• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Rupiah Melemah, Ini Komitmen BI

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
LBmof.jpg
Nilai tukar rupiah bertengger di angka Rp11.970 per dolar Amerika Serikat, Jumat 29 November 2013. Bahkan, sempat menembus angka Rp12.000. bunk Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kami tidak pernah tak menjaga nilai tukar stabil dan terjaga. Kami akan melakukan intervensi," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, di Gedung BI, Jakarta.

Agus juga menjelaskan, bunk sentral tetap memantau pergerakan nilai tukar di pasar. "Kami ada di pasar dan melihatnya. Kalau perlu, ada langkah intervensi," ungkapnya.

Berdasarkan data Reuters, rupiah pada hari ini berada level Rp11.970 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh level tertinggi Rp11.990 per dolar AS dan level terendah Rp11.960 per dolar AS.

Sementara itu, kemarin, rupiah sempat menyentuh level tertinggi Rp12.000 per dolar AS, sebelum kembali bertengger di kisaran Rp11.990 per dolar AS.
Lalu, Agus bertanya pada para pelaku bisnis: "Apakah eksportir sudah melepas valas? Apakah sudah mencerminkan fundamental ekonomi? Atau, mereka akan menahan valas? Apakah, kita juga sudah berkomitmen saat transaksi menggunakan rupiah?" tuturnya.
Mantan Menteri Keuangan itu akan berupaya merevisi Undang-undang Devisa Hasil Ekspor (DHE), yaitu dana hasil ekspor masuk ke Indonesia. Hal ini, bertujuan untuk memperbanyak dolar di dalam negeri.

"Dananya harus masuk ke Indonesia. Tidak ada kewajiban untuk konversi ke rupiah," jelas dia.

Sayangnya, lanjut Agus, tidak banyak eksportir yang melakukannya. "Biar kelihatan ekspornya itu asal dananya dari Indonesia. Tetapi, banyak yang tidak melakukan itu," kata dia.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.