• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Rupiah Melemah, Produsen Mi Instan Naikkan Harga

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
pn53u.jpg
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, produsen terkemuka makanan kemasan di Indonesia akan menaikkan harga mi instan antara 5 hingga 10 persen akhir tahun ini. Kenaikan itu seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS.

"Kami menaikkan 5-10 persen untuk menyesuaikan harga bahan baku. Tetapi, kalau tahun depan harga bahan baku dan Rupiah belum turun, ada kemungkinan harganya naik lagi," kata Direktur Indofood, Werianty Setiawan. Dia berbicara dalam konferensi pers "Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) 2013" di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis 28 November 2013.

Werianty mengatakan kenaikan itu dipicu dari naiknya harga bahan baku mi instan, yang harus impor dan transaksinya pun menggunakan dolar sehingga tergantung dengan "kesehatan" rupiah.

Meskipun demikian, pihaknya optimis pertumbuhan tahun ini masih tetap tinggi. Sebab, permintaan akan mie instan dirasa masih cukup tinggi.

"Akhir tahun ini pertumbuhannya diharapkan dua digit," kata dia.

Perseroan ini mencatat penjualan bersih pada periode sembilan bulan tahun ini sebesar Rp18,88 triliun, naik Rp2,55 triliun dari Rp16,33 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun kontribusi terbesar pada nilai penjualan tersebut yakni penjualan mi instan yang memberikan kontribusi sebesar 68 persen terhadap penjualan konsolidasi, disusul dengan produk sehari-hari sebesar 19 persen, penyedap makan sebesar 7 persen, makanan sebesar 4 persen, serta nutrisi dan makanan khusus sebesar 2 persen.

"Penjualan mi instan sampai bulan Oktober mencapai 10 miliar bungkus," tambahnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.