roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Senin, 20 Oktober 2008 | 16:42 WIB
JAKARTA, SENIN - RUU Pornografi dinilai bukan hanya bias gender, tapi juga bias kelas. Penerapannya akan lebih merugikan perempuan dari kalangan bawah dan tak berpendidikan.
Hal ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Sulistyowati Irianto, dalam dialog publik Komnas Perempuan bertajuk RUU Pornografi: Sebuah Tinjauan Kritis Perspektif Hukum, Demokrasi Politik, dan Sosial Budaya di Jakarta, Senin (20/10).
Sulistyowati mencontohkan RUU ini nantinya tak akan menjerat perempuan-perempuan kaya yang sering naik mobil. Mengapa? Karena kemungkinan mereka dilihat banyak lelaki sangat kecil dan tidak diketahui dengan mudah juga pakaian apa yang dikenakannya.
"Tapi perempuan yang berpakaian agak seronok di pinggir jalan atau naik angkutan bagaimana? Dia pasti akan terkena," ujar Sulistyowati.
Begitu pula dengan perempuan pedesaan di wilayah Sumatra yang sering mandi di kali hanya dengan menggunakan kain panjang. Kain akan melekat di badan ketika basah.
"Apa mereka akan di-endorse juga," tanya Sulistyowati. Menurut Sulistyowati, anggota dewan selalu beralasan menciptakan peraturan yang netral dan obyektif.
Namun sayang, faktanya tidak seperti itu. "Kita bicara hukum itu obyektif dan netral tapi ternyata tidak benar sama sekali," tandas Sulistyowati.
