• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Rupiah Berada dalam Ekuilibrium Penguatan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. ArRay
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

ArRay

IndoForum Senior C
No. Urut
98490
Sejak
1 Jun 2010
Pesan
5.107
Nilai reaksi
142
Poin
63
02/08/2010 - 06:18

Rupiah Berada dalam Ekuilibrium Penguatan
Ahmad Munjin
702961.jpg


(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bunk Jakarta, Senin (2/8) diprediksikan menguat. Sebab, penguatan rupiah akhir-akhir ini sudah membentuk ekuilibrium baru.
Albertus Christian K, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, potensi penguatan rupiah awal pekan ini salah satunya karena faktor teknikal. Menurutnya, tren penguatan rupiah dan pelelmahan dolar AS masih akan terus berlanjut karena sudah terbentuk pola penguatan yang memicu ekuilibrium baru.
Menurutnya, jika dilihat dari proyeksi fibonaci harian, rupiah bisa menguat menuju 8.810. Karena itu, dalam sepekan ke depan, mata uang RI ini akan bergerak dalam kisaran 8.810-8.960. “Sedangkan untuk Senin (2/8) ini, rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.900-8.960,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (30/7).
Lebih jauh, Albertus mengatakan, tingkat pergerakan rupiah awal pekan pekan ini berpotensi semakin lebar akibat data-data yang dirilis. Di antaranya, GDP (Gross Domestic Product) AS yang dirilis Jumat (30/7) akhir pekan lalu. “Data ini menentukan arah pergerakan rupiah awal pekan ini,” ujarnya.
Menurutnya, tren penguatan rupiah sebagai respon atas GDP AS dan kekhawatiran resesi gelombang kedua di AS memicu penguatan lebih jauh. Begitu juga dengan indeks manufaktur di AS dan Eropa yang diekspektasikan masih negatif.
Data indeks manufaktur AS diekspektasikan turun jadi 54,6 dari sebelumnya 56,2. Sedangkan PMI manufaktur Eropa, diperkirakan stagnan di level 56,5. “Sedangkan Inggris diprediksi turun jadi 57,1 dari sebelumnya 57,5,” tandas Albertus.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bunk Jakarta, Jumat (30/7) ditutup menguat 37 poin (0,41%) jadi 8.933/8.943 per dolar AS. [jin/hid]
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.