• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Rusia Setujui Kredit Alutsista

setan_kesepian

IndoForum Beginner D
No. Urut
16729
Sejak
6 Jun 2007
Pesan
613
Nilai reaksi
82
Poin
28
Rusia Setujui Kredit Alutsista
Jum'at, 18/05/2007

JAKARTA (SINDO) – Departemen Pertahanan (Dephan) menyatakan, Pemerintah Rusia telah menyetujui proposal kredit negara sebesar USD1 miliar untuk pembelian beberapa alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang diajukan Pemerintah Indonesia. Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, proposal kredit tersebut sudah diajukan pemerintah sejak setahun lalu.

”Surat persetujuan dari menteri keuangan Rusia baru datang pekan lalu. Selanjutnya, proses kredit negara akan ditangani Departemen Keuangan (Depkeu) Indonesia,”tegasnya di Jakarta, kemarin. Namun, Dephan berharap semua proses kredit Rusia ini bisa selesai pada Agustus 2007, sebelum kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia pada September 2007.

Sjafrie mengatakan, dengan disetujuinya proposal kredit itu, Dephan sudah memerintahkan tiap angkatan di TNI untuk menyusun daftar kebutuhan alutsista. Terutama untuk mengisi kekurangan pesawat tempur,kapal selam, dan beberapa jenis tank amfibi.Sjafrie mengungkapkan, beberapa jenis alutsista yang tercatat dalam proposal kredit adalah pesawat tempur jenis Sukhoi dan Tank Amfibi jenis BMP-2.

”Tim ahli dari Rusia juga sedang berada di Dephan untuk membantu menyusun daftar belanja baru,”tegasnya.Namun, Sjafrie mengatakan, ada beberapa kebutuhan TNI yang dipangkas. Di antaranya, dua kapal selam TNI AL yang sudah direncanakan di awal terpaksa dikurangi menjadi satu unit saja. Kapal selam jenis Kilo Class yang dipesan dari Rusia itu dipatok dengan harga yang cukup mahal,sekitar USD350 juta per unit.

Sehingga, diputuskan untuk memangkas keperluan belanja TNI AL tersebut.”Kita tak boleh hanya melihat kebutuhan satu matra.Prinsip penggunaan anggaran adalah trimatra.Artinya, untuk ketiga angkatan harus merata,”terang Sjafrie. Sementara itu, Dirjen Sarana Pertahanan Dephan Marsekal Muda TNI Slamet Prihatino mengungkapkan, menteri keuangan Rusia sudah menyerahkan rancangan nota kesepahaman (MoU) penyaluran kredit negara sebesar USD1 miliar.

Namun, setelah dilakukan kajian, ada perubahan daftar alutsista yang akan dibeli. ”Kita tidak akan menggunakan kredit negara Rusia untuk membeli Sukhoi, Kapal Selam, dan Tank BMP.Ketiganya akan dibeli dengan kredit ekspor dari bunk komersial.Sudah ada bunk yang mengajukan penawaran,” jelasnya. Dari bunk komersial itu, Dephan mendapatkan alokasi kredit ekspor (KE) 2005–2009 sebesar USD3,7 miliar.

Dari jatah itu, Dephan sudah mengalokasikan sebesar Rp7 triliun untuk pembiayaan beberapa proyek. Misalnya, membiayai program kerja sama antara konsorsium pabrik pesawat Eropa, EADS dan PT DI dalam pembuatan pesawat angkut ringan jenis CASA 212 - 400 di PT DI. ”Ada juga program korvet nasional yang akan dibiayai bunk dalam negeri. Itu juga membutuhkan biaya besar,”kata Slamet.

Dia mengungkapkan, program pengadaan ketiga jenis alutsista dari KE ini, ujar dia, sudah lama berjalan dengan alokasi KE 2005 yang akan habis September 2007.Bahkan, sejak Pemerintah Rusia menawarkan kredit negara pada Maret 2006, Dephan sudah menyusun daftar belanja TNI. Antara lain, untuk TNI AD 10 unit helikopter angkut jenis MI- 17 V5 dan 5 unit helikopter serang jenis MI-35P. Untuk TNI AL,dua Kapal Selam jenis Kilo Class versi Project 636, 20 tank amfibi BMP-2, dan peluru kendali antikapal jenis Yakhont berserta sistem pengendalian tembakan untuk dua kapal.

Sementara untuk TNI AU, dianggarkan tiga pesawat tempur jenis Sukhoi SU-27 SKM dan tiga pesawat tempur jenis Sukhoi SU-30 MKM beserta paket suku cadang dan persenjataannya. Slamet melanjutkan, Indonesia tetap akan menggunakan jatah kredit negara Rusia tersebut untuk pembelian alutsista lainnya. Menurut dia, hingga kini pihaknya masih belum menentukan daftar belanja baru alutsista yang akan dibeli secara kredit tersebut. Slamet juga mengungkapkan, bersama nota kesepahaman, Rusia juga melampirkan penawaran 13 jenis persenjataan kepada Indonesia. Salah satunya adalah sistem senjata antitank metis dan transfer teknologinya.( amril)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.