yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
JEDDAH - Sejumlah pemuka agama dan akademisi di Arab Saudi mendesak Kementerian Islam untuk menggelar penyelidikan di sejumlah rumah ibadah. Desakan itu muncul setelah halaman luar salah satu masjid di Kota Riyadh disalahgunakan menjadi tempat perakitan bom.
Pada Minggu pekan lalu, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menemukan bahan peledak dan perangkat-perangkatnya di sebuah masjid di Kota Riyadh. Oleh karena itulah, sejumlah akademisi meminta Pemerintah Arab Saudi agar menghukum siapapun yang mengeksploitasi tempat ibadah dan menjadikannya sebagai pusat perakitan senjata.
"Mereka yang mencoba untuk mendestabilisasikan negara dan melawan aparat keamanan, sama saja dengan memberontak dengan Allah dan Utusannya. Mereka harus dijatuhi hukuman seberat-beratnya," ujar salah satu pemuka agama dan penasihat Kerajaan Arab Saudi, Sheikh Abdullah Al-Manie, seperti dikutip Al-Madinah, Selasa (28/8/2012).
Para akademisi juga menyambut kesuksesan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang berhasil menggagalkan plot teror di Riyadh dan melindungi warga. Akademisi dari Akademi Fiqih Arab Saudi juga sepakat bahwa, tempat ibadah tidak boleh digunakan untuk aktivitas subersif.
"Kementerian Islam harus memastikan, imam dan para muadzin agar memeriksa masjid-masjidnya secara teratur dan menyeluruh. Sehingga, fasilitas-fasilitas yang ada di masjid tidak dimanfaatkan untuk kegiatan subersif," ujar akademisi di Akademi Fiqih, Muhammad Al-Nojaimi.
Sejauh ini, para pengamat di Arab Saudi memandang krisis ekonomi dan politik di Yaman membuahkan hasil berupa peningkatan aksi teror. Kelompok-kelompok militan di Yaman diklaim memasuki wilayah Arab Saudi dan sejumlah negara Teluk lainnya secara rahasia
Pada Minggu pekan lalu, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menemukan bahan peledak dan perangkat-perangkatnya di sebuah masjid di Kota Riyadh. Oleh karena itulah, sejumlah akademisi meminta Pemerintah Arab Saudi agar menghukum siapapun yang mengeksploitasi tempat ibadah dan menjadikannya sebagai pusat perakitan senjata.
"Mereka yang mencoba untuk mendestabilisasikan negara dan melawan aparat keamanan, sama saja dengan memberontak dengan Allah dan Utusannya. Mereka harus dijatuhi hukuman seberat-beratnya," ujar salah satu pemuka agama dan penasihat Kerajaan Arab Saudi, Sheikh Abdullah Al-Manie, seperti dikutip Al-Madinah, Selasa (28/8/2012).
Para akademisi juga menyambut kesuksesan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang berhasil menggagalkan plot teror di Riyadh dan melindungi warga. Akademisi dari Akademi Fiqih Arab Saudi juga sepakat bahwa, tempat ibadah tidak boleh digunakan untuk aktivitas subersif.
"Kementerian Islam harus memastikan, imam dan para muadzin agar memeriksa masjid-masjidnya secara teratur dan menyeluruh. Sehingga, fasilitas-fasilitas yang ada di masjid tidak dimanfaatkan untuk kegiatan subersif," ujar akademisi di Akademi Fiqih, Muhammad Al-Nojaimi.
Sejauh ini, para pengamat di Arab Saudi memandang krisis ekonomi dan politik di Yaman membuahkan hasil berupa peningkatan aksi teror. Kelompok-kelompok militan di Yaman diklaim memasuki wilayah Arab Saudi dan sejumlah negara Teluk lainnya secara rahasia