yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Perubahan hormon membuat perempuan lebih peka terhadap adanya tanda ancaman.
Perempuan saat masa subur (ovulasi) lebih bisa peka dalam mendeteksi keberadaan ular ketimbang saat lain dalam lingkaran menstruasinya.
Demikian hasil satu studi dilakukan oleh Nobuo Masataka dari Kyoto University, Jepang.
Dalam studi tersebut ia meneliti 60 perempuan sehat dalam usia melahirkan anak yang dilakukan dalam tiga tahap berbeda di lingkaran menstruasinya.
Mereka secara berbarengan diperlihatkan sembilan gambar, salah satunya adalah ular di antara bunga sedangkan yang lain hanya gambar bunga. Para relawan tersebut diperiksa seberapa cepat mereka melihat hewan melata itu.
Hasil penelitian menunjukkan, perempuan yang paling cepat adalah mereka yang berada pada keadaan yang disebut fase luteal dalam lingkaran menstruasinya, atau tahap yang segera diikuti oleh ovulasi.
Ovulasi adalah proses pelepasan telur yang telah matang dari dalam rahim, lalu berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi.
Proses itu biasanya terjadi 16 hari setelah hari pertama siklus menstruasi atau 14 hari sebelum haid berikutnya.
Masataka percaya studi yang diterbitkan dalam jurnal Inggris, Scientific Reports, Kamis (8/3) tersebut memperkuat teori, bahwa orang memiliki "refleks takut". Atau reaksi bawaan untuk bereaksi terhadap tanda ancaman seperti potensi ular berbisa.
Penelitian sebelumnya telah menemukan ciri itu pada bayi yang berusia delapan bulan, bahkan di kalangan primata non-manusia.
Studi tersebut juga menemukan, bahwa di kalangan perempuan refleks tersebut tampaknya dipengaruhi oleh tingkat hormon pada satu tahap saat mereka bisa hamil sehingga mereka bersikap lebih melindungi terhadap janinnya.
"Itu dapat memberi sumbangan pada kemampuan perempuan untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap rangsangan yang secara biologi berkaitan dengan ancaman di sekitar mereka selama masa kemungkinan kehamilan ini," kata studi tersebut.
Perempuan saat masa subur (ovulasi) lebih bisa peka dalam mendeteksi keberadaan ular ketimbang saat lain dalam lingkaran menstruasinya.
Demikian hasil satu studi dilakukan oleh Nobuo Masataka dari Kyoto University, Jepang.
Dalam studi tersebut ia meneliti 60 perempuan sehat dalam usia melahirkan anak yang dilakukan dalam tiga tahap berbeda di lingkaran menstruasinya.
Mereka secara berbarengan diperlihatkan sembilan gambar, salah satunya adalah ular di antara bunga sedangkan yang lain hanya gambar bunga. Para relawan tersebut diperiksa seberapa cepat mereka melihat hewan melata itu.
Hasil penelitian menunjukkan, perempuan yang paling cepat adalah mereka yang berada pada keadaan yang disebut fase luteal dalam lingkaran menstruasinya, atau tahap yang segera diikuti oleh ovulasi.
Ovulasi adalah proses pelepasan telur yang telah matang dari dalam rahim, lalu berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi.
Proses itu biasanya terjadi 16 hari setelah hari pertama siklus menstruasi atau 14 hari sebelum haid berikutnya.
Masataka percaya studi yang diterbitkan dalam jurnal Inggris, Scientific Reports, Kamis (8/3) tersebut memperkuat teori, bahwa orang memiliki "refleks takut". Atau reaksi bawaan untuk bereaksi terhadap tanda ancaman seperti potensi ular berbisa.
Penelitian sebelumnya telah menemukan ciri itu pada bayi yang berusia delapan bulan, bahkan di kalangan primata non-manusia.
Studi tersebut juga menemukan, bahwa di kalangan perempuan refleks tersebut tampaknya dipengaruhi oleh tingkat hormon pada satu tahap saat mereka bisa hamil sehingga mereka bersikap lebih melindungi terhadap janinnya.
"Itu dapat memberi sumbangan pada kemampuan perempuan untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap rangsangan yang secara biologi berkaitan dengan ancaman di sekitar mereka selama masa kemungkinan kehamilan ini," kata studi tersebut.