Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hai Teman-teman, apa kabar?
Kalian semua masih ingat sama thread-ku yg berjudul [Suara Netizen] Pengalaman Ketika Melapor Kasus Kejahatan?
Ketika saya menjelajahi kolom komentar, ada satu komentar yg menciptakanku tertarik.
Pada kalimat "kalau lagi punya kuasa" mengingatkanku pada sebuah eksibisi seni yg terbilang sangat gila yg bernama Rythm Zero.
Foto di atas ialah seorang seniman bernama Marina Abrahamovic, sosok di balik eksibisi Rythm Zero.
Balik lagi ke komentar di atas, mengapa kalimat tersebut mengingatkanku pada Rythm Zero? Aku pernah mendengarkan sebuah ungkapan : sisi tergelap manusia akan keluar kalau ia memiliki kuasa untuk mengerjakannya.
Ungkapan itu sangat tepat untuk Rythm Zero. Melalui Rythm Zero, Marina mencoba membuktikan seberapa jauh pikiran manusia akan mendorong perilaku manusia itu.
Pertunjukan ini digelar di studio Morra, Napoli, pada tahun 1974. Pada eksibisi ini, disediakan 72 benda berbeda di atas meja, seperti mawar, bulu, parfum, gunting, pisau bedah, pistol, & lainnya. Marina akan diam selama enam jam & selama masa itu seluruh penonton bebas mengerjakan apapun kepada Marina. Marina tidak akan melawan, menolak, ataupun menuntut mereka.
Awalnya ucapan Marina ini terdengar seperti candaan. Pada awalnya, penonton sedikit bergurau dengan Marina. Ada yg menawarkan kembang mawar, sebuah ciuman, hingga ada yg menyentuh tubuh Marina. Tiga jam berlalu. Melihat Marina yg bersungguh-sungguh dengan ucapannya, para penonton pun mulai menggila.
Setelah tiga jam berlalu sejak eksibisi dimulai, para penonton mulai merobek-robek pakaian Marina mengpakai silet. Pada jam keempat, pisau mendarat di sekitar tenggorokannya menyisakan sebuah sayatan supaya penonton dapat menghisap darahnya. Serangan seksual pun juga turut serta ia terima. Sekali lagi, Marina bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Dia tidak akan menolak meskipun akan diperkosa atau dibunuh. Sebagian menikmati eksibisi ini & beberapa lagi mulai membentuk barisan untuk melindungi Marina. Ketika pistol yg dipegang oleh Marina diarahkan ke dirinya dengan jari berada di pelatuknya perkelahian di antara penonton mulai terjadi.
Setelah enam jam eksibisi berlangsung. Penonton pun mulai berhamburan berlarian. Marina pun mulai bergerak lagi, "penonton pergi karena tidak dapat menghadapi dirinya sebagai pribadi" ucapnya.
Sungguh manusia itu semua memiliki sisi yg tidak harap ditunjukan. Namun, ketika ia memiliki kuasa untuk mengerjakannya, dia punya dua pilihan, membiarkan sisi gelap memenuhinya atau tetap menahan sisi itu.
Bagaimana denganmu? Apa yg kau pilih kalau memiliki kuasa untuk menunjukkan sisi gelapmu?
Referensi :
en.m.wikipedia.org
Thread ini juga ku tulis berdasarkan ingatan dari artikel yg sudah pernah ku baca sekitar 6-12 bulan lalu. Hari ini 00:31
Kalian semua masih ingat sama thread-ku yg berjudul [Suara Netizen] Pengalaman Ketika Melapor Kasus Kejahatan?
Ketika saya menjelajahi kolom komentar, ada satu komentar yg menciptakanku tertarik.
Pada kalimat "kalau lagi punya kuasa" mengingatkanku pada sebuah eksibisi seni yg terbilang sangat gila yg bernama Rythm Zero.
Foto di atas ialah seorang seniman bernama Marina Abrahamovic, sosok di balik eksibisi Rythm Zero.
Balik lagi ke komentar di atas, mengapa kalimat tersebut mengingatkanku pada Rythm Zero? Aku pernah mendengarkan sebuah ungkapan : sisi tergelap manusia akan keluar kalau ia memiliki kuasa untuk mengerjakannya.
Ungkapan itu sangat tepat untuk Rythm Zero. Melalui Rythm Zero, Marina mencoba membuktikan seberapa jauh pikiran manusia akan mendorong perilaku manusia itu.
Pertunjukan ini digelar di studio Morra, Napoli, pada tahun 1974. Pada eksibisi ini, disediakan 72 benda berbeda di atas meja, seperti mawar, bulu, parfum, gunting, pisau bedah, pistol, & lainnya. Marina akan diam selama enam jam & selama masa itu seluruh penonton bebas mengerjakan apapun kepada Marina. Marina tidak akan melawan, menolak, ataupun menuntut mereka.
Awalnya ucapan Marina ini terdengar seperti candaan. Pada awalnya, penonton sedikit bergurau dengan Marina. Ada yg menawarkan kembang mawar, sebuah ciuman, hingga ada yg menyentuh tubuh Marina. Tiga jam berlalu. Melihat Marina yg bersungguh-sungguh dengan ucapannya, para penonton pun mulai menggila.
Setelah tiga jam berlalu sejak eksibisi dimulai, para penonton mulai merobek-robek pakaian Marina mengpakai silet. Pada jam keempat, pisau mendarat di sekitar tenggorokannya menyisakan sebuah sayatan supaya penonton dapat menghisap darahnya. Serangan seksual pun juga turut serta ia terima. Sekali lagi, Marina bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Dia tidak akan menolak meskipun akan diperkosa atau dibunuh. Sebagian menikmati eksibisi ini & beberapa lagi mulai membentuk barisan untuk melindungi Marina. Ketika pistol yg dipegang oleh Marina diarahkan ke dirinya dengan jari berada di pelatuknya perkelahian di antara penonton mulai terjadi.
Setelah enam jam eksibisi berlangsung. Penonton pun mulai berhamburan berlarian. Marina pun mulai bergerak lagi, "penonton pergi karena tidak dapat menghadapi dirinya sebagai pribadi" ucapnya.
Sungguh manusia itu semua memiliki sisi yg tidak harap ditunjukan. Namun, ketika ia memiliki kuasa untuk mengerjakannya, dia punya dua pilihan, membiarkan sisi gelap memenuhinya atau tetap menahan sisi itu.
Bagaimana denganmu? Apa yg kau pilih kalau memiliki kuasa untuk menunjukkan sisi gelapmu?
Referensi :
Rhythm 0 - Wikipedia
Thread ini juga ku tulis berdasarkan ingatan dari artikel yg sudah pernah ku baca sekitar 6-12 bulan lalu. Hari ini 00:31