Mata uang rupiah pada Kamis pagi kembali bergerak menguat ke posisi Rp9.580 per dolar AS setelah mengalami pelemahan yang cukup signifikan pada perdagangan hari sebelumnya.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis pagi bergerak menguat sebesar 35 poin menjadi Rp9.580 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.615 per dolar AS.
"Rupiah menguat, ada upaya membawa nilai tukar domestik kembali ke kisaran antara Rp9.580 sampai dengan Rp9.600 per dolar AS setelah menembus level psikologis," kata pengamat valas dari Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, pasar obligasi negara Rabu (26/9) mengalami tekanan. Indeks imbal hasil obligasi naik 0,0191 persen menjadi 6,1720, yang mengindikasikan koreksi harga.
Imbal hasil itu menjadi kurang menarik karena di saat yang sama rupiah melemah sekitar 5,14 persen, sehingga neto return rata-rata hanya sekitar satu persen.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis pagi bergerak menguat sebesar 35 poin menjadi Rp9.580 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.615 per dolar AS.
"Rupiah menguat, ada upaya membawa nilai tukar domestik kembali ke kisaran antara Rp9.580 sampai dengan Rp9.600 per dolar AS setelah menembus level psikologis," kata pengamat valas dari Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, pasar obligasi negara Rabu (26/9) mengalami tekanan. Indeks imbal hasil obligasi naik 0,0191 persen menjadi 6,1720, yang mengindikasikan koreksi harga.
Imbal hasil itu menjadi kurang menarik karena di saat yang sama rupiah melemah sekitar 5,14 persen, sehingga neto return rata-rata hanya sekitar satu persen.