• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Rumah ini adalah hasil kerajinan tembikar terbesar di dunia

galau adv

IndoForum Beginner A
No. Urut
281582
Sejak
25 Jun 2013
Pesan
1.172
Nilai reaksi
24
Poin
38
WYfzG.jpg
Seorang arsitek dari Spanyol berhasil membangun sebuah rumah seluas 501 meter persegi yang keseluruhannya terbuat dari tanah liat. Rumah ini dianggap sebagai hasil kerajinan tembikar terbesar di dunia.

Octavio Mendoza, 64, menamai karyanya Casa Terracotta atau Casa Barro. Jika Anda berkunjung ke Spanyol, Anda bisa menemukan rumah yang oleh penduduk setempat lebih dikenal sebagai Casa de Flintstone atau Flintstone House (Rumah Flintstone) ini.
1gfi0.jpg
Jika dilihat dari luar, Casa Terracotta tampak seperti gundukan tanah liat raksasa yang dibentuk menyerupai sebuah pondok. Dikelilingi tanah pertanian hijau yang subur, rumah ini dihiasi dengan latar belakang lanskap pegunungan yang sangat memesona.
ySlp7.jpg
Meskipun dari luar tampak sangat sederhana, rumah tanah liat ini dilengkapi dengan beberapa kenyamanan yang biasa ditemui di rumah modern. Octavio telah menginstal panel surya untuk air panas, toilet, kamar dua lantai yang dilengkapi dengan lounge dan ruang tidur, dan sebuah dapur modern.
1dum0.jpg
Tentu saja, meja dan semua peralatan di dapur dibuat dari bahan yang sama - tanah liat. Octavio, yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk merancang bangunan komersial dan gereja, menganggap ini sebagai proyek untuk hidupnya. Bahkan, Octavio sendiri mengaku bahwa dia tidak pernah terlebih dulu memanggang tanah liat yang digunakannya untuk membangun rumah tersebut. Dia membiarkan sinar matahari memanggang tanah liat itu dengan sendirinya.
Lifh0.jpg
Sebagaimana dilansir NBC News, dia mulai mengerjakan rumah ini lebih dari 14 tahun yang lalu. Dia ingin menunjukkan bahwa tanah liat dapat diubah menjadi arsitektur layak huni dengan memanfaatkan semua sumber daya alam yang tersedia. Percaya atau tidak, Casa Terracotta sama sekali tidak menggunakan semen atau baja dalam pembangunannya.
C5O8T.jpg
Sementara Octavio tinggal di rumah lain di desanya, dia tetap menghabiskan sebagian besar waktunya di Casa Terracotta. Sampai sekarang, dia masih mengerjakan beberapa furniture dan peralatan tanah liat untuk melengkapi rumah tersebut.

Rumah ini terbuka untuk umum. Pengunjung yang ingin melakukan tur keliling sendiri cukup membayar tikat seharga USD 3,50 atau sekitar Rp 40.036.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.