• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Rupiah Mata Uang Paling Berisiko

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
pbtno.jpg
Penguatan dollar AS sejak musim panas lalu telah mendorong indeks mata uang negeri Paman Sam itu di level tertinggi selama 11 tahun. Data tenaga kerja AS yang kuat dan indikasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga mendorong dollar AS makin perkasa terhadap mata uang dunia lainnya.

Analis memperingatkan, beberapa mata uang di Asia yang rentan mengalami pelemahan. Rupiah menjadi mata uang yang paling berisiko untuk melemah dengan kebijakan bunk sentral AS itu. Selain itu, investor juga harus memasang mata terhadap dollar Taiwan.

CNBC menyebutkan, kebijakan mengejutkan dari bunk Indonesia yang memangkas suku bunga acuan 25 basis poin untuk kali pertama sejak 2011, membalikkan momentum euforia terpilihnya Presiden Joko Widodo. Rupiah melorot 1,8 persen sejak bunk sentral memangkas BI rate menjadi 7,5 persen pada pertengahan Februari lalu.

“Kebijakan moneter yang mengejutkan dari bunk Indonesia, tampaknya tidak mendukung mata uang (rupiah), yang terus melemah,” sebut Barclays seperti dikutip dari CNBC.com, Selasa (10/3/2015).

Jason Daw dari Societe General pun melihat untuk kawasan Asia, Indonesia merupakan negara yang paling rentan terhadap pelarian modal.

Selain itu, Indonesia juga bermasalah dengan defisit neraca. Melebarnya defisit transaksi mulai nampak 2013 ketika kali pertama Fed menyinggung soal gagasan mengurangi pelonggaran kuantitatif.

"Selain itu, kemungkinan the Fed bakal menaikkan suku bunga acuan pada Juni juga berpotensi semakin menekan rupiah," sebut Barclays.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.