• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Rupa-Rupa Holywings : Kreatif Tapi Bablas

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Rupa-Rupa Holywings : Kreatif Tapi Bablas
Rupa-Rupa Holywings : Kreatif Tapi Bablas

Jagat media massa dihebohkan dengan beredarnya sebuah postingan instagram dari sebuah Bar ternama tanah air, Holywings. Dari namanya sih sepertinya Bar menyajikan suasana santai & memanjakan para penggemar miras seperti semboyan yg terpampang jelas pada bangunannya, "never stop flying" yg kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya "tidak berhenti melayang/mabuk".

Tempat minum-minum minuman beralkohol ini pada mulanya didirikan perdana kali pada tahun 2014 oleh sebuah perusahaan bernama PT. Aneka Bintang Gading sebuah perusahaan penyedia jasa hiburan & penjualan miras berupa beer house, tempat santai & kelab malam yg dikemas secara profesional & memanjakan para pengunjungnya dengan suguhan berbagai macam miras. Dari laman resminya ditemukan informasi bahwa pendiri Bar ini adalah dua orang bernama Eka Setia Wijaya & Ivan Tanujaya (sumber : https://holywings.com/).

Sebagai perusahaan yg bergerak di bidang jasa hiburan, tentu saja Holywings gencar mempromosikan berbagai macam produknya untuk kemudian menarik minat para pelanggan & pada gilirannya Holywings akan mendapatkan keuntungan dari bea masuk & penjualan berbagai macam minuman alkohol di dalamnya.

Holywings tercatat sudah beberapa kali ditutup akibat ulahnya yg kerap mengundang kontroversi & terkesan tidak mengindahkan aturan. Pada tahun 2021 saat pandemi covid 19 sedang merebak misalnya, Holywings berkali-kali melanggar aturan PPKM yg sudah ditetapak oleh pemerintah pusat sehingga cabangnya di Kemang & Kuningan, Jakarta di tutup sementara oleh Pemerintah DKI Jakarta. Kasus lain terjadi di Holywings Yogyakarta yg mana seorang pengunjung bernama Bryan mengalami peganiayaan & pengeroyokan oleh sekitar 20 orang dengan beberapa diantaranya merupakan oknum polisi. Buntutnya, pada 23 Juni 2022, Holywings yg kembali berulah akhirnya "kena batunya" karena dianggap menistakan agama dengan mempromosikan miras gratis bagi pengunjung bernama Muhammad & Maria di akun Instagram miliknya (sumber : https://www.kompas.com/tren/read/202...26/200000665/)

Postingan Instagram Holywings ini sontak memicu kemarahan umat Islam karena dianggap sudah melecehkan agama Islam dengan mencantumkan nama pelanggan "Muhammad" pada promosi gratis miras mereka, yg mana ini mirip dengan nama Rasulullah yg sangat dihormati oleh pemeluk agama Islam. Beberapa ormas baik dari kalangan muslim maupun biasa ramai-ramai menggeruduk beberapa outlet Holywings. Beberapa ormas yg melaporkan dugaan penistaan agama yg dilakukan oleh Hollywings diantaranya Sapma Pemuda Pancasila, Komite Nasional Pemuda Indonesia & Gerakan Pemuda Ka'bah. Terbaru organisasi sayap NU, GP Anshor juga ikut mendesak supaya izin Holywings dicabut oleh Pemprov DKI Jakarta & Kelab Malam tersebut ditutup (sumber : https://www.google.com/amp/s/metro.t.../amp/1605585).

Beberapa peristiwa diatas terjadi karena sejak awal para pemilik & karyawan Holywings terkesan peduli & tidak mengindahkan etika dalam mengejar keuntungan material. Belum lagi, di negara ini yg mana penduduknya adalah mayoritas beragama Islam yg sangat mengecam keras konsumsi minuman beralkohol karena dilarang dalam ajaran agamanya, sudah barang tentu semestinya Holywings ekstra hati-hati kepada segala cara & metode mereka dalam mempromosikan atau menjual produk miras mereka. Pendek kata, kreativitas memang diperlukan dalam bisnis, tetapi jangan hingga melanggar norma-norma yg berlaku secara sosial di masyarakat & menyebabkan ketersinggunan yg dapat berdampak buruk & berbuntut panjang.

*** Kemarin 22:50
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.