yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pergerakan rupiah yang bergerak di atas level Rp11.700 per dolar AS itu terjadi sejak 21 November 2013. Berdasarkan data kurs referensi bunk Indonesia pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah dalam tren melemah.
Rupiah sedikit menguat pada 22 November 2013 dibanding sehari sebelumnya di posisi Rp11.706 per dolar AS. Rupiah kemudian kembali tertekan di posisi Rp11.722 per dolar AS pada 25 November 2013, Rp11.765 per dolar AS (26 November 2013), dan bertengger di level Rp11.813 per dolar AS pada Rabu 27 November 2013.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi bunk Indonesia, Difi A Johansyah, pernah mengatakan, nilai tukar rupiah sempat stabil pada Oktober lalu, karena dipengaruhi terkendalinya permintaan impor non migas, sejalan moderasi pertumbuhan ekonomi.
Selama bulan lalu, nilai tukar rupiah secara point to point menguat 2,73 persen (mtm) menjadi Rp11.273 per dolar AS. Namun, secara rata-rata melemah 0,14 persen (mtm) menjadi Rp11.343 per dolar AS.
Dia menjelaskan, perkembangan rupiah dipengaruhi kondisi pasar keuangan global selama Oktober 2013 yang cukup baik, serta penurunan ekspektasi inflasi domestik. Kondisi itu mendorong masuknya aliran modal asing ke instrumen pasar keuangan domestik, khususnya Sertifikat bunk Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN).
"Ke depan, bunk Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya," katanya.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior bunk Indonesia, Mirza Adityaswara, menjelaskan, pelemahan rupiah saat ini dapat mendorong pengurangan impor. Perbankan pun bisa mengurangi kredit yang berorientasi impor.
"Dengan melemahnya rupiah, diharapkan impor barang, terutama barang yang tidak produktif bisa berkurang," kata dia, kemarin.