Sabda Palon Naya Genggong

BASK

IndoForum Newbie F
Warih Ida Bhatara Manik Angkeran

Mpu Tantular mempunyai 5 orang putra, masing-masing bernama:
(1) Danghyang Asmaranata;
(2) Danghyang Sidimantra;
(3) Danghyang Panawasikan,
(4) Danghyang Kresna Kapakisan,
(5) Mpu Siwa Raga.


Danghyang Sidimantra berputra bernama Ida Manik Angkeran.
Ida Manik Angkeran berputra 3 orang, masing-masing bernama :
1. Ida Banyak Wide, menurunkan Arya Bang Pinatih
2. Ida Tulus Dewa, menurunkan Arya Bang Sidemen, seorang kumpi dari Ida Tulus Dewa (Perempuan) kawin dengan Arya Dauh, menurunkan Arya Dauh
Om Swasti Astu GoesDUn semeton tityang>:D<, Tyang Newbi di Forum ini, tyang pingin lebih banyak tau mengenai warih Ida Bhatara Manik Angkeran khususnya warih Ida Bhatara Tulus Dewa, di wilayah mana saja beliau tinggal dan siapa nama Bhatara Ida Kompiang Istri yang diambil oleh Arya Dauh ??

Mohon bantuannya
Suksma banget ;)
 

goesdun

IndoForum Junior A
Om Swasti Astu GoesDUn semeton tityang>:D<, Tyang Newbi di Forum ini, tyang pingin lebih banyak tau mengenai warih Ida Bhatara Manik Angkeran khususnya warih Ida Bhatara Tulus Dewa, di wilayah mana saja beliau tinggal dan siapa nama Bhatara Ida Kompiang Istri yang diambil oleh Arya Dauh ??

Mohon bantuannya
Suksma banget ;)
Dan saya nyakin Mpu Tantular adalah leluhur Orang Bali.

Kepastian siapa nama Bhatara Ida Kompiang Istri yang dimaksud kemungkinan besar salah satu dari saudara Mpu Tantular yaitu (Ni Dewi Dwararika, Ni Dewi Adnyani, Ni Dewi Amerthajiwa atau Ni Dewi Amerthamanggali).

Semoga nantinya saudara lain dapat membantu, demikian juga mengenai warih Ida Bhatara Tulus Dewa.
 

JakaLoco

IndoForum Beginner A
@^atas

kayaknya bisa ditelusuri di Babad Bali dech..

ngomong2 beberapa waktu lalu di Bali TV ada dialog ttg Sabda Palon Naya Genggong,
yg menjadi narasumbernya adl Arya Wedakarna..

saya baru tahu kalo ternyata Sabda Palon Naya Genggong ini dilarang beredar di zaman orde baru..
 

BASK

IndoForum Newbie F
Suksma atas infonya JL, tapi di sana kurang lengkap, karena di Babad Bali tidak ada yang menguraikan tentang warih setelah Ida Bhatara Tulus Dewa dengan lebih lengkap, jadi kalau lebih lengkap kan lebih bagus, gitu lo !!
 

JakaLoco

IndoForum Beginner A
Suksma atas infonya JL, tapi di sana kurang lengkap, karena di Babad Bali tidak ada yang menguraikan tentang warih setelah Ida Bhatara Tulus Dewa dengan lebih lengkap, jadi kalau lebih lengkap kan lebih bagus, gitu lo !!
Hehehe iya juga..menurut saya kalo maw yg paling lengkap bisa ditanyakan langsung ke sesepuh2 di Pura Besakih, para pengurus Pura Besakih kalo gak salah adl keturunan2 dari Bethara Manik Angkeran..itu kalo anda maw bersusah-susah sedikit :D
 

BASK

IndoForum Newbie F
Hehehe iya juga..menurut saya kalo maw yg paling lengkap bisa ditanyakan langsung ke sesepuh2 di Pura Besakih, para pengurus Pura Besakih kalo gak salah adl keturunan2 dari Bethara Manik Angkeran..itu kalo anda maw bersusah-susah sedikit :D
:D Suksma banget JL, ya... ga.. apalah...susah sedikit ato banyak... yang penting tiyang mendapat pencerahan >:D<:x
 

haryoga

IndoForum Newbie F
om swastiastu
terimakasih atas pencerahanya, saya sangat terkejut sekaligus senang bahwa sabda palon naya genggong adalah Danghyang Nirartha, tetapi yang membuat saya bingung dalam beberapa artikel disebutkan bahwa sabda palon naya genggong adalah terdiri dari 2 orang yaitu sabda palon dan naya genggong.
mana yang benar ya? mohon penjelasannya

suksma
 

goesdun

IndoForum Junior A
om swastiastu
terimakasih atas pencerahanya, saya sangat terkejut sekaligus senang bahwa sabda palon naya genggong adalah Danghyang Nirartha, tetapi yang membuat saya bingung dalam beberapa artikel disebutkan bahwa sabda palon naya genggong adalah terdiri dari 2 orang yaitu sabda palon dan naya genggong.
mana yang benar ya? mohon penjelasannya

suksma
Sabda Palon Naya Genggong adalah seorang punakawannya Sang Prabu Brawijaya. Tidak lain adalah sebuah gelar kepada yang mempunyai tugas sebagai "Palon" yaitu sebagai pemegang kata kunci untuk pedoman hidup pada Kerajaan/Bangsa.

Sabda Palon Naya Genggong saat itu otomatis sebagai juru kunci (Palon) kerajaan-kerajaan Bali di saat itu juga belum ada kerajaan yang kuat di Jawa sampai kemunculan Mataram, yang mulai pada akhir abad 16, hampir seratus tahun setelah keruntuhan Majapahit.

Blambangan pada saat itu masih dalam kekuasaan Pedanda Sakti Wawu Rauh (Danghyang Nirartha/Danghyang Dwijendra), artinya memberi waktu Hindu Bali dalam ruang nafas politik.
 

JakaLoco

IndoForum Beginner A
Bro Goesdun,malahan sekarang ada info yg aneh >> Permadi,SH bahkan tidak secara gamblang menyebut Sabda Palon Naya Genggong,dia malahan menyebut Semar yg mengutuk tanah Jawa?versi yg aneh..padahal sebenarnya Semar itu adl salah satu rencangan ring Dalem..kayaknya versi ini sengaja dibuat demi melindungi kepentingan beberapa golongan!
 

haryoga

IndoForum Newbie F
saat iseng membaca2 tentang sabda palon saya malah ditemukan dengan 2 buah nama yaitu : ratu adil dan syeh siti jenar. siapakah beliau2 ini... mohon penjelasannya bli..>:D<
sukma
 

goesdun

IndoForum Junior A
Bro Goesdun,malahan sekarang ada info yg aneh >> Permadi,SH bahkan tidak secara gamblang menyebut Sabda Palon Naya Genggong,dia malahan menyebut Semar yg mengutuk tanah Jawa?versi yg aneh..padahal sebenarnya Semar itu adl salah satu rencangan ring Dalem..kayaknya versi ini sengaja dibuat demi melindungi kepentingan beberapa golongan!
Punakawan memang banyak versinya, ada punakawan/pelayan dalam dunia wayan seperti halnya Semar, juga ada semar dikaitkan dengan supersemar sebagai punakawan masa orba. Semar sejatinya perwujudan dari pada punakawan di dunia maya semacam 'sedulur papat'.

Sedangkan Punakawan yang dimakasud dalam hal ini adalah tentu Sabda Palon Naya Genggong sebagai pelayan/pelindung kerajaan-kerajaan Hindu di Jawa.


saat iseng membaca2 tentang sabda palon saya malah ditemukan dengan 2 buah nama yaitu : ratu adil dan syeh siti jenar. siapakah beliau2 ini... mohon penjelasannya bli..>:D<
sukma
Sang Ratu Adil, kemungkinan tokoh ini sama dengan yang dimakasud dalam Dasawatara. Sedangkan Syeh Siti Jenar dikenal memegang teguh ajaran Hindu 'kanda pat' yang lebih populer ' Sedulur Papat lima Pancer' sebagai dasar Panca Yadnya yang diselenggarakan umat di Hindu Dharma di Bali.
 

CakBrudin

IndoForum Newbie E
Menurut saya, tokoh Sabdapalon dan Nayagenggong itu fiktif adanya. Seseorang yang tidak mau menyebutkan nama sebenarnya (Ki Kalamwadi) mengarang cerita tentang akhir masa kejayaan Majapahit. Tentu saja pengarang ini tidak puas dengan adanya ajaran baru yang menggantikan ajaran yang telah berabad-abad dijalankan mayarakat Jawa. Untuk protes secara terbuka rasanya sulit sebab ajaran baru yang mulai diakui dan dijalankan masyarakat Jawa itu sangat keras. Berani protes, bisa saja leher taruhannya. Untuk memuaskan kekesalannya, maka dikaranglah sebuah tembang atau syair yang didalamnya disisipkan tokoh Sabdapalon dan Nayagenggong ini. Asumsi saya, jika saja beliau adalah tokoh-tokoh nyata, maka sejarah akan mencatatnya. tetapi ini kenapa hanya disebutkan pada satu naskah saja. Untuk membenarkan apakah tokoh ini benar ada tau tidak, mestinya ada naskah pembanding. Sayangnya ini tidak ada.

Kembalinya tanah Jawa seperti jaman Majapahit hanya akan menjadi euporia. Lima ratus tahun yang dijanjikan oleh Sabdapalon dan Nayagenggong sudah berlalu lama, tetapi apa yang kita lihat di Jawa. Jumlah pemeluk Hindu bukannya semakin meningkat, tetapi sebaliknya semakin menipis. Adanya penganut Hidnu di Jawa saat ini karena adanya orang-orang Bali yang berdiam di Jawa. Itupun banyak yang dikikis baik karena fenomena paid bangkung atau paid kaung.

Yang bisa saya katakan saat ini, marilah kita tidak menghayal. Marilah tidak bermasturbasi untuk memuaskan khayalan bahwa suatu saat Majapahit akan bangkit dan Jawa akan kembali memeluk Hindu. Akan lebih baik kalau kita, masyarakat Bali berbuat untuk mempertahankan agama Hindu agar tidak terkikis Dakwah dan Pengabar Injil. Bali menjadi lebih penting untuk diselamatkan dari pada kita berkhayal tentang kebangkitan Hindu di tanah Jawa.
 

goesdun

IndoForum Junior A
^ Sabdapalon Nayagenggong merupakan suatu fungsi jabatan sebagai abdi setia kerajaan di Jawa (Dang Hyang Pulau Jawa).

Tapi kenyataanya Blambangan pada saat itu masih dalam kekuasaan Pedanda Sakti Wawu Rauh (yang setelah di Bali bergelar Danghyang Nirartha/Danghyang Dwijendra yaitu Dang Hyang Pulau Bali) , yang telah memberi waktu hapir seratus tahun setelah keruntuhan Majapahit guna membangun Bali dalam ruang nafas politik, hingga bertahan sampai saat ini.

Jadi tugas seorang Sabdapalon Nayagenggon hampir sama dengan tugas yang diemban oleh Danhyang Nirartha. Jadi keberadaan tokoh serupa benar adanya.

Dan akibatnya ketersinggungan Sabda Palon Naya Genggong yang merasa sudah tidak diperlukan lagi sebagai Dhang Hyang Pulau Jawa, hingga meluncurlah semacam "kutukan".

“setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Buda lagi (maksudnya kawruh budhi/pengetahuan budhi), saya sebar seluruh tanah Jawa. Bila tidak ada yang mau memakai, akan saya hancurkan....”
Karena 500 tahun telah berlalu dan ternyata tidak ada yang mau memakai, maka sudah terbukti banyak terjadi kekerasan hingga saat ini, demikian juga tanda-tanda bencana alam.

Saya percaya bahwa sampai saat ini Dang Hyang Nusantara masih memberi perlindungannya, dan tetap memberi transfer energy bagi pemimpin bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan Nusantara, sehingga terhindar dari mara bahaya.
 

sakhagu

IndoForum Newbie F
saya kira

KIRA-KIRA BEGINI...

NAyaGenggong mempunyai ajaran kepada para raja setanah JAwa bagaimana caranya menjadi Raja yang tepat termasuk mengajari Prabu Brawijaya. Tetapi ketika Prabu menjadi ISlam berarti sang Prabu harus meninggalkan ajaran itu. karena dalam islam semua manusia adalah hamba(kawula). tidak ada pembedaan kasta-kasta. sehingga NAyaGenggong tetap tidak mau masuk Islam karena memang Kodratnya jadi penganut ajaran Raja-raja.. dan ini kehendak yang Kuasa.

NAmun coba kita menengok ke Serat JOKO LODHANG karya Pujangga RNg.Ranggawarsito,

bahwasanya YAng MAha Kuasa berkehendak "Gunung-gunung akan di gempur, jurang-jurang mendangkal/meninggi". ini kira-kira mengisyaratkan para Raja akan berkurang kekuasaannya, dan di rakyat jelata akan lahir pemimpin-pemimpin. Tetapi, kata pujangga lagi bagaimanapun para raja tetap kelihatan sisa-sisa kekuatannya. dan hamba(kawula) yang jadi pemimpin harus senantiasa membentengi diri dengan serangkaian ibadah agar kuat..

JADI KIRANYA MEMANG SEKARANG INI SUDAH JAMANNYA ORANG KECIL JELATA BISA MENGATUR MASYARAKAT, DAN PARA RAJA DARAH BIRU YANG TIDAK INGIN MENJADI HAMBA(KAWULA) TETAP DIBERI KEKUASAAN OLEH YANG MAHA KUASA WALAU TAK SEHEBAT DAHULU..

demikian dari saya...
saya pakai judul kira-kira, artinya kalau benar maka itu memang benar. jika salah saya mohon maaf....

nb; berikut kutipan serat JOKO LODHANG

Gambuh
1. Jaka Lodang gumandhul
Praptaning ngethengkrang sru muwus
Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi
Gunung mendhak jurang mbrenjul
Ingusir praja prang kasor

Joko Lodang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon
kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras.
Ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan
bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah
sedangkan jurang yang curam akan tampil kepermukaan
(akan terjadi wolak waliking jaman), karena kalah perang maka akan diusir
dari negerinya.


2.Nanging awya kliru
Sumurupa kanda kang tinamtu
Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti
Maksih katon tabetipun
Beda lawan jurang gesong

Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini.
Sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung
akan tetap masih terlihat bekasnya.
Lain sekali dengan jurang yang curam.


3. Nadyan bisa mbarenjul
Tanpa tawing enggal jugrugipun
Kalakone karsaning Hyang wus pinasti
Yen ngidak sangkalanipun
Sirna tata estining wong

Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung,
namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor.
(Ket. Karena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi.
Yang dimaksud dengan jurang dan gunung bukanlah pisik
tetapi hanyalah sebagai yang dilambangkan).
Semuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan
akan terjadi pada tahun Jawa 1850.
(Sirna=0, Tata=5, Esthi=8 dan Wong=1).
Tahun Masehi kurang lebih 1919-1920.
 

ramalan

IndoForum Newbie F
apa kata gw

ramalan itu nama avatarku.

sejarah masuknya agama islam dan agama kristen di seluruh belahan dunia memang tidak luput dengan kekejaman kesadisan pemaksaan pembunuhan. (buat yg tersinggung tolong baca buku yah, atau baca Wikipedia bhs Inggris yg lebih banyak jumlah bukunya dan telusuri sejarah berkembangnya Islam and Christian, kalo ga bisa baca silahkan ambil kabel modem internet dan colokin ke mata mu). Fakta di sejarah dunia bahwa ajaran 2 agama ini saling sikut sikutan, yg terbanyak dia yg "menang" (entah menang apa, menang trofi piala di surga kali, ato menang jatah nidurin cewe bugil). Oleh karena itu lah lahir istilah Missionaries (utk para peneybar agama kristen) dan Muhammad (utk para peneybar agama Islam). Nusantara pada jaman dulu tidak luput dari persaingan penjelajah 2 agama ini. Coba tanya sendiri, apa agama di Nusantara seblum Hindu masuk dari India? Saudara tahukah bahwa Javanese punya nenek moyang sendiri menurut Darwin? Orang pertama di muka bumi ada di Afrika ada di Eropa dan salah satunya ada di Jawa, tau gak itu? (kalo ga tau silahkan telusuri sama Mr.Google). Kalau Tuhan hendak umat manusia menjadi baik, lalu kenapa bumi ini tidak bisa 100% Islam atau 100% Kristen atau 100% Buddha atau 100% Hindu atau 100% apa lah? Dan kenapa hanya agama A yg bisa dijalankan di tempat A, kenapa agama B yg bisa dijalankan di tempat B, dst? Dan kenapa ada beragam agama?
Ramalan atau tidak, bagi yg mendengar atau membaca ramalan tentu muncul pertanyaan, sama halnya waktu berbagai macam agama masuk ke bumi indonesia ini, orang bertanya kenapa harus yg A kenapa ga yg B kenapa ga juga yg C? Presiden RI pertama Soekarno juga kebingungan negara ini menggunakan metode politik/ekonomi/sosial yg Marxis-kah? yg Democracy-kah? yg Republik-kah? Para raja sebelum dan sesudah Majapahit pun ingin menyatukan pulau2 ini, namun kenapa perlu menyatukan? Lihat kan saudara ada berbagaimacam skenario disini dilihat dari sejarah, yaitu :awalnya tidak ada apa (hanya orang goa Javanese) lalu ada yg masuk (Hindu Buddha Islam Kristen) kemudian orang pada kebingungan memilih negara (Demokrasi? Komunis? Liberal? Republik?) dan sampai sekarang semua orang indonesia kehilangan identitas (niru orang barat, niru orang korea/jepang, niru arab krn agamanya Islam, niru India krn aslinya Hindu disna, niru Cina karena neneknya dari Cina, dll.) ............. yah kalau papan tulis dicoret coret ada warna merah biru kuning hijo ga ada yg ngatur ini mo digambar apaan malah kayak pelukis anak TK asal coret2.....yg diatas (YG DI ATASSSSSS) bosen kali yah , ya udah di Recycle Bin deh di hapus di delete, mulai dari awal. So jadinya.....ramalan apa gak...yg gw tau bumi indonesia ude kayak gado-gado dicampur es got plus bakso tikus. "sesuatu yg sudah jelek tidak akan bertahan, melainkan banyak yg ingin menghapusnya" nah loh!
 

JakaLoco

IndoForum Beginner A
ramalan itu nama avatarku.

sejarah masuknya agama islam dan agama kristen di seluruh belahan dunia memang tidak luput dengan kekejaman kesadisan pemaksaan pembunuhan. (buat yg tersinggung tolong baca buku yah, atau baca Wikipedia bhs Inggris yg lebih banyak jumlah bukunya dan telusuri sejarah berkembangnya Islam and Christian, kalo ga bisa baca silahkan ambil kabel modem internet dan colokin ke mata mu). Fakta di sejarah dunia bahwa ajaran 2 agama ini saling sikut sikutan, yg terbanyak dia yg "menang" (entah menang apa, menang trofi piala di surga kali, ato menang jatah nidurin cewe bugil). Oleh karena itu lah lahir istilah Missionaries (utk para peneybar agama kristen) dan Muhammad (utk para peneybar agama Islam). Nusantara pada jaman dulu tidak luput dari persaingan penjelajah 2 agama ini. Coba tanya sendiri, apa agama di Nusantara seblum Hindu masuk dari India? Saudara tahukah bahwa Javanese punya nenek moyang sendiri menurut Darwin? Orang pertama di muka bumi ada di Afrika ada di Eropa dan salah satunya ada di Jawa, tau gak itu? (kalo ga tau silahkan telusuri sama Mr.Google). Kalau Tuhan hendak umat manusia menjadi baik, lalu kenapa bumi ini tidak bisa 100% Islam atau 100% Kristen atau 100% Buddha atau 100% Hindu atau 100% apa lah? Dan kenapa hanya agama A yg bisa dijalankan di tempat A, kenapa agama B yg bisa dijalankan di tempat B, dst? Dan kenapa ada beragam agama?
Ramalan atau tidak, bagi yg mendengar atau membaca ramalan tentu muncul pertanyaan, sama halnya waktu berbagai macam agama masuk ke bumi indonesia ini, orang bertanya kenapa harus yg A kenapa ga yg B kenapa ga juga yg C? Presiden RI pertama Soekarno juga kebingungan negara ini menggunakan metode politik/ekonomi/sosial yg Marxis-kah? yg Democracy-kah? yg Republik-kah? Para raja sebelum dan sesudah Majapahit pun ingin menyatukan pulau2 ini, namun kenapa perlu menyatukan? Lihat kan saudara ada berbagaimacam skenario disini dilihat dari sejarah, yaitu :awalnya tidak ada apa (hanya orang goa Javanese) lalu ada yg masuk (Hindu Buddha Islam Kristen) kemudian orang pada kebingungan memilih negara (Demokrasi? Komunis? Liberal? Republik?) dan sampai sekarang semua orang indonesia kehilangan identitas (niru orang barat, niru orang korea/jepang, niru arab krn agamanya Islam, niru India krn aslinya Hindu disna, niru Cina karena neneknya dari Cina, dll.) ............. yah kalau papan tulis dicoret coret ada warna merah biru kuning hijo ga ada yg ngatur ini mo digambar apaan malah kayak pelukis anak TK asal coret2.....yg diatas (YG DI ATASSSSSS) bosen kali yah , ya udah di Recycle Bin deh di hapus di delete, mulai dari awal. So jadinya.....ramalan apa gak...yg gw tau bumi indonesia ude kayak gado-gado dicampur es got plus bakso tikus. "sesuatu yg sudah jelek tidak akan bertahan, melainkan banyak yg ingin menghapusnya" nah loh!
Indonesia itu negeri yg subur,karena itu Tuhan memberikan agama Hindu untuk Indonesia. Kita tahu bahwa agama Hindu banyak melaksanakan yadnya, dimana untuk yadnya kita perlu hasil2 alam seperti daun,bunga,buah dan sesuatu yg tidak kalah penting adalah air, dan Indonesia terutama Jawa adl daerah kaya air. Indonesia diberi lebih banyak dibanding Arab, bandingkan saja Arab itu negeri gersang, susah air, susah hujan. Islam turun di Arab, Arab negeri gersang, karena itu lithurgi atau peribadatan yg dilakukan pun sederhana, dan sangat tidak memungkinkan utk melaksanakan yadnya seperti Hindu. Itu artinya Tuhan Maha Adil. Namun masalah mulai muncul ketika Islam masuk ke Indonesia, dan masalah mulai menjadi-jadi ketika hampir seluruh orang Jawa masuk Islam. Dengan berpindahnya orang Jawa ke Islam, itu artinya mereka tidak lagi melaksanakan yadnya padahal mereka diberi hasil alam melimpah oleh Tuhan, secara otomatis mereka harus melaksanakan lithurgi Islam yg sederhana. Mereka lupa bahwa Gunung Semeru adl "rumah Tuhan", mereka justru sibuk ke Mekkah. Itulah sebabnya mengapa Indonesia tidak pernah maju. Kalau disimpulkan, penyebab Indonesia tidak maju:
1. Orang2 di pusat Indonesia (Jawa), menganut agama yg tidak diperuntukan utk mereka.
2. Mereka lupa melaksanakan persembahan kpd Tuhan, pdhl Tuhan begitu baik kpd mereka, diberi hasil alam melimpah, tapi tidak mempersembahkan secuil pun, benar2 bangsa yg tidak beretika!
3. Mereka ngencot(berlebihan), mereka jauh2 mencari "rumah Tuhan" hingga negeri seberang, padahal "rumah Tuhan" ada di negeri mereka sendiri.
4. Mereka mengingkari leluhur mereka, dan memuja-muja leluhur bangsa lain.

Pantaslah mereka untuk dikutuk!
 

Arie71

IndoForum Newbie F
saya menambahkan mengenai Sabdo Palon Nayagenggong. Sabda : ucapan/berita/tulisan/ajaran. Palon : Semesta/alam/Dunia Macro cosmos dan Micro cosmos. Nayagenggong : untuk kesejahtearaan,kedamaian dan kesatuan.

saya tidak sependapat Sabdo Palon adalah seorang manusia, sabdopalon adalah sebuah kitab yang dibuat oleh Beliau yang berjulukan Beliau yang kesepuluh.
isi buku tersebut adalah mengupas semua kitab suci yang diturunkan Allah melalui Nabi. Jadi Kitab Sabdopalon adalah kitab tersirat dari segala kitab suci allah. jadi bukan seperti yang beredar sekarang.kita harus waspada terhadap pengadu domba/pemfitnah.

cerita mengenai dialog Prabu Brawijaya V dengan seseorang yang tidak mau masuk Islam adalah dimana Prabu Brawijaya V menerima putra mahkota Majapahit (pengganti Brawijaya V) dimana sang putra mahkota menolak mengganti ayahandanya Brawijaya V dengan alasan Putra mahkota tidak mau kerajaan yang beragama Hindu sebagai agama kerajaan diganti agama kerajaan menjadi agama Islam. sehingga Putra mahkota tersebut bergelar Raden Gugur dan beliau menjadi Pertapa di gunung Lawu .
Raden Gugur ketika meninggalkan Istana beliau bersabda bahwa agama islam diperkenankan menebarkan agama islam dengan catatan bila agama islam tersebut tidak menjadikan agama yang menjadikan umatnya,damai,sejahtera dan bersatu dan saling menghormati agama lain aku akan menagih janji kepada para ulama dan pemimpin bangsa nusantara.dengan aku memimpin rakyat kecil turun menuju kota besar untuk meminta keadilan,kesejahteraan,kedamaian. kemunculan aku dengan tandanya para sepuh akan turun gunung,gunung gunung meletus,bencana alam dan manusia dimana-mana.

Dengan kepergian Putra mahkota/raden gugur Prabu Brawijaya V menjadi gundah/bingung sehingga beliau mencari pendapat siapakah kelak pengganti dirinya,intrik istanapun berkerja.beliau mendapat berita bahwa Raden Patah sedang memimpin penyerbuan ke Madjapahit. sehingga Prabu Brawijaya pergi meninggalkan Istana menuju ke Blambangan untuk minta bantuan dari kerajaan dari Bali. sementara kedatangan raden rahmat adalah utusan raden patah yang akan menghadap Ayahnya Prabu Brawijaya tetapi dijalan dihadang oleh kelompok yang ingin merebut kekuasaan kerajaan. sehingga raden patah mendapat berita bahwa ayahnya sedang mendapat tekanan/kudeta sehingga mengirim pasukan untuk membebaskan ayahnya,sementara Prabu Brawijaya V mendapat berita bahwa anaknya akan menyerbu Kerajaan Madjapahit.
Dalam pelarian Prabu Brawijaya, Raden Said(Sunan Kalijaga) menyusul Prabu BrawijayaV. terjadilah pertemuan di Blambangan, dimana Raden Said menghentikan niat Prabu Brawijaya V meminta bantuan dari kerajaan di Bali.
dimana dialog tersebut.tersebut Raden Said mengatakan kepada Prabu Brawijaya V. bahwa yang datang ke Madjapahit adalah Putra beliau sendiri yang bernama Raden Patah. dan raden patah tidak bermaksud menguasai kerajaan tetapi ingin membebaskan Prabu dari tangan pemberontak. setelah Prabu Brawijaya V mendengar penjelasan dai Raden Said. maka beliau tidak jadi menyeberang ke Bali dan ingin kembali ke Madjapahit. kemudian Prabu Brawijaya minta pendapat kepada Raden said. siapakah yang berhak menjadi pengganti Prabu Brawijaya V, oleh Raden Said diusulkan Raden Patah(anak Prabu Brawijaya v dengan Putri Cina) kemudian disetujui oleh Prabu Brawijaya V.Raden Said(Sunan Kalijaga) kemudian meminta kesediaan untuk Prabu Brawijaya V Masuk agama islam untuk membuktikan pengakuan Raja telah menyetujui Raden Patah menjadi pengganti Prabu Brawijaya V dan agama kerajaan Madjapahit menjadi agama Islam. Prabu Brawijaya V menyetujui kemudian Raden Said men Baiat Prabu dengan 2 kalimat syahadat. Prabu Brawijaya V meminta kepada Raden Said khusus untuk Membaca 2 Kalimat Syahadat, Prabu Brawijaya V mau melakukan tetapi tanpa asyhadu(saya bersaksi).dimana intinya Prabu Brawijaya V tidak berani dan sanggup yang disebabkan faktor usia dan ketidak sanggupan Prabu Brawijaya melaksanakannya. dimana kata asyhadu(bersaksi kepada tuhan) adalah sangat berat , terjadilah dialog yang sangat panjang. yang diakhiri oleh suatu percakapan dimana Prabu Brawijaya V mengatakan kepada Raden Said(Sunan Kalijaga)bila beliau salah dalam mengucapkan 2 kalimat syahadat tanpa asyhadu maka air danau tempat saya mengucap menjadi bukti besok bila wangi maka permohonan saya dikabulkan oleh Allah SWT. dan bila besok air danau ini bau anyir maka saya mengulangi membaca 2 kalimat syahadat dengan asyhadu. ternyata keesokan harinya air danau terebut berbau wangi “Kuasa Allah amat mulia dan meliputi semuanya” dan sekarang disebut kota Banyuwangi.
dalam perjalanan pulang Sunan Kalijaga mengiringi Prabu Brawijaya V dan tiada hentinya Sunan Kalijaga dan Prabu Brawijaya V membicarakan agama Islam.sesampai kembali di Kerajaan Madjapahit Prabu Brawijaya menanyakan kepada Sunan Kalijaga tentang keberadaan Raden Patah rupanya Takdir berkata lain Raden Patah ketika ditanyakan keberadannya oleh Prabu Brawijaya V berhalangan/bersimpangan jalandan ketika terakhir kali ditanyakan oleh Prabu Brawijaya V kepada Raden Said duduk disebelah Raden Said seorang pemuda yang ditanyakan oleh Prabu Brawijaya V siapakah dia dan Raden Said menjawab ia adalah Bondan Kejawen putra Prabu juga. sehingga Prabu mengucapkan kepada Raden Said bahwa Raden Patah akan memimpin Kerajaan Islam pertama di nusantara dan kerajaan tersebut hanya satu periode(Demak) dan sebagai penerus kerajaan nusantara adalah keturunanku yang lain dari Bondan Kejawan.
Karena Usia Prabu Brawijaya V sudah Lanjut dan beliau wafat tidak dapat bertemu juga dengan Raden Patah.dan pesan Prabu Brawijaya V makam ku dinamakan “Makam Putri Cempa”

Sangatlah sayang Sadopalon yang merupakan kitab diplesetkan jadi orang dan dibuat sarana untuk mengadu domba. maka kita jangan terjebak oleh kitab2 apalagi jaman penjajahan belanda buku2 tersebut diambil dan dikembalikan dengan sudah dirubah. seperti fakta yang ada dan sangat disayangkan Candi Borobudur pada Tingkat pertama dan kedua oleh belanda dikubur/ditanam agar kita generasi penerus tidak dapat mengetahui.(Tingkat pertama dan kedua terdapat relief kehidupan manusia, dimana manusia berbuat apa yang terjadi dalam kehidupannya)jadi saya untuk mempelajari buku 2 kuno, saya berpegangan kepada budaya adi luhur pendahulu dan bila tidak cocok saya mencoba untuk mengartikan apa yang hendak dipesan lewat tulisan itu apakah simbol atau bikinan Belanda atau anteknya. sehingga kita selalu terbawa arus adu domba dan pembodohan terus.
 

Arie71

IndoForum Newbie F
ramalan itu nama avatarku.

sejarah masuknya agama islam dan agama kristen di seluruh belahan dunia memang tidak luput dengan kekejaman kesadisan pemaksaan pembunuhan. (buat yg tersinggung tolong baca buku yah, atau baca Wikipedia bhs Inggris yg lebih banyak jumlah bukunya dan telusuri sejarah berkembangnya Islam and Christian, kalo ga bisa baca silahkan ambil kabel modem internet dan colokin ke mata mu). Fakta di sejarah dunia bahwa ajaran 2 agama ini saling sikut sikutan, yg terbanyak dia yg "menang" (entah menang apa, menang trofi piala di surga kali, ato menang jatah nidurin cewe bugil). Oleh karena itu lah lahir istilah Missionaries (utk para peneybar agama kristen) dan Muhammad (utk para peneybar agama Islam). Nusantara pada jaman dulu tidak luput dari persaingan penjelajah 2 agama ini. Coba tanya sendiri, apa agama di Nusantara seblum Hindu masuk dari India? Saudara tahukah bahwa Javanese punya nenek moyang sendiri menurut Darwin? Orang pertama di muka bumi ada di Afrika ada di Eropa dan salah satunya ada di Jawa, tau gak itu? (kalo ga tau silahkan telusuri sama Mr.Google). Kalau Tuhan hendak umat manusia menjadi baik, lalu kenapa bumi ini tidak bisa 100% Islam atau 100% Kristen atau 100% Buddha atau 100% Hindu atau 100% apa lah? Dan kenapa hanya agama A yg bisa dijalankan di tempat A, kenapa agama B yg bisa dijalankan di tempat B, dst? Dan kenapa ada beragam agama?
Ramalan atau tidak, bagi yg mendengar atau membaca ramalan tentu muncul pertanyaan, sama halnya waktu berbagai macam agama masuk ke bumi indonesia ini, orang bertanya kenapa harus yg A kenapa ga yg B kenapa ga juga yg C? Presiden RI pertama Soekarno juga kebingungan negara ini menggunakan metode politik/ekonomi/sosial yg Marxis-kah? yg Democracy-kah? yg Republik-kah? Para raja sebelum dan sesudah Majapahit pun ingin menyatukan pulau2 ini, namun kenapa perlu menyatukan? Lihat kan saudara ada berbagaimacam skenario disini dilihat dari sejarah, yaitu :awalnya tidak ada apa (hanya orang goa Javanese) lalu ada yg masuk (Hindu Buddha Islam Kristen) kemudian orang pada kebingungan memilih negara (Demokrasi? Komunis? Liberal? Republik?) dan sampai sekarang semua orang indonesia kehilangan identitas (niru orang barat, niru orang korea/jepang, niru arab krn agamanya Islam, niru India krn aslinya Hindu disna, niru Cina karena neneknya dari Cina, dll.) ............. yah kalau papan tulis dicoret coret ada warna merah biru kuning hijo ga ada yg ngatur ini mo digambar apaan malah kayak pelukis anak TK asal coret2.....yg diatas (YG DI ATASSSSSS) bosen kali yah , ya udah di Recycle Bin deh di hapus di delete, mulai dari awal. So jadinya.....ramalan apa gak...yg gw tau bumi indonesia ude kayak gado-gado dicampur es got plus bakso tikus. "sesuatu yg sudah jelek tidak akan bertahan, melainkan banyak yg ingin menghapusnya" nah loh!
@ramalan: Anda harus "belajar" lebih banyak tentang sejarah.....khususnya tentang 'penyebaran agama" dan anda sudah sepatutnya tidak mudah terhasut dengan apa yg digambarkan oleh sejarah yg dituliskan (yg anda baca). Terimakasih
 

Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact us untuk memulai.
Top