Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jika manusia memiliki kediaman, maka rindu berkediaman di dalam hari. Jika manusia memiliki tempat favorit, maka tempat favorit bagi rindu adala pikiran. Rindu bahagia berada pada dua tempat tersebut & dia sering berjalan-jalan dari hari ke pikiran & dari pikiran ke hati. Seketika rindu menggarang, rindu menggarang, rindu juga bias membolak-balikkan hati & pikiran. Membuat rasa waras terbunuh & menjadikan hati tidak lagi teduh. Pada saat itulah kesedihan mengambil momen & menciptakan air mata terjatuh.
Rindu senag berjalan-jalan pada malam ahari. Menapak dari pikiran ke hati. Membuat siklus tidurku berubah & menjadikan duniaku terbalik. Saat orang-orang di semesta ini tertidur pulas, saya malah tidak pernah puas untuk bermain dalam kerinduan. Begitu aneh, bukan? Aku bermain dalam rindu & rindu itu berdomisili dalam hati di diriku sendiri. Sebab itu, yg saya temukan cuma kesedihan & baying suatu yg saya rindukan, bukan dirinya seutuhnya.
Rindu sangat bahagia memiliki rumah di hati. Sedang yg membangun rumah tersebut di hatimu adalah jarak, kehilangan, kepergian, & ketertinggalan, rumah bagi kerinduan otomatis terbangun. Aku tidak akan bias mengerjakan penolakan tidak ada mengatakan yg tepat selain pasrah.
Dalam bertahun-tahun hidup yg saya jalani tentunya ada satu momen yag akan begitu teringat. Bukan karena bahagia, namun karena hidup ini terasa hampa tanpanya. Suatu juta hari tidak akan pernah lengkap kalau tidak dicukupkan oleh suatu hari. Namun, permasalahannya bukanlah hari yg menciptakan hidupku terasa lengkap, melainkan ada atau tidaknya seseorang yg pernah jadi pernah jadi kelengkapan dalam hidup ini.
Rasa rindu bekerja karena adanya kehilangan, jarak & kepergiannya yg jadi pemicunya. Namun, meski demikian, bukankah hidup ini akan terasa lengkap saat kerinduan juga mengambil peran dalam kehidupan ini. Seperti sayang, hidup juga butuh rindu supaya terasa lebih hidup. Namun, saya tidak harap sering berkutat dalam kerinduan karena itu cuma akan menciptakan redup hari-hariku ke depan.
Jika dipikir-pikir tidak ada yg benar & tidak ada yg salah dalam kehidupan ini. Semua hal yg mengisi kehidupan adalah aksesoris yg dapat memperindah kehidupan tersebut. Baik atau buruk, bahagia atau susuah, bahagia atau sedih, pasti memiliki porsinya masing-masing dalam kehidupan. Rindu itu seperti makan, kalau akau terlalu banyak memesan, maka makan itu akan menyakiti perutku. Namun, kalau porsinya pas, diriku akan baik-baik saja.
Hari ini 09:32
Rindu senag berjalan-jalan pada malam ahari. Menapak dari pikiran ke hati. Membuat siklus tidurku berubah & menjadikan duniaku terbalik. Saat orang-orang di semesta ini tertidur pulas, saya malah tidak pernah puas untuk bermain dalam kerinduan. Begitu aneh, bukan? Aku bermain dalam rindu & rindu itu berdomisili dalam hati di diriku sendiri. Sebab itu, yg saya temukan cuma kesedihan & baying suatu yg saya rindukan, bukan dirinya seutuhnya.
Rindu sangat bahagia memiliki rumah di hati. Sedang yg membangun rumah tersebut di hatimu adalah jarak, kehilangan, kepergian, & ketertinggalan, rumah bagi kerinduan otomatis terbangun. Aku tidak akan bias mengerjakan penolakan tidak ada mengatakan yg tepat selain pasrah.
Dalam bertahun-tahun hidup yg saya jalani tentunya ada satu momen yag akan begitu teringat. Bukan karena bahagia, namun karena hidup ini terasa hampa tanpanya. Suatu juta hari tidak akan pernah lengkap kalau tidak dicukupkan oleh suatu hari. Namun, permasalahannya bukanlah hari yg menciptakan hidupku terasa lengkap, melainkan ada atau tidaknya seseorang yg pernah jadi pernah jadi kelengkapan dalam hidup ini.
Rasa rindu bekerja karena adanya kehilangan, jarak & kepergiannya yg jadi pemicunya. Namun, meski demikian, bukankah hidup ini akan terasa lengkap saat kerinduan juga mengambil peran dalam kehidupan ini. Seperti sayang, hidup juga butuh rindu supaya terasa lebih hidup. Namun, saya tidak harap sering berkutat dalam kerinduan karena itu cuma akan menciptakan redup hari-hariku ke depan.
Jika dipikir-pikir tidak ada yg benar & tidak ada yg salah dalam kehidupan ini. Semua hal yg mengisi kehidupan adalah aksesoris yg dapat memperindah kehidupan tersebut. Baik atau buruk, bahagia atau susuah, bahagia atau sedih, pasti memiliki porsinya masing-masing dalam kehidupan. Rindu itu seperti makan, kalau akau terlalu banyak memesan, maka makan itu akan menyakiti perutku. Namun, kalau porsinya pas, diriku akan baik-baik saja.
Hari ini 09:32