yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pada perdagangan kemarin, Kamis 19 Desember 2013, rupiah berada pada level 12.191 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah melemah 54 poin dan berada pada level terendah sejak 2008.
Sedangkan berdasarkan data Reuters, hari ini posisi nilai tukar rupiah adalah 12.235 per dolar AS. Rupiah diperdagangkan pada level tertinggi 12.245 dan terendah 12.210 per dolar AS.
Lana Soelistianingsih, ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan, bukan hanya rupiah yang mengalami pelemahan nilai tukar. Usai keputusan bunk sentral The Fed, seluruh mata uang mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
"Euro pun melemah terhadap dolar," ujar Lana.
Kendati demikian, ia melanjutkan, rupiah mengalami pelemahan paling dalam di antara mata uang yang lain.
Lana menduga, pelemahan terhadap rupiah dipicu kebutuhan dolar yang masih tinggi di dalam negeri. Padahal, memasuki pertengahan Desember biasanya permintaan terhadap dolar AS di pasar spot itu berkurang.
"Seharusnya sekarang sudah mulai berkurang, karena sudah masuk pertengahan bulan," kata Lana.
Sementara itu, ia menambahkan, pasar saham masih dalam kondisi yang normal.
"Kalau di saham keluarnya masih normal. Kalau obligasi datanya belum keluar," kata Lana.
Namun demikian, menurut Lana, sejak isu penarikan stimulus oleh The Fed didengungkan, kepemilikan asing dalam obligasi meningkat drastis. Hal ini dipicu kecenderungan pasar beralih dari aset yang berisiko tinggi. Risiko obligasi dinilai lebih moderat dibanding saham.
"Jika perhatikan data obligasi, justru asing per akhir November kepemilikannya tertinggi dari yang pernah ada di Indonesia. Jadi artinya, mereka tidak keluar dari obligasi, malah bertambah," kata Lana.
Gubernur bunk Indonesia (BI) Agus Martowardojo, dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa pelemahan yang terjadi pada rupiah disebabkan kondisi neraca perdagangan yang buruk. Defisit rekening transaksi berjalan masih tinggi. bunk sentral menilai sisi fundamental harus diperbaiki.
"Kita harus memperbaiki fundamentalnya," ujar Agus di Jakarta.
Namun, Agus tidak menjelaskan lebih rinci mengenai langkah yang ditempuh BI untuk mengatasi fluktuasi nilai tukar rupiah. "Saya belum bisa ngomong tentang itu," kata dia.