• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Rupiah Tembus 10.000, Kalla Hanya Tersenyum

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Jumat, 24 Oktober 2008 | 15:54 WIB

Laporan Wartawan Persda Network Ade Mayasanto

JAKARTA, JUMAT - Rupiah sudah menembus Rp 10.000 per dollar AS, Wakil Presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya Jusuf Kalla justru tersenyum lebar. Bahkan menyikapi posisi rupiah yang saat berita ini diturunkan berada pada Rp Rp 10.005 per dollar AS, Kalla dengan enteng berkelakar ketika ditanya perihal posisi rupiah yang terus melemah. "Angka bagus itu," kata Kalla dengan senyum lebar.

Lebih lanjut Kalla menanggapi, runtuhnya posisi rupiah tersebut bukan masalah yang membuat pemerintah merasa khawatir. Pasalnya, pergolakan posisi rupiah merupakan imbas atas gonjang- ganjing keuangan di pasar global.

"Sekarang ini hal itu di mana-mana terjadi. Tidak ada lagi mengkhawatirkan atau tidak mengkhawatirkan. Karena ini sekali lagi ini bukan dari kita efeknya, tapi efeknya global," ujarnya.

Menurut Kalla, bila dibanding dengan kondisi di Korea atau Australia mata uang Indonesia masih lebih baik. Namun demikian, Kalla mengingatkan, naik dan turunnya posisi rupiah tetap tergantung kepada kepercayaan dan kondisi mendasar ekonomi di Indonesia.

"Kepercayaan memang sedikit agak merosot dengan Indover tetapi kita sudah selesaikan sebagian besarnya," jelasnya.
 
Rupiah Tembus 10.000 per Dolar AS

Mumpung judul hampir sama, gwa tambah disini aja.
Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antar bunk Jakarta, Jumat (24/10) sore turun tajam menembus angka Rp10.000 per dolar AS, karena pelaku pasar khawatir krisis keuangan global makin terasa di berbagai negara khusus di Asia.
"Tekanan krisis keuangan global yang makin meningkat dan terpuruk pasar saham regional menekan rupiah sehingga menembus angka Rp10.000 per dolar AS," kata Analis Valas PT bunk Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, Jumat (24/10)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun menjadi Rp10.005/10.010 per dolar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.960/9.970 atau melemah 45 poin.
Menurut Rully, merosotnya rupiah dinilai wajar, karena hampir semua mata uang Asia terpuruk, terutama euro.
Dolar AS jatuh hingga level 95 yen, level terendahnya terhadap mata uang Jepang itu dalam 13 tahun karena kekhawatiran terhadap resesi global meningkat
Yen meningkat menjadi 95,32 terhadap dolar AS, level tertingginya terhadap "greenback" sejak Agustus 1995, sebelum kembali turun tipis. Yen sering meningkat pada saat gejolak keuangan ketika pialang melepaskan taruhan berisiko yang didanai mata uang Jepang itu, yang memiliki tingkat bunga terendah diantara perekonomian utama.
"Kami harapkan semua bunk sentral besatu bersama-sama menyuntik danang baru ke pasar untuk melonggarkan likuiditas yang ketat itu," katanya.
bunk Indonesia (BI) sendiri, lanjut dia, telah melonggarkan setoran giro wajib minimum dari 7,5 persen menjadi 5 lima untuk mendorong likuiditas perbankan
Namun upaya ini terlihat belum berpengaruh terhadap pasar rupiah bahkan kondisinya makin terpuruk, karena penurunan itu belum diikuti bunga BI Rate yang sampai saat ini masih tinggi, ucapnya.
Menurut dia, rupiah diperkirakan akan terus terpuruk, karena suntikan danang dari bunk sentral AS, Inggris dan Eropa masih belum cukup untuk melonggarkan likuiditas yang ketat itu.
Apabila tidak ada upaya lainnya untuk melonggarkan ketatnya likuiditas akibat kasus krisis bermasalah sektor perumahan di AS, maka rupiah akan tertekan lagi, ucapnya
 
gila!!

enak lu punya inves dolar... makin tajir aja kaw
rakyat makin mati dibuatnya..
 
^
Setuju2, kalla tersenyum rakyat menangis...
 
eh.... peda sirik sama wapres.... SBY juga santai santai saja tuh....
 
enak dong klo ada yang investasi di prusahaan pakek dollar.../hmm
wapres ama Pres nya sendiri sante2 aj.../swt
 
kalo pejabat pan kl valas naek makin gede tuh senyumnya... :P jgn pilih wapres yg pengusaha.. :D
 
jusuf kalla tersenyum??

ya iyalah masa ya iya dong!!

orang kaya gitu loh....
 
ya maybe hobby senyum kale.. wkwkwkw
 
Ya iyalah dia senyum senyum duit dia di dollar semua /swt/swt/swt
 
masih ingikah anda memiliki presiden seperti ini???
 
masih ingikah anda memiliki presiden seperti ini???

Tidak.... sudah bosen gw.... kebanyakan tebar pesona.... bukti karya nyata kaga ada:

1. Banyak menangkapi koruptor... tapi sekedar nangkap... abis itu, lepas atau hukuman formalitas 1 - 2 tahun... gak ada efek jera.
2. Kaya Bush: WTC lagi ditabrak teroris, malah cengar cengir di TK.... Kalo versi SBY, Rupiah terpuruk habis, malah tebar pesona di Film Laskar Pelangi, sampe telat rapat kabinet (gw baca di Tempo) .... ckckckckc....
3. Tommy Soeharho... susah nangkepnya... eh... malah dapat grasi terus... Duitnya belum diambil, ornagnya udah bebas.
4. Ekonomi makin parah. Ekspor turun terus. dll
5. Harga minya dunia naik, harga minyak dalam negri naik.... harga minyak dunia turun.... harga minyak dalam negri tetap segitu.... yang lebih parah... udah harganya mahal, susah didapat lagi. Entah apa gunanya UUD 45 pasal 33...
6. Yang diharapkan dari SBY sebenarnya latar belakang militer beliau mungkin bisa tegas dan netral serta disiplin yang kuat untuk melaksanakan amanat reformasi. Kenyataannya.... sama wakilnya saja gak bisa tegas....
7. Dari presiden I RI, Soekarno sampai terakhir SBY, hanya SBY yang sepertinya tunduk pada wakil presiden. Gus Dur yang buta saja, tidak bisa tunduk pada Mega. Mega yang cewek juga gak bisa diatur Hamzah Haz. SBY yang militer?.... kalau bicara soal koalisi Golkar di DPR yang mendukung Jusuf Kalla... Dulu Gus Dur juga punya suara berapa lah di DPR dengan PKB nya?....
8. Janji janji tinggal janji..... saat kampanye beda dengan saat menjabat...

So.... no flame... hanya analisa pribadi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.