• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

S&P Naikkan Peringkat BTEL

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
bXrcF.jpg
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi saham dan obligasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) kemarin. Hal itu menyusul keberhasilan pelunasan utang obligasi perseroan senilai Rp650 miliar.

Di sisi lain, Standard & Poor’s menaikkan peringkat utang PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dari CCC+ menjadi B-. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Surat Utang PT Bursa Efek Indonesia Saptono Adi Junarso mengatakan, berdasarkan Surat PT KSEI No.KSEI- 3571/DIR/0912 tanggal 5 September 2012 Perihal Pembayaran Pelunasan Pokok atas Obligasi Bakrie Telecom I Tahun 2007, bursa memutuskan untuk membuka perdagangan efek.

”Pembukaan perdagangan efek BTEL di seluruh pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek hari Rabu (5/9),” kata dia dalam keterangan resminya kemarin. Analis Standard & Poor’s, Paul Draffin mengatakan, Standard & Poor’s memutuskan menaikkan peringkat utang BTEL dikarenakan keberhasilan perseroan melunasi utang obligasinya senilai Rp650 miliar tepat waktu.Lembaga pemeringkat itu menaikkan peringkat utang jangka panjang Bakrie Telecom dari CCC+ menjadi B- dengan outlook stable.

Wakil Direktur Utama dan Direktur Keuangan BTEL Jastiro Abi mengakui target pembayaran tidak bisa terealisir akibat kendala teknis yaitu terpotong Hari Buruh di AS dan proses konversi dolar AS yang membutuhkan waktu. ”Sehingga pembayaran diterima pemegang obligasi pada 5 September,”ungkapnya. Dia menjelaskan, selain pembayaran utang obligasi yang akan meringankan beban keuangan perseroan, BTEL juga melakukan pemulihan kinerja perseroan melalui program back on trackmelalui revitalisasi organisasi, efisiensi operasi, penguatan distribusi di wilayah Jakarta,

Banten dan Jawa Barat (JBJB), perluasan jaringan dan pengembangan layanin data baik secara organik maupun non-organik melalui akuisisi Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI). Untuk itu, lanjut Jastiro, perseroan melakukan peningkatan modal melalui transaksi non-preemptive rights issue (NPR) senilai hampir Rp900 miliar serta pinjaman dari konsorsium yang difasilitasi Credit Suisse senilai USD50 juta.

Dari total transaksi NPR,Rp557 miliar merupakan dana tunai yang berasal dari Bakrie Global Ventura, sisanya ditukar dengan saham STI. Dengan transaksi NPR di harga saham Rp265 atau hampir dua kali lipat dari harga saham BTEL di pasar, Grup Bakrie berkomitmen penuh terhadap pengembangan perseroan ke depan dan menjadi pemegang 6,8% saham BTEL
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.