• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Ryamizard Sebut TV One "Mancing-mancing" soal PKI

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
H5VNt.jpg
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu menilai bahwa siaran TV One yang menyebutkan PDI Perjuangan dekat dengan faham komunisme bisa memancing perseteruan.

"Enggak usahlah mancing-mancing begitu lagi, tidak setuju saya," kata Ryamizard setelah menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Hotel Kartika Candra, Jakarta Selatan pada Jumat (4/7/2014).

Ryamizard menegaskan, Indonesia telah lama terbebas dari partai komunis. Jika ada satu dua orang dari rakyat Indonesia yang masih mengaku PKI, dia menganggap bahwa mereka sudah tidak laku lagi di era saat ini.

"Pasti itu sudah kakek nenek, biarkan sajalah. Jangan mereka dibawa-bawa lagi. Putus saja," kata dia.

Ryamizard berpendapat bahwa berita tersebut sangat menyudutkan calon presiden dan calon wakil presiden yang didukung oleh PDI Perjuangan, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Baik Jokowi-KL ataupun Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, kata Ryamizard, merupakan hasil filter kepemimpinan dari kekuatan politik yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, keempatnya adalah capres-cawapres pilihan rakyat Indonesia.

"Jangan sudah sampai di ujung, empat orang begini, dibilang inilah, itulah, itu sudah pilihan rakyat. Jangan sampai dikampanyekan jelek," lanjut Ryamizard.

PDI Perjuangan berang terhadap TV One karena memberitakan kader Partai Komunis Indonesia dalam PDI Perjuangan. Dalam program Kabar Pemilu, stasiun televisi milik keluarga Bakrie itu menyinggung soal kedekatan PDI Perjuangan dengan Partai Komunis Tiongkok. Selain itu, TV One juga membuat sebuahtalkshow yang dihadiri mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto Soemantri. Dalam talkshow itu, mantan Kepala Staf Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta tersebut menyebut adanya ancaman dari PDI-P dengan sejumlah indikasi komunisme. Namun, tidak ada pengurus PDI-P yang diwawancarai terkait dengan isu ini.

Atas pemberitaan itu, massa Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) yang terafiliasi dengan PDI-P marah besar. Mereka mendatangi kantor TV One di Yogyakarta dan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Kamis (3/7/2014) dini hari. Ketua MPR sekaligus politisi senior PDI-P, Sidarto Danusubroto, menyebutkan, pemberitaan TV One tersebut merupakan serangan yang sangat brutal. Pemberitaan tersebut dianggap provokasi yang dapat menciptakan suasana tidak kondusif.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.