yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pada perdagangan Selasa (11/9/2012), kurs berpotensi bergerak dengan kecenderungan melemah.
Aksi wait and see dari pelaku pasar menunggu pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dimulai besok ditambah kebutuhan importir akan dollar diperkirakan turut mengeskalasi dollar hari ini. Demikian menurut catatan Kepala Riset BNI unit Treasury Nurul Etty Nurbaeti.
Selain itu, para pelaku pasar juga menantikan jadwal Rapat Dewan Gubernur bunk Indonesia yang diselenggarakan Kamis pekan ini.
Adanya lelang SUN dengan target Rp 5 triliun hari ini diharapkan dapat menahan rupiah dari tekanan dollar. Pada Senin (10/92012), rupiah ditutup melemah tipis di level Rp 9.577 per dollar AS dibandingkan dengan pembukaan yang berada pada level Rp 9.575 setelah bergerak di kisaran Rp 9.565-Rp 9.595 per dollar AS.
Melemahnya rupiah didorong kondisi Eropa yang kembali kurang kondusif, menyusul rencana pembelian obligasi oleh bunk Sentral Eropa yang dapat mengganggu negosiasi posisi Yunani di Eropa serta memunculkan kembali spekulasi Yunani keluar dari zona euro. Akibatnya, investor kembali memegang dollar sebagai safe-haven currency.
Indeks Harga Saham Gabungan yang ditutup di zona hijau kemarin mereduksi ekskalasi dollar.
Aksi wait and see dari pelaku pasar menunggu pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dimulai besok ditambah kebutuhan importir akan dollar diperkirakan turut mengeskalasi dollar hari ini. Demikian menurut catatan Kepala Riset BNI unit Treasury Nurul Etty Nurbaeti.
Selain itu, para pelaku pasar juga menantikan jadwal Rapat Dewan Gubernur bunk Indonesia yang diselenggarakan Kamis pekan ini.
Adanya lelang SUN dengan target Rp 5 triliun hari ini diharapkan dapat menahan rupiah dari tekanan dollar. Pada Senin (10/92012), rupiah ditutup melemah tipis di level Rp 9.577 per dollar AS dibandingkan dengan pembukaan yang berada pada level Rp 9.575 setelah bergerak di kisaran Rp 9.565-Rp 9.595 per dollar AS.
Melemahnya rupiah didorong kondisi Eropa yang kembali kurang kondusif, menyusul rencana pembelian obligasi oleh bunk Sentral Eropa yang dapat mengganggu negosiasi posisi Yunani di Eropa serta memunculkan kembali spekulasi Yunani keluar dari zona euro. Akibatnya, investor kembali memegang dollar sebagai safe-haven currency.
Indeks Harga Saham Gabungan yang ditutup di zona hijau kemarin mereduksi ekskalasi dollar.