuk menutupi transaksi narkoba," ujar Direktur Jenderal PDEA Jose Gutierrez, seperti dikutip ABC-CBN News, Kamis (24/5/2012).
Gutierrez menyebutkan, nama Yambot sudah masuk dalam daftar target regional badan penanggulangan narkoba itu. Pihaknya pun berhasil menyita dua paket sabu ukuran medium dan 10 paket kecil dari obat-obatan terlarang tersebut.
"Sabu ini dijual Yambot seperti halnya rokok. Pelanggan mendatangi tokonya dan pergi dengan mudahnya, usai membayar narkoba itu. Ini benar-benar mudah," imbuh Gutierrez.
"Tokonya bahkan menawarkan potongan harga bagi warga setempat di Barangay. Harga yang mereka dapatkan pun jauh lebih murah, dibandingkan calon pembeli dari luar daerah itu," tuturnya.
Berdasarkan dari penyelidikan dan dokumen yang diperoleh dari toko tersebut, Yambot mendapatkan pasokan barangnya dari penyalur bernama Roger Passi. Passi pun berhasil ditangkap dalam penggerebekan ini.
Tim dari Dinas Penanggulangan Narkoba Filipina (Philippine Drug Enforcement Agency/ PDEA) yang disertai oleh Kepolisian Nasional Filipina, berhasil menggerebek sebuah toko yang menjual narkoba ini. Seorang pemilik toko turut ditangkap dalam penggerebekan ini.
"Selama operasi pengintaian, kami mampu menemukan bukti bahwa Teresita Yambot alias Tess Cawaling yang diketahui sebagai pemilik toko Sari-Sari, menggunakan tokonya untuk menutupi transaksi narkoba," ujar Direktur Jenderal PDEA Jose Gutierrez, seperti dikutip ABC-CBN News, Kamis (24/5/2012).
Gutierrez menyebutkan, nama Yambot sudah masuk dalam daftar target regional badan penanggulangan narkoba itu. Pihaknya pun berhasil menyita dua paket sabu ukuran medium dan 10 paket kecil dari obat-obatan terlarang tersebut.
"Sabu ini dijual Yambot seperti halnya rokok. Pelanggan mendatangi tokonya dan pergi dengan mudahnya, usai membayar narkoba itu. Ini benar-benar mudah," imbuh Gutierrez.
"Tokonya bahkan menawarkan potongan harga bagi warga setempat di Barangay. Harga yang mereka dapatkan pun jauh lebih murah, dibandingkan calon pembeli dari luar daerah itu," tuturnya.
Berdasarkan dari penyelidikan dan dokumen yang diperoleh dari toko tersebut, Yambot mendapatkan pasokan barangnya dari penyalur bernama Roger Passi. Passi pun berhasil ditangkap dalam penggerebekan ini.